Bicara Budaya Dimata Budayawan Senior Deddy Sutomo


Kita ketahui Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan juga adat istiadat. Budaya Indonesia yang beragam inilah yang membuat Indonesia dikenal di dunia Internasional. Namun akhir-akhir ini budaya di Indonesia mulai luntur dengan semakin maraknya arus demokrasi dibangsa ini.

            Dedy Sutomo seorang budayawan dan juga pemain film senior ini kita kenal adalah seorang yang terus melestarikan budaya di Indonesia. Priayang pernah menjadi seorang guru SMEA di Klaten ini adalah salah satu Dewan Pembina Forum Masyarakat Perantauan (KASMARAN). Beliau memang termasuk masyarakat perantau yang tinggal di ibukota Jakarta. Direktur Utama Tvlink dan radio GGlink Leles Sudarmanto berkesempatan berdialog bersama beliau membicarakan fenomena budaya di Ibukota Jakarta di Studio Tvlink.

            Sebagai masyarakat perantau yang tinggal di Jakarta beliau mengomentari budaya yang ada di Jakarta telah luntur ditelan oleh arus demokrasi dan juga dikarenakan Jakarta warganya terdiri dari beragam macam suku. Di Jakarta seharusnya ada seorang pemimpin yang mampu menjadi panutan dan mengerti apa itu budaya universal. Menurutnya Indonesia harus memiliki basic yang membuat Indonesia terus memiliki budaya yang kuat.

            Dedy Sutomo sangat prihatin dengan kondisi di Jakarta yang unsur budayanya telah luntur. Dia berharap dengan akan diselenggarakan pemilukada di DKI Jakarta akan terpilih seorang pemimpin Ibukota yang mampu mengangkat kearifan lokal melalui kebudayaan Betawi, ujar pemain film Janur Kuning ini. Memang dapat diakui dengan mayoritas penduduk di Jakarta adalah para masyarakat perantauan, jadi dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu menyatukan budaya diantara orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda di Ibukota Jakarta.

            Ketika ditanya soal calon Gubernur DKI Jakarta yang memiliki kepedulian terhadap budaya dan mencintai budaya dia menjawab sosok itu ada di seorang Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan Jokowi. Menurutnya Jokowi memiliki wawasan yang luar biasa untuk memimpin Jakarta dan Jokowi adalah sosok pemimpin yang kompromistis, ucapan dan perbutan beliau mampu dipertanggungjawabkan. Jokowi seorang yang sangat menghargai budaya universal. Ambil contoh Jokowi pernah mengadakan Festival Budaya Internasional di kota Solo. Disamping itu Jokowi adalah pemimpin yang berkarakter dan low profile, dia mau langsung mendatangi budaya-budaya yang ada. Contoh di Solo ia mampu mengatur pasar-pasar tradisional dengan cara mengunjungi langsung para pedagang pasar. Dedy Sutomo sebagai masyarakat perantauan yakin Jokowi dapat memberi kontribusi dan subsidi untuk membuat berkembangnya budaya daerah di kota Jakarta.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.