Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

STP Trisakti Wisuda Jenjang Diploma I, III dan IV

Era globalisasi dengan telah dibukanya pasar bebas, telah membuka peluang bagi seluruh anak bangsa, untuk bersaing di kancah bursa kerja internasional, sehingga persaingan antar lulusan perguruan tinggi akan menjadi lebih ketat, oleh sebab itu perlu upaya bagi seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia, untuk mencetak lulusan yang berkualitas global, unggul serta mampu menyesuaikan diri dengan persyaratan peluang yang ada. Hal tersebut diungkapkan Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Djoko Soedibyo, SE,MM,Ph.D, disela acara Wisuda lulusan Jenjang pendidikan Diploma IV, III dan I Program Study Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata, tahun akademik 2011 – 2012, di Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta, Sabtu (20/10). Untuk mewujudkan hal tersebut, kini Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) sebagai penjabaran dan pengembangan jangka panjang STP Trisakti, dengan mengacu padeea kondisi STP Trisakti saat ini dan prediksi kondisi pendidikan dan industry Pariwisata sampai tahun 2020, yang dibagi dalam 3 tahap, yaitu pertama dimulai sampai tahun 2014, National Quality standard untuk menuju Regional Quality Standard, kedua dimulai tahun 2015 sampai tahun 2019 output yang harus dicapai adalah Regional Quality Standard untuk menuju Global Quality Standard dan tahap akhir pada 2020 pertujudan Pengelolaan Kampus Pariwisata dan Hospitaliti sebagai “Center of Excellence”, berkualitas Global. Renstra tersebut disusun pada tahun 2008 lalu, dengan visi menjadi “Perguruan Tinggi Pariwisata Berkualitas Global dan Pusat Unggulan Pengembangan Ilmu Pariwisata dan Hospitaliti”. Langkah-langkah yang telah diambil saat ini adalah terus berupaya mencetak lulusan yang mampu beradaptasi dan menyesaikan diri dengan persyaratan peluang yang ada, sehingga kemampuan untuk mengadopsi dan mengadaptasi sistem serta metode pendidikan berbasis teknologi informasi, serta meningkatkan kemampuan generik, serta sft skiil. SPT Trisakti juga terus menjalin kerjasama dengan industri pariwisata serta Perguruan Tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Sementara saat disinggung lulusan saat ini, Djoko Soedibyo mengaku cukup bangga dengan lulusan yang juga berprestasi menjuarai beberapa lomba tingkat Perguruan Tinggi, baik ditingkat nasional maupun internasional, serta mampu mengisi beberapa kegiatan ditingkat internasional, para lulusan juga telah mampu berkomunikasi aktif dengan bahasa Inggris (Wajib) dan bahasa asing lainnya (Jepang, Mandarin, Perancis dll) sebagai program pilihan. Untuk tahun akademik 2011/2012 kali ini STP Trisakti mempersembahkan kepada bangsa dan Negara, lulusan yang siap berkompetensi dibidang Pariwisata dan Hostitaliti, sebanyak 495 Wisudawan, yang terdiri dari jurusan Perhotelan sebanyak 418 mahasiswa, dan jurusan usaha perjalanan wisata sebanyak 77 mahasiswa, kini mereka siap mengabdikan diri ketengah masyarakat, paparnya tegas.

