STEKPI Kini Resmi Menjadi Universitas Trilogi

Setelah memperoleh ijin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bertempat di Aula Kampus Universitas Trilogi Jakarta, Citivas Akademik Universitas Trilogi menggelar acara Lounching, dan kini  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI), yang didirikan pada tahun 1988, dan bernaung dibawah Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) telah resmi menjadi Universitas Trilogi, acara yang dihadiri beberapa Pejabat Negara dan beberapa Mantan Menteri diera Orde Baru tersebut, diresmikan oleh Wamendibud Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S.

Rektor Universitas Trilogi,DR. Subiakto Tjakrawerdaya disela acara tersebut mengatakan, pergantian nama STEKPI menjadi Universitas Trilogi mengusung tiga motto yaitu Technopreuner, Kolaborasi dan Kemandiarian. Dimana Technopreuner yaitu wirausaha yang membawa teknologi,  sebab wirausaha tidak berkembang tanpa pengetahuan tentang teknologi, kedua Kolaborasi yaitu harus berkelompok untuk mengembangkan usaha karena tidak mungkin secara sendiri membangun usaha serta kemandirian," ujarnya.

Latar belakang perubahan nama tersebut, lanjutnya berangkat dari situasi yang ada di Indonesia yaitu kemiskinan, krisis pangan dan energi. Menurutnya, kemiskinan yang ada saat ini jauh berbeda dengan yang ada pada zaman Orde Baru sebab saat ini kemiskinan harus berhadapan dengan tantangan global berupa pasar bebas (Free Trade). "Ada tuntutan zaman, bangsa kita saat ini mengahadapi kemiskinan apalagi di 2015 ini akan ada persaingan global (Free Trade). Kita sepertinya belum siap. Kalau kondisinya seperti itu terus, habislah negara kita ini," tegas Subiakto.

Sementara dalam sambutanya Wamendikbud  mengaku berterimakasih pada Universitas Trilogi yang telah membantu Pemerintah dalam mencetak SDM Profesional dan unggul, yaitu Sarjana S1 maupun Pasca Sarjana (S2), diakuinya Universitas milik Pemerintah jumlahnya tidak banyak, demikian juga dalam meluluskan Sarjana, saat ini partisipasinya baru mencapai 25%, dan yang terbanyak masih lulusan Lembaga Pendidikan Tinggi Swasta, dengan telah bergantinya STEKPI menjadi Universitas Trilogi tersebut, diharapkank partisipasi dalam meluluskan Sarjana dapat lebih meningkat, pintanya.

Prof Haryono Suyono dalam sambutannya mengatakan, pengembangan menjadi Universitas Trilogi yang berbasis "teknopreneur" yang inovatif itu diharapkan menjadi universitas terkemuka di Indonesia pada 2020. "Universitas ini memiliki tiga ciri utama yaitu menghasilkan kewirausahaan yang bersemangat kolaborasi serta menampilkan kemandirian yang tinggi. Karena itu, semua pengurus YPPIJ sepakat memberi nama Universitas Trilogi yang peluncuraan bertepatan HUT ke-45 Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)," katanya.

Mantan Menko Kesra dan Taskin itu menjelaskan, program studi yang sudah ada yaitu Manajemen dan Akuntansi terus dikembangkan yang akan menjadi bagian dari program studi yang akan dikaitkan dengan program studi lainnya.

Kaitan itu akan membentuk jejaring dengan program studi Bio-industri yang bergerak di bidang Agro Eko Teknologi, Industri dan Teknologi Pangan serta Agribisnis. Untuk mendukung program studi itu dikembangkan Program Studi Telematika, Informatika, serta Sistem Komputer IT yang dibutuhkan dunia modern.

"Untuk membawa hasil produk kepada masyarakat luas akan dikembangkan pula program studi industri kreatif yang mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan Desain Produk serta Desain Komunikasi Visual untuk menjual gagasan yang menguntungkan rakyat," papar Haryono Suyono. (Sos).
 

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.