Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Yayasan Juang Anak Bangsa Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama

Setelah beberapa waktu lalu memberikan santunan 500 anak yatim serta anak dari keluarga Dhuafa dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional, pada Jumat (27/7) Yayasan Juang Anak Bangsa dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) bertempat di Kampung Ancol Selatan Jakarta Utara, kembali menggelar acara Santunan Anak Yatim dan Anak dari Keluarga Dhuafa.

Menurut Ketua panitia yang juga Ketua Yayasan Juang Anak Bangsa, Fahruddin Gani, santunan kali ini diberikan pada 250 anak yatim piatu dari Kecamatan Tanjung Priuk, Ancol, Warakas dan Cilincing, bertepatan dengan bulan Ramadhan, dalam HAN ini kita juga ajak anak-anak untuk berbuka puasa bersama, menerima siraman rohani serta menikmati hiburan-hiburan anak.

Kegiatan santunan merupakan kegiatan rutin Yayasan Juang Anak Bangsa dalam kegiatan sosial, sebagaimana yang diamanatkan pada Keputusan Presiden RI no.44 tahun 1984, tentang hari anak nasional, dimana dalam memberikan hak anak, bukan saja menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh komponen masyarakat, oleh sebab itu kami juga mengucapkan terimakasih pada seluruh sponsor pendukung yang telah membantu terselenggaranya peringatan Hari Anak Nasional tahun 2012 ini, tegas Fahruddin Gani.

 
Jennet S panitia kegiatan HAN juga menambahkan, bahwa Buka Puasa bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu serta Anak dari Keluarga Dhuafa ini merupakan kegiatan peringatan Hari Anak Nasional, dengan tema “Aku Anak Indonesia Peduli Kesehatan Demi Masa Depan Bangsa”, dimana kita mengajak anak-anak untuk senantiasa hidup bersih dan sehat, melalui hiburan-hiburan yang disuguhkan pada anak, kita sisipkan pesan untuk hidup sehat, seperti harus cuci tangan sebelum makan, sikat gigi dua kali sehari, makan makanan yang sehat dan bergisi, serta kita berikan santunan uang dan produk kesehatan serta peralatan sekolah, seperti Sabun Mandi, Shampoo, odol, Sikat Gigi, handuk, dan peralatan tulis. Dengan diisi berbagai hiburan kita juga berharap anak-anak Yatim Piatu dan anak dari keluarga Dhuafa turut bersenang-senang dengan berbagi kebahagiaan dan kepedulian terhadap sesama, papar Jennet.

Ditempat yang sama anggota DPRD dari yang juga Sekretaris Komisi C DPRD DKI, Santoso pada wartawan mengaku berterimakasih pada seluruh jajaran pengurus Yayasan Juang Anak Bangsa yang telah peduli pendidikan dan peduli anak yatim, dengan kegiatan bhakti sosial di Jakarta Utara ini, mudah-mudahan akan bisa diikuti oleh Organisasi kemasyarakatan dan Yayasan yang lain, kegiatan seperti ini bisa dicontoh, dan saya juga mengucapkan terimakasih pada sponsor pendukung yang telah membantu masyarakat kurang mampu, pinta Santoso yang juga anggota Fraksi Demokrat DPRD DKI ini.



YPSI Gelar Seminar Hak Anak dan Manfaat Catur Bagi Perkembangan Anak


Dalam mewujudkan hak Anak, khususnya mereka yang berkebutuhan khusus serta dalam mensosialisasikan olahraga Catur dikalangan Sekolah, bertempat di  Aula SMA Negeri 1 Ciruas Serang, Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia (YPSI) bersama Kingdom Of The Netherlands pada Jumat,  27 Juli 2012 menggelar acara Seminar Hak Anak.

Direktur Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia, Titin Kustini disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa Seminar ini merupakan upaya mensosialisasikan olahraga Catur di Provinsi Banten, serta sebagai tindak lanjut dari kegiatan iven lomba catur beberapa hari lalu, dan YPSI juga telah menerbitkan buku Bimbingan Bemain Catur yang bisa digunakan anak-anak maupun orang dewasa dalam mempelajari permainan Catur.

Kegiatan Lomba dan Seminar ini digelar juga mengacu pada Konvensi Hak Anak, dimana kita ingin memberikan kesempatan yang lebih luas lagi pada anak berkebutuhan khusus untuk berinteraksi dengan anak yang dalam kondisi normal, sebagaimana kegiatan lomba catur yang sudah digelar, terbukti mereka yang berkebutuhan khusus dapat berhadapan dengan yang normal, dan ternyata anak berkebutuhan khusus juga mampu menjadi pemenang serta masuk dalam 20 besar.

