Hadapi Bencana, BNPB Gelar RAKORNAS PB 2013

"Semangat berjuang, demi panggilan kemanusiaan, derap berpacu, pemerintahnya, masyarakat, dan dunia usaha, demi negara wujudkan cita, m'nuju ketangguhan bangsa menghadapi bencana...", petikan lagu Mars Tangguh mengiringi kebersamaan BNPB dan BPBD pada pra pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) Penanggulangan  Bencana 2013, pada Senin (4/2).


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2013 di Hall Birawa-Bidakara, Jakarta, 4 - 6 Februari 2013. Rakornas yang mengangkat tema "Tumbuh, Utuh, Tangguh" dihadiri oleh 33 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan 366 BPBD tingkat kabupaten/kota. Penyelenggaraan rakornas ini merupakan wujud harmonisasi penyelenggaraan penanggulangan bencana BNPB dan BPBD di Indonesia.


Tema "Tumbuh, Utuh, Tangguh" yang bertepatan dengan ulang tahun ke-5 BNPB menunjukkan suatu dinamika dalam berproses untuk menjadi profesional dalam penanggulangan bencana (PB). Salah satu wujud konkret dalam upaya menuju apa yang diharapkan adalah proses optimalisasi kapasitas kelembagaan PB antara pemerintah dan pemerintah daerah yang menjunjung semangat dan komitmen tangguh dalam menghadapi bencana.


Mengawali rangkaian pra pembukaan rakornas, Kepala BNPB, Dr. Syamsul Maarif, M.Si memberikan arahan kepada para peserta dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota. Syamsul Maarif menekankan "jangan lengah" menghadapi ancaman bencana di tahun 2013. Beliau mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPBD dan ucapan selamat datang kepada pejabat yang baru bergabung dengan BPBD. Kepala BNPB mengingatkan para peserta untuk selalu bekerja dan bekerja keras. Kerja keras tersebut harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, dan tugas mulia ini demi kemanusiaan dan membantu masyarakat yang terdampak bencana. 


Di samping itu, Kepala BNPB menegaskan bahwa ancaman bencana akan terus meningkat, khususnya bencana hidrometeorlogi. Hal tersebut dilihat dari 85% bencana adalah bencana hidrometerologi, seperti puting beliung, banjir, dan longsor sepanjang tahun 2012. Sementara itu, perlu diwaspadai bahwa masih ada energi yang tersandera dan berpotensi gempa dan tsunami.


Beberapa catatan sebagai bentuk pencapaian BNPB sepanjang tahun 2012, seperti capaian terbentuknya 366 BPBD kabupaten/kota atau 75 % dari 497 kabupaten/kota di Indonesia, sukses menyelenggarakan AMCDRR ke-5 yang dihadiri 2.600 peserta dari 71 negara, Indonesia sudah menjadi negara donor aktif seperti pengiriman bantuan kemanusiaan kepada Korea Utara, ASEAN, Haiti, Jepang, Australia, Selandia Baru, Pakistan, dan sebagainya, tersertifikasinya 30.320 relawan, serta berhasil menyusun peta risiko bencna dan rencana penanggulangan bencana daerah di tingkat provinsi.


Menutup pengarahan malam itu, Kepala BNPB menyampaikan beberapa kiat strategi tahun 2013. “Kita kerahkan dan satukan semua potensi dan sumber daya dalam penanggulangan bencana”, jelas Syamsul Maarif. Sebagai aktor penanggulangan bencana, perlu leadership dan berpikir lebih cerdas serta bekerja lebih keras. Kemudian beliau juga menambahkan bahwa BNPB dan BPBD harus selalu tampil di depan dalam penanggulangan bencana. 


Rakornas PB 2013 ini rencananya secara resmi akan dibuka esok hari (5/2) oleh Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, Dr. Agung Laksono. Rangkaian rakornas ini antara lain penandatanganan MoU antara BNPB dan Kementerian/ lembaga dan paparan, serta diskusi. BNPB mengundang kementerian/lembaga terkait dalam penyelenggaraan rakornas ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.