SMKN 27 Tingkatkan Kerjasama Lembaga Pendidikan Pariwisata Australia

Setelah mengikuti pelajaran tambahan dibidang kepariwisataan, beberapa siswa SMK Negeri 27 Jakarta, akan memperoleh sertifikat C2 dari lembaga pendidikan Australia NCT, sertifikat tersebut merupakan ijasah setara D2 di Sekolah Tinggi Pariwisata di Indonesia, sehingga jika lulus dari SMKN 27 Jakarta, akan memperoleh dua sertifikat, yaitu sertifika kelulusan dari Pemerintah dan Sertifikat C2, sehingga setelah lulus akan lebih mudah bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Apabila pemegang Sertifikat C2, jika ingin melanjutkan program D3 ataupun D4 di Sekolah Tinggi Pariwisata di Indonesia maupun Australia dan Negara lain di Asia, maka mereka cukup belajar selama 2 tahun, karena C2 setara D2 di Indonesia.

Kepala SMK Negeri 27 Jakarta, Drs Sudiono, MM saat ditemui wartawan mengaku bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan tiga lembaga pendidikan internasional, dimana dua diantaranya berasal dari Australia dan satu dari lembaga pendidikan di Ingris, ini dilakukan sebagai tanggung jawab pengelola SMKN 27 Jakarta, sebagai Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Beberapa guru di SMKN 27 Jakarta, juga telah memperoleh pendidikan khusus di Australia dan beberapa lembaga pendidikan negara lain di Asia, yang saat ini sudah melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta,jadi Guru- guru kita juga sama ilmunya dengan guru-guru bule, jadi jangan heran kalau lulusan SMK Negeri 27 Jakarta kompetensinya lebih tinggi dari SMK lain, papar Sudiono. (Rul).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini terus berupaya meningkatkan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan, mulai dari pembangunan fasilitas gedung dan laboratorium maupun peningkatan kualitas para guru pembimbing, hal tersebut juga dilakukan di SMK Negeri 27 Jakarta, yang juga dikenal sebagai Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Berbagai terobosan juga dilakukan oleh pihak pengelola sekolah, dimana SMK Negeri 27 Jakarta  telah menjalin kerjasama dengan 2 lembaga pendidikan di Australia dan 1 dari Inggris. Dari kerjasama tersebut pada Desember 2012 ini beberapa siswa SMK Negeri 27 Jakarta akan menerima sertifikat C2 dari NCT, yaitu sertifikat setara D2 di perguruan tinggi di Indonesia.

Hal ini berarti para peserta program C2 NCT nantinya setelah lulus dari SMK Negeri 27 Jakarta disamping memperoleh Ijasah SMK juga memperoleh sertifikat setara D2, sehingga apabila siswa akan melanjutkan kuliah program D3 atau D4 dibidang Program studi Pariwisata, maka cukup belajar selama 2 tahun. Sehingga para lulusan SMK Negeri 27 Jakarta akan mampu bersaing di bursa kerja dalam negeri maupun luar negeri, karena Sertifikat C2 ini bisa digunakan untuk bekerja di Australia maupun negera lain di Asia, hal ini menunjukkan komitmen jajaran SMK Negeri 27 Jakarta dalam mendukung program pemerintah DKI Jakarta dalam menjadikan lulusan SMK yang mampu bersaing ditingkat nasional maupun internasional.

Kepala SMK Negeri 27 Jakarta, Drs Sudiono, MM saat ditemui Warta Indonesia diruang kerjanya menegaskan, bahwa adanya kerjasama dengan lembaga pendidikan dari Australia dan Ingris adalah tuntutan sebagaimana yang disandang SMK Negeri 27 Jakarta, sebagai Sekolah Bertaraf Internasional, yaitu dengan 12 standar ketentuan dan salahsatunya adalah sertifikasi internasional, inilah bedanya dengan SMK standar, karena kita dipercaya pihak asing untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan standar internasional, tegasnya.

Beberapa guru di SMKN 27 Jakarta, juga telah memperoleh pendidikan khusus di Australia dan beberapa negara lain, sebagai mitra Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. “Guru-guru kita juga sama ilmunya dengan guru-guru bule, jadi jangan heran kalau lulusan SMK Negeri 27 Jakarta kompetensinya lebih tinggi dari SMK lain”, candanya disela wawancara khusus dengan WI tersebut.

Program Sertifikasi C2 ini, selama ini dibiayai dengan dana personal dan operasional, dengan partisipasi masyarakat (orang tua siswa peserta sertifikasi), namun diakui Sudiono dengan adanya edaran larangan menyertakan pembiayaan pendidikan dengan peran masyarakat, akan menyulitkan pihaknya untuk tetap melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan luar negeri. Karena program sertifikasi khusus dari lembaga pendidikan Australia ini membutuhkan dana yang tidak sedikit, sementara keberhasilan anak didik sebenarnya bukan saja oleh sekolah, tetapi peran orang tua juga sangat kita butuhkan, kalau hanya karena kurangnya dana operasional sekolah sehingga berdampak pada pemutusan hubungan kerjasama sertifikasi yang sudah kita bangun bertahun-tahun ini, maka akan sangatlah rugi kita, oleh sebab itu kami dari pengelola SMKN 27 Jakarta ingin membahas hal tersebut bersama Disdik DKI, tegasnya

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.