COFFEE MORNING GUBERNUR LEMHANNAS RI DENGAN PEMRED MEDIA CETAK/ELEKTRONIK DAN WARTAWAN

Bertempat di Gd. Trigatra Lemhannas RI, Gubernur Lemhannas RI Prof Budi Susilo Soepandji mengundang Pemimpin Redaksi Media Cetek dan Elektronik dengan tema Coffee Morning, acara tersebut juga sebagai upaya Lemhannas untuk bersama-sama jajaran Media dalam mengatasi permasalahan bangsa saat ini. Permasalahan yang kini diangkat dalam acara Coffee Morning adalah maraknya konflik di masyarakat, adanya kelompok yang mengatasnamakan mayoritas, padahal sebenarnya minoritas namun dengan publikasi yang berlebihan telah membuat kelompok tersebut seakan mewakili masyarakat banyak, dan berbuat semaunya sendiri, tanpa adanya toleransi dengan pihak lain. Konflik di beberapa daerah menurut Prof Sudaryanto karena adanya pembenaran sepihak dan kurangnya pendekatan aparat pada pihak yang berkonflik. Hal senada juga diungkapkan Gubernur Lemhannas RI Prof. Budi Susilo Soepandji bahwa saat ini proses hukum masalah kekerasan serta Konflik terus meningkat tajam, padalah dari segi ekonomi maupun pembelajaran politik di Indonesia sudah cukup baik, namun adanya perbedaan di masyarakat tidak disikapi dengan bijak, dimana ada kelompok tertentu yang menjadikan perbedaan itu menjadi permusuhan, padahal perbedaan tersebut harus disikapi dengan toleransi, kekerasan tejadi bukan saja di masyarakat, tetapi sudah merambah ke mahasiswa dan Pelajar, oleh sebab itu perlu masukan semua pihak termasuk Media, untuk menekan semaksimalmungkin terjadinya konflik dan kekerasan, harapnya.

Presiden SBY Tetapkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam IX

Bertempat di Ruang Garuda Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta, Rabu (10/10). Tepat sekitar pukul 09.00 dilakukan Pelantikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam IX.

Upacara pelantikan dimulai dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 87/P/Tahun 2012 yang ditetapkan tanggal 3 Oktober 2012 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tentang Pengesahan Penetapan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur DIY Masa Jabatan 2012-2017 dan KGPAA Paku Alam IX sebagai Wakil Gubernur Masa Jabatan 2012-2017.

Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan Sumpah Jabatan Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIY yang dipimpin oleh Presiden RI SBY dengan rochaniawan Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi DIY Masku Haji. Dalam pelantikan ini kepala daerah DIY ini mengenakan seragam pelantikan putih-putih.

Usai pengambilan sumpah jabatan, HB X dan PA IX melakukan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah jabatan yang disaksikan oleh Kepala Negara dan para Menteri Kabinet Bersatu serta undangan lainnya yang hadir di ruang Garuda yang diperkirakan sekitar 150 orang.

Selain di ruang Garuda, tamu undangan ditempatkan di ruang Kesenian yang berjumlah sekitar 250 orang. Mereka yang berada di ruang Kesenian dapat menyaksikan proses pelantikan melalui tiga layar LCD.

Mereka yang hadir di ruang kesenian ada 16 kelompok antara lain: anggota DPRD DIY, Bupati Walikota, Rektor PTN/PTS. Pimpinan Instansi Pusat di Daerah, Tim Asistensi, Tim Penyusun Keistimewaan, Staf Ahli Gubernur, dari Perbankan, relasi gubernur DIY, Paguyuban Kepala Desa dan Lurah, Paguyuban Dukuh.

Proses pelantikan yang berlangsung sekitar 30 menit ini berakhir dengan Khidmat dan diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ucapan selamat kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didampingi permaisuri GKR Hemas dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam IX yang didampingi Mantu Dalem BRAy Atika Suryodilogo .

Ucapan selamat diawali oleh Presiden RI dan Ibu Negara, kemudian diikuti oleh para menteri beserta isteri. Tampak Menteri yang hadir dalam pelantikan ini antara lain: Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri BUMN Dahlan Iskan Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin.

Seminar Nasional PPRA XLVII, Peningkatan Budaya Politik Dalam Rangka Ketahanan Nasional

Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke 47 ini, sedikit berbeda dengan PPRA sebelumnya, karena yang lebih menarik dalam PPRA XLVII, adalah turutsertanya 7 Peserta dari 7 Negara Sahabat, menurut Prof Budi Susilo Soepandji Gubernur Lemhannas RI, mereka adalah wakil Negara sahabat dari TNI.

