Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) Gelar Pengabdian Masyarakat

“Pengabdian Masyarakat”,  Sebagaimana yang diamanatkan Tri Dhama Perguruan Tinggi, juga dilakukan Civitas Akademik Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama), beberapa Dokter Umum dan Dokter Gigi serta beberapa Ahli Ekonomi melakukan bhakti sosial di Kelurahan Kampung Melayu, mereka melakukan pengobatan gratis, dan pemeriksaan serta pengobatan giri, untuk membantu administrasi keuangan, para pakar Ekonomi juga menggelar penyuluhan pertanggungjawaban keuangan publik serta penyuluhan kebersihan lingkungan.
 
Rektor Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama), DR. H Sunarto Msi disaat pembukaan juga memaparkan akan sejarah berdirinya Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama), dimana pendirinya adalah Mayjen Prof. Dr Moestopo, beliau adalah seorang pejuang yang juga dokter gigi, yang mendapat gelar pahlawan nasional pada 9 November 2007.

Sebagai seorang ahli dalam bidang kesehatan gigi dan mulut, berbagai gelar telah diperoleh Pak Moes. Presiden Soekarno bahkan mengangkatnya sebagai Guru Besar Universitas Padjajaran. Demikian halnya dengan Presiden Soeharto yang mengukuhkannya sebagai Guru Besar dalam bidang Bedah Mulut, Konservasi, Biologi, serta Pancasila pada tahun 1971. Selain itu, Moestopo juga memperjuangkan kesetaraan antara Fakultas Kedokteran Umum dengan Fakultas Kedokteran Gigi, sehingga profesi dokter gigi saat ini sudah bisa menjabat sebagai kepala Puskesmas.

DR. H Sunarto Msi juga menegaskan, bahwa dahulu Prof DR Moestopo juga penah mendirikan Organisasi Kemasyarakatan yang tujuannya untuk membantu masyarakat kurang mampu, untuk memperoleh perawatan dan pengobatan Gigi, dan kini kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam pengobatan kesehatan dan Gigi terus dilakukan oleh jajaran Universitas. Dan kegiatan kali ini ,adalah bagian dari rangkaian Dies Natalis ke 52, serta kegiatan Wisuda Universitas Moestopo (Beragama), ungkapnya tegas.

Sebagai Dokter  para lulusan Kedokteran Gigi yang kini diwisuda juga diwajibkan untuk melakukan pengabdian masyarakat,  diambilnya daerah Kampung Melayu karena disini kerap dilanda banjir, sehingga kita berikan bantuan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan Gigi, acara bhakti sosial ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat sebagaimana yang diamanatkan Tri Dhama Perguruan Tinggi, dimana hal tersebut sebagai salah satu dasar dan  tanggung jawab Perguruan Tinggi maupun mahasiswa pada masyarakat, kita juga memberikan penyuluhan kebersihan lingkungan agar warga Kampung Melayu meskipun sering dilanda banjir, namun senantiasa hidup bersih dan sehat, ungkap H Sunarto.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pengestu disela acara tersebut pada wartawan juga mengaku bersyukur atas partisipasi Civitas Akademika Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) yang sangat peduli dengan warga Kampung Melayu, ini adalah bentuk kerjasama yang baik, antara Kelurahan Kampung Melayu dengan Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama), dan kita berharap kerjasama seperti ini akan terus berlanjut dan dikembangkan dalam bentuk lain, pintanya. 

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.