 
Dari 13 Sekolah baik sekolah SD, SMP, SMA/K dan Sekolah Berkebutuhan Khusus yang telah mengembangkan olahraga Catur di Provinsi Banten ini, saat ini telah lahir pecatur handal, mereka mampu tampil dalam iven olahraga seperti Pekan Olahraga Kota Tengarang serta Pekan Olahraga Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Serang, dan kita berharap kedepan akan muncul Master Catur dari Banten yang tampil di Iven Nasional maupun Internasional, dan pengembangan olahraga Catur juga diharapkan akan dapat diikuti oleh Sekolah lain, baik di Provinsi Banten maupun Provinsi lain di Indonesia, papar Titin Kustini.
Sementara ditempat yang sama, kepala sekolah kebutuhan khusus YDKW-Karawaci Tangerang, Drs Abdul Rahim juga mengaku gembira dan berterima kasih kepada YPSI, karena dengan catur, selain dapat menumbuhkan keahlian bagi anak, program ini juga menjadi sebuah asimilasi antara anak dengan kebutuhan khusus dan anak normal, sehingga dapat membuat anak-anak kami yang berkebutuhan khusus, tidak merasa dikucilkan, paparnya. 

 
Asep Yanto, Panitia acara juga menambahkan bahwa Catur disamping dapat mengharumkan nama Sekolah, Daerah maupun Bangsa dan negera, tetapi Catur juga mampu membentuk karakter anak lebih sportif, tegas, berani dan berdisiplin oleh sebab itu kita akan terus lakukan dorongan pada Sekolah-sekolah untuk menjadikan Catur sebagai olahraga yang harus dikembangkan pada anak di sekolah, pintanya.

Melalui SIMAK UI, Syaiful Amri Lolos Pada Program S3 Sastra Budaya


Meski disibukkan dengan dunia Sinetron Dalam Mihrab Cinta, artis ibukota yang satu ini masih terus mengejar ilmu, Seniman Betawi alumni Institute Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Teater yang telah menyelesaikan Pendidikan S2 bidang Manajemen Pemasaran ini, kini kembali mengejar Program Doktor, (Strata 3) program Studi Sastra Budaya dari Universitas Indonesia.

Syaiful Amri yang kini menjadi Mahasiswa Program Doktor Sastra Budaya Universitas Indonesia berkat keuletannya dalam mengikuti seleksi penerimaan Seleksi Masuk (SIMAK) Universitas Indonesia, yaitu salahsatu pola seleksi masuk untuk jenjang program Doktor, serta upaya pemerataan kesempatan belajar di UI, dimana SIMAK-UI dilaksanakan secara serentak, sehingga siswa atau siapapun yang ingin masuk UI dapat mengikuti seleksi di beberapa lokasi kota terdekat dengan tempat tinggalnya,
Dan kini Syaiful Amri merupakan mahasiswa S3 yang lolos diterima di Program Studi Sastra Budaya.

Dalam paparanya Sutradara Komedi Betawi (Kombet) yang sudah lebih dari 60 episode tampil di Gedung Kesenian Jakarta oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi DKI Jakarta ini, menampilkan paparan dengan judul “Lenong Betawi”, dimana Lenong merupakan Seni Budaya yang hingga kini masih eksis.



Diakuinya bahwa perkembangan Lenong hingga saat ini masih digemari masyarakat, dan dirinya yakin Leong masih punya potensi unik untuk dikembangkan, namun sebagai seniman Betawi, Syaiful Amri mengaku sangat prihatin dimana saat ini banyak seniman yang bermain lenong, namun telah keluar dari pakem yang ditentukan, oleh sebab itu melalui jenjang Program Doktor Program Sastra Budaya ini, dirinya ingin terus melakukan penelitian akan pakem-pakem lenong, ungkapnya.

Diakui Syaiful, pihaknya akan terus memfasilitasi para seniman Betawi untuk terus berkreasi, dimana Yayasan Komedi Betawi yang ia bentuk, kini telah banyak melakukan sosialisasi ke masyarakat, dimana seniman Kombet telah menghibur masyarakat ibukota Jakarta, dengan berkeliling Jakarta, hal tersebut juga sebagai bentuk menghibur masyarakat secara langsung, tegas penggerak seni budaya Betawi ini

Buka Puasa Bersama, BAMUS BETAWI Tingkatkan Dukungan Foke - Nachrowi


Bertempat di Hotel Twin Jakarta Barat, dalam upaya memperkuat tali silaturahim, Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi),  menggelar acara “Buka Puasa Bersama”, hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Bamus Betawi, H Nachrowi Ramli, serta tokoh-tokoh Betawi pendiri Bamus Betawi.