Prof Budi Susilo Soepandji menegaskan, bahwa "Budaya politik memberikan dampak yang besar pada kualitas kepemimpinan dan ketahanan nasional. Oleh karena itu, pada seminar ini dilakukan pembahasan secara menyeluruh mengenai pengetahuan, perasaan dan keputusan warga negara tentang partisipasi politiknya.

Sebagaimana tema seminar Peningkatan Budaya Politik Dalam Rangka Ketahanan Nasional, adalah Optimalisasi Budaya Politik masyarakat Indonesia guna meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Nasional dalam rangka Keyahanan Nasional, sejalan dengan tema Pendidikan bagi PPRA XLVII tahun 2012, yaitu Pendidikan Politik dan hal ini sejalan dengan amanat pada Pembukaan UUD 1945.

Sebagai mana pernyataan Presiden SBY  “Kemajemukan bangsa kita harus menjadi sebuah Kekuatan”, dimana hubungan budaya, Politik dan Perkembangan masyarakat, ditengarai adanya perbedaan paham antara kelompok komservatif dan kelompok Liberal, bagi kalangan pertama budayalah dan bukanya politik yang menentukan kesuksesan sebuah budaya dan membuatnya bertahan. Jalan tengah bagi keduanya bahwa budaya bisa mempengaruhi perkembangan politik. Sebaliknya politik bisa mempengaruhi perkembangan budaya.

Lebih jauh ditegaskan bahwa budaya politik masyarakat Indonesia, sebenarnya memiliki nilai luhur yang telah mampu mewujudkan NKRI seperti saat ini, budaya luhur tersebut adalah budaya sejak dahulu melekat dalam kehidupan bermasyarakat yaitu budaya. Musyawarah, untuk mufakat yang merupakan. Budaya yang hidup dalam masyarakat, dan sekalidus nilai-nilai yang diwariskan hingga saat ini, asli dari demokrasi Indonesia, yang diwariskan hingga saat ini, tegas Gubernur Lemhannas.

Sementara tema yang diangkat dalam seminar bertema "Peningkatan Budaya Politik Dalam Rangka Ketahanan Nasional" di Jakarta. Hadir sebagai penanggap Seminar seperti Franz Magnis Suseno, S.J., Eep Saifulloh Fatah, Eva Kusuma Sundari, dan Siti Zuhro.

Chef Goes to School, Peningkatan Kesehatan Anak Didik

Banyaknya jajanan di Sekolah yang kurang memenuhi syarat Kesehatan,  bahkan ada juga yang justru membahayakan kesehatan anak,  seperti adanya campuran zat yang pewarna serta pengawet berbahaya, telah mendorong Bunga Sirait,  pencetus Program  Chef pergi ke Sekolah untuk meningkatkan peran masyarakat dalam menyajikan makanan sehat dan bergizi.

Dan untuk mewujudkan hal tersebut Bunga Sirait didukung Perusahaan Royal Philips Electronics dari Belanda bekerja sama dengan Terre des Hommes (TdH) dan Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia (YPSI) berupaya mempromosikan makan sehat bagi anak-anak melalui program Chef Goes To School. Program ini merupakan bagian dari The  Project yang merupakan program inisiatif  Philips untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Asia Pasifik.

Robert Fletcher Presiden Philips Indonesia saat jumpa PERS menegaskan, bahwa Program Chef pergi ke Sekolah adalah ide yang diajukan Bunga Sirait, untuk program awal akan dilakukan pelatihan memasak kepada penjual makanan, guru dan orang tua dari beberapa sekolah dengan inovasi dari Philips, saya berharap kepada pemangku kepentingan dan pihak-pihak lain untuk dapat bersama-sama meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia, Titin Kustini disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, program Chef  Pergi ke Sekolah ini merupakan upaya memberikan perlindungan anak dari makanan yang tidak layak konsumsi, seperti adanya campuran Borak maupun Formalin, oleh sebab itu melalui program ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan pada orang tua dan pengelola kantin untuk menyajikan jajaran yang sehat.

