12 Kepala Daerah Terima Transmigration Award

Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus mendorong Pemerintah Daerah Provinsi maupun Kabupaten/Kota agar lebih aktif lagi dalam berpartisipasi mensukseskan program transmigrasi, dan salahsatunya adalah memberikan Penganugerahan Transmigration Award.

Menurut Dirjen P2MKT Kemnakertrans, Ir. Roosari Tyas Wardani, MMA bahwa Transmigration Award 2012 ini adalah yang kedua kali diberikan pada daerah asal maupun daerah tujuan transmigrasi, disamping itu Kemnakertrans juga memberikan penghargaan pada media massa yang dinilai telah berusaha sungguh-sungguh mendorong dan mengembangkan pelaksanaan program transmigrasi di daerah.

Pemberian Transmigration Award ini sekaligus merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi yang ke 62, adapun tema Transmigration Award 2012 “Membangun Kemandirian Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi untuk Memperkokoh Keutuhan NKRI”.

Kriterian yang mendapatkan Transmigration Award yaitu Pemerintah Provinsi (daerah asal dan tujuan transmigrasi), Pemerintah Kabupaten/Kota (daerah asal dan tujuan transmigrasi) dan media massa yang selanjutnya dalam penentuan pemenang Transmigration Award mengacu pada beberapa indikator keberhasilan dan partisipasi dalam  dalam penyelenggaraan program transmigrasi yang diatur dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor Kep. 733/MEN-SJ/X/2012 tanggal 08 Oktober 2012, termasuk shering dana APBD dan kerja sama antar daerah (KSAD), dukungan administrasi, penyelenggaraan permasalahan, pelayanan informasi ketransmigrasian dan pelaksanaan transmigrasi di daerahnya.

Dalam pelaksanaan penilaian Transmigration Award disertakan 8 Provinsi daerah asal transmigrasi dan 29 Kabupaten/Kota daerah asal transmigrasi, sementara untuk daerah tujuan transmigrasi disertakan 18 Provinsi dan 66 Kabupaten/Kota, dari seleksi ditetapkan, 13 pihak yang memenuhi kriteria untuk menerima Transmigration Award dengan kategori Makarti Nayotama (Kebijalan yang unggul) berjumlah 12 daerah, terdiri 3 Provinsi daerah asal transmigrasi yaitu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk 3 Provinsi daerah tujuan transmigrasi meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. serta 3 Kabupaten/Kota daerah asal transmigrasi yaitu Kabupaten  Madiun, Kabupaten Grobogan serta Kabupaten Kulon Progo dan 3 Kabupaten/Kota daerah tujuan transmigrasi meliputi Kabupaten Bungo, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Musi Banyuasin. untuk Penghargaan Makarti Pradipa (Lampu Cahaya) diberikan pada media massa yang diberikan pada Harian Kompas, papar Ir. Roosari Tyas Wardani, MMA.

Sementara dalam sambutannya Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar menegaskan, bahwa selama program transmigrasi berlangsung hingga saat ini sudah diberangkatkan 2,2 juta KK atau sekitar 8,8 juta orang, mereka telah memperoleh kesempatan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan ketingkat yang lebih baik, bahkan hingga saat ini sudah 103 Permukiman Transmigrasi telah berkembang menjadi ibukota Kabupaten/Kota, dan 382 Permukiman Transmigrasi menjadi ibukota Kecamatan serta 1.183 Permukiman Transmigrasi menjadi Desa, bahkan UPT Mamuju sekarang dijadikan ibukota Provinsi Sulawesi Barat, dan kita boleh bangga karena 37% kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi sentra produksi pangan nasional, dengan kontribusi produk beras sebanyak 5,8 juta ton pertahun, ini menunjukkan bahwa program transmigrasi mampu memberikan solusi dan kontribusi, bukan sama dalam pengembangan kawasan baru tetapi juga bagian sentra kontribusi pangan dan pengembangan ekonomi keluarga dan masyarakat papar Muhaimin

Lebih jauh diungkapkan bahwa apa yang telah dilakukan Kemnakertrans selama 62 tahun ini menjadikan kesadaran kita, bahwa pembangunan tidak bisa dilepaskan dari satu kesatuan dari potensi sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia menjadi satu kesatuan utuh, karena pembangunan tanpa mengedepankan aspek SDM dengan berbagai persiapan dan kesiapan mulai dari mental, ketahanan diri, etos kerja, profesionalitas, kemauan untuk merubah nasib dipacu dengan kesiapan lahan dan potensi SDA didarah tujuan, papar Muhaimin.

Sementara ditempat yang sama Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo saat ditemui wartawan menegaskan, bahwa pihaknya mendukung program transmigrasi, dimana mereka yang akan berangkat telah dibekali dengan ketrampilan khusus sesuai program transmigrasi tersebut, apakah mereka akan bertani atau berkebun, karena mereka babat alas, maka Pemprov Jateng juga akan terus mengawal hingga sukses, seperti pemberian bantuan sebelum mereka panen, serta bantuan sarana pertanian dan makan selama belum panen, bahkan Pemprof Jateng akan mensurvei lokasi sebelum transmigran diberangkatkan, kita tidak ingin mereka lebih sudah daripada tinggal di Jawa, ungkapnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.