Universitas Islam Jakarta Wisuda 496 Sarjana dan Pasca Sarjana

Universitas Islam Djakarta (UID) sebagai salahsatu lembaga pendidikan tinggi yang didirikan Yayasan Wakaf Perguruan Tinggi Islam Jakarta (YWPTID), dan telah banyak melahirkan banyak tenaga ahli dan professional dibidang Hukum, Ekonomi, Teknik Mesin, Bahasa Arab dan Pendidikan Islam, ditahun 2012 ini melepas 496 mahasiswa, yang telah menyelesaikan Program Sarjana dan Pasca Sarjana.

Ketua Yayasan Wakaf Perguruan Tinggi Islam Jakarta (YWPTID), Prof. DR. Raihan, MSi. Pada wartawan menegaskan, bahwa Wisuda kali ini diikuti oleh Wisudawan yang telah menyelesaikan Program Strata 1 (S1) sebanyak 257 wisudawan serta Program Pasca Sarjana (S2) sebanyak 239 Wisudawan, mereka adalah dari Program Studi Hukum, Ekonomi Manajemen, Bahasa Arab, Pendidikan Islam dan Teknik Mesin, sementara untuk Pasca Sarjana dari Program Studi Magister Manajemen, Ilmu Hukum, Pendidikan Islam dan Pemikiran Islam.

Untuk program Magister Manajemen di Universitas Islam Jakarta, mahasiswa dapat memilih tiga konsentrasi,  yaitu konsentrasi Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Sesuai dengan pola dasar ilmu amaliah dan amal ilmiah, ketiga konsentrasi tersebut diintegrasikan dengan kajian keIslaman. Konsentrasi manajemen keuangan memiliki kekhasan tersendiri, yaitu Keuangan Syariah".  Pilihan kekhasan ini dimaksudkan sebagai suatu upaya untuk merespon tuntutan pasar dan memberikan kontribusi bagi pengembangan "Keuangan Syariah"  di Indonesia, tegas Prof Raihan.

Sementara saat disinggung akan upaya Pemerintah dalam melakukan program akreditasi perguruan tinggi, Sekjen Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III Jakarta ini mengaku mendukung penuh upaya tersebut, namun dirinya berharap agar Badan Akreditasi Masyarakat yang sudah dibentuk oleh Kemdiknas dimana didalamnya adalah beberapa orang dari Perguruan Tinggi Negeri dan tidak melibatkan Perguruang Tinggi Swata, agar tetap netral dan bekerja professional.

Dakuinya di Indonesia saat ini terdapat 3.000 lebih Perguruan Tinggi Swasta, dan di DKI Jakarta 30% nya belum terakreditasi, sementara dalam akreditasi tersebut seluruh dosen diharuskan berpendidikan minimal S2, oleh sebab itu dalam mendorong dosen agar segera menyelesaikan pendidikan minimal S2, Pemerintah harus memberi waktu serta kelonggaran bagi Dosen, sebagaimana Pemerintah mendorong para Guru menyelesaikan pendidikan minimal S1.

Kalau selama ini Pemerintah membantu biaya kuliah bagi guru dalam menyelesaikan pendidikan S1, APTISI berharap Pemerintah juga akan dapat memberikan beasiswa atau bantuan lain, agar dosen dapat menyelesaikan pendidikan S2 serta S3, karena waktu tahun 2013 adalah penerapan akreditasi, Ketua Yayasan Wakaf Perguruan Tinggi Islam Jakarta ini juga meminta pemerintah untuk memberikan kelonggaran waktu pagi PTS dalam menyiapkan persyaratan sebagaimana yang diminta dalam akreditasi tersebut, termasuk menyiapkan dosennya dalam menyelesaikan program Pasca Sarjana dan Doktor.

Hendaknya PTS dapat diberi waktu beberapa tahun lagi, Karena kalau ditutup, maka angka partisipasi belajar di Perguruan Tinggi makin berkurang, padahal semangat pendidikan Pemerintah adalah mendorong masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam memberikan kesempatan anak bangsa, untuk belajar di Perguruan Tinggi, pinta Prof Raihan.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.