Kegiatan di SD Negeri 7,12,14,19 Sukasari Kecamatan Tengerang sebagai percontohan, dimana disekolah ini akan dilakukan demo memasak masakan yang sehat dan murah, oleh ahli gizi Dr Diana Suganda dihadapan lebih dari 3000 siswa, orang tua dan pengelola kantin, kita berharap akan kegiatan ini akan juga didukung oleh semua pihak serta dapat diikuti oleh sekolah lain, baik di Tangerang maupun di daerah lain, sehingga anak-anak akan memperoleh makanan yang sehat dan bergizi, baik di rumah maupun di sekolah, ungkap Titin Kustini.

Sementara disela acara tersebut Wakil Walikota Tangerang H.Arief R Wismansyah pada wartawan mengaku, bahwa upaya mewujudkan Sekolah yang sehat sudah dilakukan Pemkot Tengerang jauh-jauh hari, oleh sebab itu atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan banyak terimakasih pada Philips Indonesia Terre des Hommes dan Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia yang telah menjadikan Kota Tengarang sebagai percontohan mewujudkan Kantin Sehat, hal tersebut seiring dengan Program Pemkot Tangerang dalam mewujudkan Kota yang bersih, sehat dan layak huni, kalau dulu dikenal sebagai kota terkotor, namun dengan kinerja yang baik seluruh jajaran Pemerintah Kota Tengerang, maka kini Kota Tengerang sudah menjadi kota yang  bersih dan memperoleh Piala Adipura, paparnya.

Benny Wijaya SHi : Gubernur Terpilih Harus Dorong Pemuda Dibidang Kewirausahaan

Disela acara Pelatihan Kepemimpinan yang digelar Biro Hukum Kementrian Pemuda dan Olahraga, yang diikuti oleh anggota KNPI dan Ormas Kepemudaan lain, Ketua KNPI Kota Jakarta Timur, Benny Wijaya SHi, pada wartawan menegaskan, bahwa Gubernur DKI terpilih yaitu Pasangan Jokowi – Ahok agar dapat mendorong para Pemuda di Jakarta untuk bisa mandiri sebagai seorang yang berjiwa Enterpreneurship.

Diakuinya saat ini para pemuda, banyak yang lebih memilih berkarir di jalur Politik dan bukan ke dunia usaha, sepertinya memang ada upaya dari pihak asing, yang terus membuat para pemuda agar mengejar karir politik untuk menjadi seorang politisi¸ dan tidak mengembangan kewirausahaan, mereka membuat Pemuda menjadi Pemuda yang konsumtif.

Globalisasi seperti saat ini juga telah merubah perilaku para pemuda, oleh sebab itu melalui Pelatihan Kepemimpinan seperti ini juga diharapkan akan memotivasi para Pemuda untuk menyumbangkan tenaga dan pemikiran bagi kemajuang bangsa, bagaimana para Pemuda menjadi Kader dan agen perubahan bangsa yang baik, apalagi DKI Jakarta kini memiliki Gubernur baru hasil Proses Demokrasi yang baik dan patut dicontoh oleh Provinsi lainya.

Joko Widodo atau yang lebih dikenal Jokowi, yang memperoleh suara terbanyak di Putaran kedua Pilkada DKI, dan didukung mayoritas Pemuda Jakarta, karena Jokowi dikenal  sederhana, bisa mengorangkan orang lain, menghargai orang lain, sikap, perilaku baik dan menguasai dalam berkomunikasi, akan bisa menjadi contoh serta tauladan bagi calon pemimpin bangsa dimasa mendatang, apalagi sosok Jokowi dikenal sering turun kebawah, diharapkan akan mampu memahami harapan para Pemuda Jakarta dan terus membangun kebersamaan.

