Tolak Relokasi Gedung, KNPI Jakarta Timur Datangi Gubernur dan DPRD

Pengurus dan anggota DPD II KNPI Jakarta Timur yang terdiri dari 67 Ormas Kepemudaan beberapa waktu lalu menggelar aksi demo damai ke Balaikota dan Kantor DPRD DKI, mereka menolak rencana akan direlokasi kantor secretariat KNPI Jaktim yang berlokasi di Jalan Pertanian 11, Klender (Kebon Singkong)  ke rumah jaga lapangan sepak bola di Kelurahan Lubang Buaya.

Dalam aksi demonya didepan kantor Gubernur DKI Jakarta tersebut, Ketua KNPI Jakarta Timur Benny Wijaya SHi menegaskan, pihaknya menolak alih fungsi sekretariat KNPI Jaktim karena mekanisme alih fungsi dilakukan secara sepihak oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur, dimana rencana akan menjadikan sekretariat KNPI menjadi Puskesmas, pihaknya tidak pernah diajak bicara, tetapi dipanggil oleh Dinas Kesehatan dan jajaran Pemkot Jaktim saat sudah ada penetapan, bahkan dalam statemen di harian yang terbit diibukota dikatakan bahwa KNPI Jakarta Timur tidak ada, padahal eksistensi KNPI Jakarta Timur sangat bagus dalam membina kepemudaan selama ini, demikian juga di seluruh Kecamatan telah terbentuk Pengurus Kecamatan (PK) KNPI, ini merupakan penghinaan pada KNPI Jakarta Timur, tegas Benny.

Keberadaan gedung KNPI yang sudah 24 tahun digunakan oleh DPD II KNPI Jakarta Timur, merupakan bangunan bekas (ex) Kantor Kelurahan Klender. Hal ini berdasarkan surat Keputusan Walikota yang saat itu dipimpin Mas Sunaryono bernomor 1962/073.541 tanggal 19 mei 1989. Dan saat itu bangunan KNPI dibangun dengan uang swadaya para senior KNPI dan mengalami renovasi 3 kali, tanpa uang APBD, demikian juga selama kepemimpinannya, keberadaan gedung terus dirawat dengan baik, jadi tidak ada alasan Pemkot Jaktim mengusir begitu saja, tegasnya.



Sementara dalam aksinya 10 Perwakilan KNPI Jakarta Timur akhirnya diterima staf Wakil Gubernur DKI Jakarta serta Komisi A DPRD DKI, dan merekomendasikan Anggota DPRD DKI William A Yani SH untuk memfasilitasi pertemuan Pengurus KNPI Jaktim bersama jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur serta Komisi A akan mengeluarkan surat penundaan relokasi tersebut.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI TS Yanche yang memimpin sidang komisi saat menerima perwakilan Pengurus KNPI Jakarta Timur pada wartawan menjelaskan, bahwa dirinya berharap KNPI Jakarta Timur untuk dapat melakukan pendekatan pada jajaran Pemkot Jaktim, pihaknya yakin surat yang ditandatangani Walikota Jakarta Timur yang baru menjabat beberapa bulan tersebut bukanlah atas inisiatif Walikota Krisdianto, saya berharap akan ada jalan terbaik, dan DPRD DKI akan memfasilitasi hal tersebut.

TS Yanche juga mengaku akan menelusuri surat atas tanah tersebut di BPKD, seharusnya kalau ingin membangun Puskesmas baru, seharusnya Sudin Kesehatan Jaktim atau Dinas Kesehatan mencari lahan yang baru saja, dan diajukan anggarannya, saya yakin DPRD DKI akan menyetujuinya dan tidak perlu menggusur KNPI, biarlah lahan tersebut tetap digunakan KNPI Kota Jakarta Timur dalam membina generasi muda di Jakarta Timur, agar menjadi generasi penerus bangsa yang berjiwa Pancasila dan berkarakter nasionalisme serta kebangsaan, tegas politisi Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi DKI Jakarta ini.


Wiliam A Yani SH juga menambahkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi pertemuan Pengurus KNPI Jaktim dengan Walikota Jakarta Timur, untuk mencari solusi yang baik, apakah masih bisa digunakan untuk kantor KNPI tingkat Kota Jaktim atau tetap akan digunakan untuk Puskesmas, namun kalau memang harus untuk Puskesmas hendaknya dapat dicarikan solusi pengganti sebagaimana yang diharapkan bersama, kalau Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta bisa merealisasikan Gedung KNPI yang megah di jalan Balap Sepeda, kenapa KNPI tingkat kota tidak bisa ? ini juga akan menjadi perhatian kita sebagai wakil rakyat, dan DPRD DKI akan siap membantu untuk kepentingan para pemuda, tegas Politisi PDI Perjuangan dapil Jakarta Timur ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.