Kementerian Perdagangan Adakan Kerjasama Dengan Universitas Islam As- Syafi’iyah Dan Badan Kontak Majelis Taklim

Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) dan Kementerian Perdagangan RI, serta Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) menyepakati sebuah nota kesepahaman (MoU - Memorandum of Understanding) mengenai Edukasi Konsumen Cerdas dan Perubahan Pola Konsumsi. Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, MBA., MPA dan Rektor UIA Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah AS, MA yang juga selaku Ketua Umum Pengurus Pusat BKMT.

Rektor UIA Prof. Hj. Tutty Alawiyah disela acara tersebut pada TV LINK menegaskan, Dalam Nota Kesepahaman, kedua pihak sepakat untuk menyusun rencana aksi jangka pendek dan jangka menengah, serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya dalam hal melakukan edukasi di bidang perlindungan konsumsi dan perubahan pola konsumsi.dimana BKMT anggotanya adalah ibu-ibu, maka diharapkan program pemerintah dalam merubah olah konsumsi seperti beras, daging serta produk impor lainnya, dapat dikurangi,

Sementara untuk kerjasama dengan  Universitas Islam As-Syafi’iyah diharapkan akan mampu meningkatkan jiwa kewirausahaan bagi para mahasiswa, dimana sebagaimana yang dipaparkan oleh Menteri Perdagangan, para mahasiswa akan termotifasi dalam memilih usaha yang baik dan tepat, kita juga tau peluang pasar mana yang bisa kita kembangkan, ungkapnya.

Sementara seusai melakukan penandatanganan,  Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menegaskan, bahwa dengan kerjasama ini diharapkan ibu-ibu Majelis Taklim yang ada pada BKMT, akan memahami akan pentingnya edukasi konsumen, agar masyarakat paham akan hak-haknya sebagai konsumen, khususnya saat dimana ekonomi Indonesia tumbuh sangat pesat, konsumen harus waspada terhadap serbuan produk impor yang tidak sesuai dengan standar,.

Kita ingin menekankan akan pentingnya merubah pola konsumsi, karena Indonesia saat ini menempati urutan keempat sebagai negara dengan penderita diabetes mellitus terbanyak di dunia. "Ini karena pola konsumsi masyarakat kita yang masih banyak mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung gula, termasuk salah satunya nasi dan tentunya gula," imbuhnya.

Gita meyakini perubahan pola konsumsi akan meningkatkan pemenuhan keseimbangan gizi masyarakat menuju pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA). Selain itu, lanjut Gita, diversifikasi pangan juga dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya membantu mengendalikan ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok. Ungkapnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.