Dengan potendi yang ada pada Gubernur DKI Jakarta yang baru dan segera dilantik tersebut, sebagaimana visi dan misi saat kampanye, para Pemuda berharap agar mampu mendorong pemberdayaan potensi Pemuda, sebenarnya Gubernur Fauzi Bowo dalam membina Pemuda sudah cukup baik, namun demikian kedepan harus lebih baik lagi, sehingga Pemuda bisa diberi kebebasan untuk berkreasi dalam mengembangkan potensi dan pemberdayaan dibidang usaha mandiri, tegasnya.

H Rukun : Jokowi – Basuki Takperlu Ganti Pimpinan SKPD

Maraknya pemberitaan akan desakan Partai pengusung pasangan Jokowi – Ahok, agar segera mengganti pimmpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, seperti Kepala Dinas, Kepala Biro maupun Walikota,bahkan mereka akan menyodorkan nama-nama pengganti, ditanggapi serius oleh Anggota  DPRD DKI Komisi A, H Rukun Santoso.

Menurut politisi Partai Hanura ini, keberhasilan pembangunan di Jakarta selama ini taklepas dari peran Pimpinan SKPD, apalagi Pimpinan DKI  yang baru, belum paham akan situasi, kondisi dan permasalahan di DKI Jakarta, seharusnya Gubernur dan Wakil Gubernur baru, lebih mempelajari tentang Jakarta dari Pimpinan SKPD,  dan bersama-sama memecahkan permasalahan yang ada, serta bersama-sama meningkatkan pembangunan di Dinas masing-masing.

Reformasi Borokrasi tak perlu dilakukan dengan gegabah seperti itu, karena pergantian pimpinan ada mekanismenya, dan selama ini penyeleksian pimpinan SKPD sudah berjalan dengan baik, dan bukan bersifat politis, kalau penggantian tidak sesuai mekanisme, dan tetap dilakukan, maka 8 Fraksi di DPRD DKI yang selama ini bukan pendukung Jokowi – Basuki tidak akan tinggal diam,dan akan mengambil langkah tersendiri, serta akan memanggil Gubernur melalui Komisi A. oleh sebab itu saya meminta tidak ada pihak-pihak yang melakukan intervensi dalam penggantian pimpinan SKPD pada Eksekutif, tegas H Rukun.

Lomba Tennis dan Futsal KORPRI DKI, Siapkan Pekan Olahraga KORPRI Nasional

Bertempat di Tennis In Door Gelanggang Olahraga Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Plt. Walikota Jakarta Timur, Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, secara resmi membuka pertandingan Futsal dan Tenis Korpri tingkat Provinsi DKI Jakarta,  Kegiatan tersebut diadakan, Sekretariat Dewan Pengurus Korpri Priovinsi DKI Jakarta ini sendiri, dalam rangka seleksi menjelang Pekan Olahraga Nasional Korpri di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2013.

dalam sambutannya mewakili Sekda Provinsi DKI Jakarta, Drs. H.R. Krisdianto, M.Si menegaskan, bahwa “Pertandingan Futsal dan Tennis ini memiliki arti penting dan bermanfaat sebagai sarana memelihara kesehatan dan menciptakan kebugaran jasmani para pegawai dan sebagai media mempererat komunikasi dan interaksi antara anggota Korpri Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan rasa kebersamaan memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta sebagai upaya mempersiapkan pembentukan Tim Futsal dan Tennis untuk mewakili Korpri Provinsi DKI Jakarta pada even Pekan Olahraga Nasional Korpri tahun 2013 di Provinsi Sulawesi Utara,” katanya.

Krisdianto berharap, para peserta yang bertanding dapat memperkuat komitmen dan motivasi, bahwa Provinsi DKI Jakarta bisa meraih prestasi terbaik sebagai Juara Umum, sebagaimana telah ditunjukkan oleh atlet Provinsi DKI Jakarta pada PON ke XVIII tahun 2012 di Provinsi Riau yang lalu.