Ketua Panitia acara  Hj Ida Wara Suprida SH, menegaskan bahwa kegiatan kali ini merupakan kegiatan buka puasa bersama keluarga Besar Bamus Betawi yang diikuti oleh seluruh Ormas Betawi yang ada dalam Bamus Betawi, melalui kegiatan ini kita ingin seluruh Ormas Betawi dapat mensukseskan Pemilukada DKI Putaran Kedua yang akan digelar 20 September mendatang, bagaimana seluruh Ormas Betawi dapat mensukseskan pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Bamus Betawi meminta anggota Ormas Betawi jangan sampai ada yang golput dan salah pilih, apalagi saat ini KPUD DKI memberikan kesempatan pada warga Jakarta yang pada putaran pertama tidak terdaftar, untuk segera melaporkan diri melakukan pendaftaran ulang, mari kita sukseskan Pilkada untuk memilih pemimpin Jakarta yang benar-benar memahami permasalahan Jakarta serta telah berbakti pada warga Jakarta, kita tidak ingin warga Betawi salah pilih, karena kita ingin memilih pemimpin yang juga seorang Muslim sebagaimana yang sudah diajarkan dalam ajaran Islam, tegas Pengacara Kondang ini.


Ketua Umum BAMUS Betawi,  H Nachrowi Ramli mengucapkan terimakasih pada seluruh Ormas Betawi yang telah mensukseskan Pilkada Putaran Pertama, dan rapatkan barisan dalam Putaran Kedua, dengan Siraman Rohani dalam acara Buka Puasa Bersama jajaran Bamus Betawi ini, mudah-mudahan kita semua akan memperoleh Rahmat dari Allah SWT akan meridhohi kita semua, Pilkada DKI belum selesai, meskipun putaran pertama berada diurutan kedua, namun kita semua harus optimis di putaran kedua, pasangan Foke – Nachrowi nomor urut 1 dapat menjadi pemenang pada putara kedua, umat Islam wajib memilih pemimpin yang juga seorang muslim, tegas H Nachrowi.

Saat dimintai tanggapan akan dukungan Parpol pada pasangan Foke – Nachrowi, Ketua Umum Bamus Betawi ini mengaku telah memperoleh dukungan dari Partai yang pada putaran pertama belum bergabung dan kini telah mendukung pasangan Foke – Nachrowi, seperti PPP, Golkar dan Partai Non Parlemen, dan kita juga berharap PKS dapat segera bergadung, sehingga program membangun Jakarta yang lebih baik, bisa segera terwujud, dalam menyongsong putaran kedua hendaknya mari kita terus meningkatkan ketagwaan pada Allah SWT, ajaknya.

Kadisorda DKI Tutup Futsal Nabaja Cup III


Naposo Batak Jabodetabek, sebagai salahsatu wadah bagi Pemuda Batak di Jakarta dan sekitarnya, dalam upaya menjalin kerukunan sesama pemuda Batak, bertempat di GOR New Center Jakarta Timur, menggelar iven rutin lomba Futsal, dan dalam lomba Futsal Nabaja Cup ke III tersebut, ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Ratiyono mewakili Gubernur DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Ratiyono meminta pada seluruh pemuda yang tergabung dalam Naposo Batak Jabodetabek untuk tetap mengembangkan olahraga seperti Futsal ini, iven lomba yang digelar diharapkan akan dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatauan, serta meningkatkan sportifitas diri, paparnya.

Ketua Umum Ketua Umum Naposo Batak Jabodetabek Darman Siahaan didampingi Ketua Umum Naposo Batak Jabodetabek Darman Siahaan pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur dalam pelaksanaan lomba hingga Final Turnamen Futsal NABAJA CUP ke III ini dapat berjalan sebagaimana yang kita inginkan dan tidak terjadi perkelahian, ini menunjukkan seluruh peserta turnamen memiliki sportifitas tinggi, dan tetap menjunjung rasa persatuan dan kesatauan.
Turnamen Futsal NABAJA CUP ke III ini diikuti oleh 96 peserta yang terdiri dari 80 peserta Putra dan 16 Peserta Putri, dan dibagi dalam tiga kelompok yaitu, dari kelompok komunitas Marga, Kelompok Kerohanian dan kelompok komunitas daerah,  sehingga kebersamaan akan terus terjalin, paparnya. (Rul).

Penuhi Hak Anak, YPSI Gelar Catur


Anak memiliki peran strategis dalam menatap masa depan bangsa, dan sebagaimana yang diatur dalam Konvensi Hak Anak, bahwa anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai potensi masing-masing, dan anak juga harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.

Catur merupakan olahraga yang digemari oleh semua golongan termasuk anak, olah raga ini juga terus dikembangkan disekolah umum maupun sekolah berkebutuhan khusus, yang bertujuan selain meningkatkan ketrampilan anak juga menumbuhkan rasa percaya diri, disiplin serta menumbuhkan kebersamaan. 

