LASKAR MERAH PUTIH HIMBAU MASYARAKAT TAKMEMBUANG SAMPAH KE SUNGAI

Seusai melakukan peninjauan ke Bantaran Kali Ciliwung hingga pintu air Manggarai serta beberapa titik lokasi banjir, Ketua Umum Laskar Merah Putih H Adek E Manurung SH pada wartawan menegakan, bahwa melihat kenyataan, akan banyaknya sampah rumah tangga yang terbungkus plastik di aliran sungai Ciliwung, hal tersebut menunjukkan banyaknya warga yang sengaja membuang sampah rumah tangga ke sungai, oleh sebab itu Laskar Merah Putih menghimbau pada warga yang tinggal di Bogor Jawa Barat, Depok serta DKI Jakarta dan daerah lain, agar tidak membuang sampah ke sungai.

Menurut H Adek kebisaan tersebut harus mulai dihilangkan, kalau perlu Pemda setempat melakukan tindakan pada warganya yang membuang sampah ke Sungai, mulai dari peringatan, sangsi ringan hingga tindakan tegas, ini sangat perlu agar kita semua memahami akan perlunya kebersihan sungai bagi kehidupan manusia.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah pembungkus plastik, Pemerintah Pusat maupun Pemda agar mengingatkan para perusahaan yang bergerak dibidang usaha dibidang plastik, hendaknya bisa mengurangi produk bungkus plastik, dan mencoba membuat produk bungkus yang bisa dengan mudah hancur, seperti Kertas pembungkus dan produk dari alam.

Dari pantauan di sungai, dirinya mengaku prihatin,  banjir beberapa waktu lalu, disamping karena debit air hujan dan air sungai dari Bogor cukup besar, tetapi juga akibat sampah yang menghambat air di sungai Ciliwung, warga Cililitan terendam air, karena air terhambat sampah di jembatan Kalibata, demikian juga di jembatan Kampung Melayu dan pintu air Manggarai, dimana sampah tertumpuk ratusan kubik tiap hari, dan sampah tersebut berupa kasur, plastik pembungkus, botol air kemasan dan sampah rumah tangga lainya. Kebiasaan tersebut mulai saat ini harus dihilangkan, sehingga banjir dapat dihindari.
Disamping itu menurut Bang Adek, keberadaan tempat pembuangan sampah, saat ini juga masih minim, seharusnya ditiap RT disiapkan tempat pembuangan sampah, sehingga warga dapat menempatkan sampah ditempatnya, Pemda DKI melalui Dinas Kebersihan harus melakukan terobosan, jangan hanya memungut uang kebersihan warga saja, tetapi langkah nyata tidak ada, dibawah kepemimpinan Jokowi – Ahok diharapkan memiliki strategi khusus mengatasi sampah limbah keluarga.

Diakui  ide bank sampah yang sudah dilakukan dibeberapa RW seperti di Kelurahan Menteng Jakpus,  juga harus dikembangkan diseluruh Jakarta, karena dengan Bank Sampah, maka dapat dipisahkan mana sampah basah dan mana sampah kering, dan yang masih bisa dimanfaatkan dijual di bank sampah tersebut, pintaH Adek E Manurung SH.

Sumur resapan menurutnya juga harus mulai dilakukan di beberapa tempat di Bogor, Depok dan Jakarta, khususnya di kantor pemerintah, sehingga air dapat meresap di tanah, program pembangunan waduk di daerah puncak juga harus secepatnya dilakukan, sehingga air yang mengalir ke Depok dan Jakarta dapat diatur, harapnya. (Sos).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.