Komedi Betawi Meriahkan Taman Ismail Marzuki

Tampilnya beberapa artis ibukota yang banyak menghiasi layar kaca televisi nasional, seperti Puput Hemalia Putri, Rini S Bonbon, Kubil, Mpok Nori, Edi Oglek (Bang Kardun), Riyanto, Kubil (Madit), Jaya serta seniman Betawi lainnya, mampu menggoyang panggung hiburan lenong modern yang kini disebut Komedi Betawi (Kombet) di Taman Ismail Marzuki.

Dengan ceritera Si Ayub Dari Teluk Naga, Mpok Nori, Jaya dan Kubil tampil memukau, dengan gayanya yang kocak, meskipun usianya diatas 70 tahun, mpok Nori tetap tampil semangat hingga mampu memancing tawa hadirin yang memadati Aula TIM, meskipun mereka disibukkan dengan pembiatan sinetron di beberapa stasiun televisi, namun tetap menyempatkan diri untuk tampil di panggung hiburan, hal tersebut taklain adalah niatnya dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi.

Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, DR Tinia Budiarti dalam sambutannya, mengaku akan selalu memfasilitasi bagi para pelaku seni dalam mengembangkan budaya Betawi, karena kesenian bukan sedekar di lestarikan namun harus dikembangkan agar semakin menarik seiring dengan perkembangan kesenian diera kemajuan teknologi saat ini, oleh sebab itu Komedi Betawi sebagai bentuk kreatifitas dari Lenong Betawi, serta didukung dengan Gambang Kromong modern serta kombinasi laithing dan sonsistem yang canggih diharapkan akan dapat tampil maksimal dalam menghibur masyarakat, harapnya.



Sementara Ketua Yayasan Komedi Betawi yang juga sutradara Kombet, Syaiful Amri bahwa Komedi Betawi ini, merupakan kesenian daerah asli Betawi yang didirikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso sebagai salahsatu garapan kesenian Lenong Modern, diakuinya kala itu Bang Yos melihat kesenian dari Jawa Timur atau lebih dikenal dengan nama Grub Sri Mulat¸dan Bang Yos berkeinginan agar tampilan lenong dikenas dan dikembangkan lebih menarik dan disukai pemirsa, akhirnya pada tahun 1998, bang Yos memfasilitasi pembentukan Komedi Betawi, dan saat itu diketuai oleh H Mandra.

Meski mereka sibuk dengan berbagai sinetron namun dengan wadah Yayasan Komedi Betawi merekapun tetap eksis di panggung hiburan Kombet, bahkan dengan yayasan Kombet ini, juga mampu menyatukan para seniman Betawi untuk tetap melakukan silaturahmi, dan Yayasan Kombet akan terus mengembangkan budaya Betawi lainnya, tegas Syaiful Amri yang juga dikenal sebagai penggerak Kesenian Betawi yang kini sedang menyelesaikan Program Doktor Sastra Budaya di Universitas Indonesia.

Kapala Bidang Destinasi Ida Zuraeda saat jumpa PERS juga menjelaskan, bahwa Dinas Pariwisata danKebudayaan DKI sebagaimana yang diamanatkan UU tengan DKI Jakarta, akan mendukung penuh dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya Betawi, apalagi dari penampilan tadi, banyak anak muda yang terlibat, sehingga kelak diharapkan akan muncul mpok Nori – mpok Nori baru, pintanya. (Rul).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.