Seminar Nasional PPSA XVIII Lemhannas, Tingkatkan Sinergi Pusat Daerah

Sebagai bagian dari Kurikulum Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) Lemhannas RI, dimana peserta wajib melaksanakan Seminar, dan untuk Peserta PPSA XVIII kali ini mengambil tema “Revitalisasi Stuktur Politik Guna Meningkatkan Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI”.

Menurut Gubernur Lemhannas RI, Prof Budi Susilo Soepandji tema tersebut diambil melihat fenomena yang  berkembang di panggung politik saat ini serta didasari keinginan yang kuat dari para peserta PPSA XVIII untuk dapat merumuskan struktur politik yang tepat, guna meningkatkan sinergitas hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, para peserta yakin bahwa Sinergitas ini akan menjadi modal besar dalam upaya kita untuk menjaga keutuhan NKRI.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa di era Reformasi jumlah Fraksi Partai Politik di Lembaga Legeslatif  meningkat pesat , dengan segala kondisi yang berlangsung, terdapat iklim yang kurang kondusif bagi Pemerintah untuk menjalankan kebijakan dan programnya. Maka dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih baik, Peserta PPSA XVIII memandang perlu mengambil langkah-langkah strategis dan berupaya menemukan permasalahan Putra-stuktur. Seminar ini akan membahas hal-hal secara Holistik, baik yang menyangkut fenomena permasalahan kebijakan, strategi dan upaya yang pelu diambil yang semuanya bermuara pada keutuhan NKRI, tegas  Prof Budi Susilo Soepandji.

Sementara dalam jumpa PERS, Ketua Seminar DR.Ir. Zulki Zulkifli Noor, SH, MM, MH menegaskan, bahwa dengan seminar ini diharapkan akan memberikan masukan pada seluruh pengambil keputusan dalam membuat setiap kebijakan, agar dapat tetap senantiasa berpegang teguh pada 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Saat disinggung dengan banyaknya Partai Politik peserta Pemilu, dirinya berharap kedepan Parlementari Treshol akan lebih ditingkatkan, sehingga jumlah Parpol di DPRRI tidak lebih dari 5 Partai, dan yang kecil agar bergabung dengan partai lainya, sehingga jumlah Parpol tidak banyak, sehingga dapat mendukung pembangunan nasional,ungkap DR.Ir . Zulki Zulkifli Noor, SH, MM, MH.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.