Melalui SIMAK UI, Syaiful Amri Lolos Pada Program S3 Sastra Budaya


Meski disibukkan dengan dunia Sinetron Dalam Mihrab Cinta, artis ibukota yang satu ini masih terus mengejar ilmu, Seniman Betawi alumni Institute Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Teater yang telah menyelesaikan Pendidikan S2 bidang Manajemen Pemasaran ini, kini kembali mengejar Program Doktor, (Strata 3) program Studi Sastra Budaya dari Universitas Indonesia.

Syaiful Amri yang kini menjadi Mahasiswa Program Doktor Sastra Budaya Universitas Indonesia berkat keuletannya dalam mengikuti seleksi penerimaan Seleksi Masuk (SIMAK) Universitas Indonesia, yaitu salahsatu pola seleksi masuk untuk jenjang program Doktor, serta upaya pemerataan kesempatan belajar di UI, dimana SIMAK-UI dilaksanakan secara serentak, sehingga siswa atau siapapun yang ingin masuk UI dapat mengikuti seleksi di beberapa lokasi kota terdekat dengan tempat tinggalnya,
Dan kini Syaiful Amri merupakan mahasiswa S3 yang lolos diterima di Program Studi Sastra Budaya.

Dalam paparanya Sutradara Komedi Betawi (Kombet) yang sudah lebih dari 60 episode tampil di Gedung Kesenian Jakarta oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi DKI Jakarta ini, menampilkan paparan dengan judul “Lenong Betawi”, dimana Lenong merupakan Seni Budaya yang hingga kini masih eksis.



Diakuinya bahwa perkembangan Lenong hingga saat ini masih digemari masyarakat, dan dirinya yakin Leong masih punya potensi unik untuk dikembangkan, namun sebagai seniman Betawi, Syaiful Amri mengaku sangat prihatin dimana saat ini banyak seniman yang bermain lenong, namun telah keluar dari pakem yang ditentukan, oleh sebab itu melalui jenjang Program Doktor Program Sastra Budaya ini, dirinya ingin terus melakukan penelitian akan pakem-pakem lenong, ungkapnya.

Diakui Syaiful, pihaknya akan terus memfasilitasi para seniman Betawi untuk terus berkreasi, dimana Yayasan Komedi Betawi yang ia bentuk, kini telah banyak melakukan sosialisasi ke masyarakat, dimana seniman Kombet telah menghibur masyarakat ibukota Jakarta, dengan berkeliling Jakarta, hal tersebut juga sebagai bentuk menghibur masyarakat secara langsung, tegas penggerak seni budaya Betawi ini

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.