“Untuk meraih juara umum, kita telah mempersiapkan para peserta dengan melakukan banyak latihan, sehingga para peserta lebih siap dan mempunyai kenyakinan untuk meraih juara di PON Korpri di Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Olahraga, Seni Budaya,  Mental dan Rohani Korpri Provinsi DKI Jakarta, Julyanes Rahman, mengatakan, kegiatan kejuaraan Futsal dan Tennis Korpri yang dilaksanakan mulai 9 Oktober sampai 12 Oktober 2012 ini guna mencari atlet potensial Korpri Provinsi DKI Jakarta untuk dipersiapkan mewakili DKI Jakarta pada PORNAS Korpri September 2013.

“Peserta kejuaraan dari anggota Korpri yang tergabung dalam unit Korpri Provinsi DKI Jakarta terdiri dari PNS, Pegawai Tidak Tetap, dan Pegawai BUMD atau BUMN. Para peserta tersebut mengikuti kejuaraan diantaranya Tennis Tunggal Putra sebanyak 27 orang, Tennis ganda Putri 34 pasang, campuran 8 pasang, dan 34 Tim Futsal yang akan bertanding,” papar Julyanes.

Julyanes mengatakan, program pembinaan olahraga bagi anggota Korpri tahun 2012 dilaksanakan dalam tiga hari, pertama PORSENI DKI Jakarta dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 15 Oktober 2012 bertepat di GOR Soemantri Brojonegoro Kuningan dengan mempertandingkan cabang olahraga volley ball, tenis meja, bulu tangkis, catur, dan billyar serta seni marawis diselenggarakan di Gedung Nyi Ageng Serang. Sedangkan pertandingan Tennis dan Futsal diselenggarakan hari ini.

Seminar Nasional PPSA XVIII Lemhannas, Tingkatkan Sinergi Pusat Daerah

Sebagai bagian dari Kurikulum Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) Lemhannas RI, dimana peserta wajib melaksanakan Seminar, dan untuk Peserta PPSA XVIII kali ini mengambil tema “Revitalisasi Stuktur Politik Guna Meningkatkan Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI”.

Menurut Gubernur Lemhannas RI, Prof Budi Susilo Soepandji tema tersebut diambil melihat fenomena yang  berkembang di panggung politik saat ini serta didasari keinginan yang kuat dari para peserta PPSA XVIII untuk dapat merumuskan struktur politik yang tepat, guna meningkatkan sinergitas hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, para peserta yakin bahwa Sinergitas ini akan menjadi modal besar dalam upaya kita untuk menjaga keutuhan NKRI.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa di era Reformasi jumlah Fraksi Partai Politik di Lembaga Legeslatif  meningkat pesat , dengan segala kondisi yang berlangsung, terdapat iklim yang kurang kondusif bagi Pemerintah untuk menjalankan kebijakan dan programnya. Maka dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih baik, Peserta PPSA XVIII memandang perlu mengambil langkah-langkah strategis dan berupaya menemukan permasalahan Putra-stuktur. Seminar ini akan membahas hal-hal secara Holistik, baik yang menyangkut fenomena permasalahan kebijakan, strategi dan upaya yang pelu diambil yang semuanya bermuara pada keutuhan NKRI, tegas  Prof Budi Susilo Soepandji.

Sementara dalam jumpa PERS, Ketua Seminar DR.Ir. Zulki Zulkifli Noor, SH, MM, MH menegaskan, bahwa dengan seminar ini diharapkan akan memberikan masukan pada seluruh pengambil keputusan dalam membuat setiap kebijakan, agar dapat tetap senantiasa berpegang teguh pada 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Saat disinggung dengan banyaknya Partai Politik peserta Pemilu, dirinya berharap kedepan Parlementari Treshol akan lebih ditingkatkan, sehingga jumlah Parpol di DPRRI tidak lebih dari 5 Partai, dan yang kecil agar bergabung dengan partai lainya, sehingga jumlah Parpol tidak banyak, sehingga dapat mendukung pembangunan nasional,ungkap DR.Ir . Zulki Zulkifli Noor, SH, MM, MH.
Diberdayakan oleh Blogger.