Warga Jakarta Inginkan Perubahan, Jokowi Unggul di 5 Kota se-Jakarta


Perolehan suara pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) unggul atas pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke-Nara) di lima wilayah. Hanya di Kabupaten Kepulauan Seribu, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama kalah dari Fauzi Bowo-Nachrowi¸kenyataan tersebut membuktikan bahwa warga Jakarta memang menginginkan perubahan.

Menurut Jusuf Kalla, pilkada DKI bisa saja menjadi gambaran Pemilu dan Pilpres 2014. Jika kondisinya sama, rakyat memang akan memilih calon yang memiliki rekam jejak yang lebih baik. "Kalau kondisinya sama, ya tentu sama. Artinya, calon-calon itu yang punya track record dan dosanya tidak ada. Seperti orang masuk surga, amal dikurangi dosa," katanya. 

Diakui Jusuf Kalla, figur lebih penting daripada partai dalam pilpres. Meskipun demikian, partai yang memiliki basis massa yang kuat sangat membantu. "Partai yang pertama itu syarat. Partai berpengaruh kalau dia itu efektif. Orang-orang kita punya pilihan partai berbeda dengan pilihan presiden," ujarnya.

Sementara dari hasil Rekapitulasi perolehan suara pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran pertama ini secara resmi diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, Jumat (20/7) lusa. Namun, data sementara yang diperoleh dari KPU DKI di lima wilayah dan Kabupaten Kepulauan Seribu menunjukkan pasangan cagub dan cawagub nomor urut 3, Jokowi-Ahok, mengungguli pasangan cagub dan cawagub nomor urut 1, Fauzi-Nachrowi. Meski Jokowi-Ahok unggul meyakinkan, namun pilkada DKI tetap dilakukan dua putaran. 

Pasangan Jokowi-Ahok unggul di wilayah Jakarta Pusat dengan perolehan suara 193.448 diikuti pasangan Fauzi-Nachrowi 170.006. Di Jakarta Timur, Jokowi-Ahok 502.616, Foke-Nara 438.393; Jakarta Utara, Jokowi-Ahok 325.569, Foke-Nara 214.449; Jakarta Selatan, Jokowi-Ahok 357.172, Foke-Nara 319.389; Jakarta Barat, Jokowi-Ahok 467.081, Foke-Nara 327.495, sedangkan di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jokowi-Ahok 1.273, sementara Foke-Nara 6.916.

Anggota Komisi C (Bidang Keuangan) DPRD DKI yang juga anggota tim sukses pasangan Fauzi-Nachrowi, Ahmad Husein Alaydrus, mengatakan, salah satu faktor kekalahan petahana adalah tidak efektifnya tim sukses yang menggalang massa di lapangan.
"Fakta yang disampaikan timses berbeda antara kenyataan di lapangan dan yang dilaporkan kepada Fauzi-Nachrowi. Kita setuju timses dievaluasi menyeluruh. Kita tetap optimistis di putaran kedua," kata Ahmad Husein Alaydrus.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.