Peringati HAB, Kanwil Kemenag DKI Bantu Korban Banjir

Bertempat di halaman Kanwil Kemenag Provinsi DKI jakarta, Jl. DI Panjaitan No. 10, Jatinegara,Jakarta Timur beberapa waktu lalu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Joko Widodo (jokowi) menjadi inspektur upacara dalah peringatan Hari Amak Bakti (HAB) Kementrian Agama ke 67, acara yang  digelar Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta tersebut juga memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya masa kerja 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. Dan Jokowi mewakili Menteri Agama RI menyematkan Satya Lencana Karya Satya masa kerja 30 tahun pada Kepala kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta H Muhaimin Luthfie.

Kakanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Muhaimin Luthfie mengatakan, untuk meningkatkan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dirinya berharap, dengan kehadiran Gubernur Jokowi, sinergitas program antara Kemenag DKI bersama Pemprov DKI akan semakin kokoh dan di pererat. “Alhamdulillah kita sudah kerjasama bagaimana mengamankan program-program Kemenag DKI Jakarta, khususnya program keumatan,” kata Muhaimin.
Diakuinya dalam membantu warga Jakarta yang terkena musibah banjir, Kanwil Agama DKI Jakarta juga memberikan bantuan 1 ton beras dan 500 dus mie instan serta 250 Mushaf Al Qur’an¸ bantuan tersebut diharapkan akan meringankan beban warga Jakarta yang terkena musibah banjir, harapnya.

sementara Dalam pesannya Menteri Agama yang dibacakan Jokowi meminta pada seluruh jajaran aparatur Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, untuk bekerja secara profesional dan memiliki integritas, serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan kerukunan umat beragama di ibukota Jakarta ini.  “ Profesional tanpa integritas akan membawa kerugian serta kehancuran,sedangkan integritas tanpa profesional akan menyebabkan manusia hanya berjalan di tempat.”ujarnya.

Menurut Jokowi, profesionalitas dan integritas sengaja di jadikan sebagai kata kunci peningkatan kinerja Kementerian Agama yang bersumber dari kaidah dalam agama. Apabila urusan di serahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya. “Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu agenda penting dalam reformasi birokrasi Kementerian Agama,” jelasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.