Berangkat dari hal tersebutlah, Bertempat di GOR Kota Tangerang, Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia (YPSI), bekerjasama dengan Kedutaan Negara Belanda serta KONI dan Pemkot Tangerang pada Selasa (17/7) menggelar Lomba Catur bagi Penyandang Tuna Rungu, Tuna Grahita dan Tuna Daksa, 


Saat membuka acara Perwakilan Kedutaan Negara Belanda, Yurens  mengaku bangga dengan digelarnya lomba catur ini, di Belanda juga ada taman yang menyediakan tempat untuk bermain catur, oleh sebab itu diharapkan Pemerintah juga akan lebih banyak menyediakan taman bermain catur. Ini untuk meningkatkan ketrampilan bagi generasi mendatang, paparnya.

Sementara  Ketua Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia, Titin Kustini disela acara tersebut menjelaskan, bahwa kegiatan ini juga dalam upaya pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan serta peningkatan Solidaritas anak dengan pemenuhan khusus.
Seluruh peserta yang berjumlah 250 anak mulai dari SD, SMP dan SMA berkebutuhan khusus,  memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya bermain catur, acara tersebut juga diikuti oleh siswa yang dalam kondisi normal, mereka berbaur dan berhadapan dalam turnamen, sehingga akan terjadi interaksi yang baik, dan terjalin rasa persatuan dan kesatuan sesama mereka. 

Disamping itu dalam kegiatan kali ini juga dilakukan sosialisasi Hak Anak, dan UU Perlindungan Anak, yaitu UU No.23 Tahun 2002, agar para peserta dan masyarakat umum memahami akan perlindungan dan peningkatan solidaritas pada anak penyandang tuna, pengembangan olahraga catur ini juga diharapkan akan diikuti dengan pengembangan catur di Sekolah masing-masing, pinta Titin Grahita

Walikota Jaktim, H Murdhani Terima Anugerah Bintang LVRI


Bertempat di Gedung Serba Guna Blok C Kantor Walikota Jakarta Timur, pada Rabu(18/7), Walikota Jakarta Timur,H Murdhani menerima Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia, yang diserahkan langsung oleh Ketua LVRI Provinsi DKI Jakarta, HW Sriyono, hadir juga dalam acara tersebut Dandim 0505/JT Letkol Arh Hamim Tohari,MA, beberapa pengurus LVRI DKI, LVRI Kota Jakarta Timur, para Camat, Lurah dan pejabat dilingkungan Pemkot Jaktim.

Dalam sambutannya, Ketua DPD LVRI DKI Jakarta, Kolonel,CPM( Purn) H.W Sriyono mengatakan, tanda penghargaan ini diberikan atas kontribusi dan kepedulian Pemerintah Kota Jakarta Timur, dalam memajukan perkembangan LVRI selama ini, dan Walikota Jaktim adalah Pembina LVRI Kota Jakarta Timur.

Kerjasama selama ini cukup baik, contohnya seperti saat penanaman pohon di bantaran Kanal Banjir Timur (BKT), para Vetaran DKI Jakarta,serta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur, Remaja masjid dan Remaja Geraja, sama-sama melakukan penghijauan di areal BKT, dan ini mendapat sambutan baik dalam membangun keberagaman dan kebersamaan di Jakarta Timur.

” Tanda penghargaan ini, merupakan salah satu bentuk tanda penghargaan tertinggi di LVRI dan mempunyai kriteria yang cukup sulit sehingga terbatas dalam pemberiannya, da ditahun 2012 ini, LVRI Pusat hanya memberikan tanda penghargaan pada 3 Gubernur serta 4 Walikota, dan salahsatunya adalah Walikota Jakarta Timur, yang juga putra Veteran Pejuang, tegas HW Sriyono.
Dalam sambutannya Walikota Jakarta Timur,H Murdhani, seusai menerima Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia  mengaku bersyukur atas penghargaan ini, sebagai bukti kerjasama yang baik antara Pemkot Jaktim dengan para Pejuang Kemerdekaan, diakuinya Pemerintah Kota Jakarta Timur tidak memiliki banyak anggaran untuk bantuan bagi LVRI, tetapi dengan komitmen jajarannya, dengan anggaran seadanya telah membantu semampunya.

Sebagai anak Pejuang Kemerdekaan berpangkat Sersan Mayor, H Murdhani mengaku bangga bisa menjadi Walikota, meskipun semasa kecil penuh dengan perjuangan hidup, karena saat itu Tentara gajinya sangat kecil,  “Alhamdulillah,kami ucapkan syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh LVRI, penghargaan ini merupakan anugerah dan amanah yang harus dijaga dengan baik,” papar H Murdhani.

Walikota juga memuji para Vetaran Pejuang Kemerdekaanyang telah berjuang tanpa pamrih, Perjuangan mereka tak pernah redup baik saat merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan  maupun setelah kemerdekaan, semangat kepedulian beliau terhadap bangsa tak kenal lelah hingga nyawa pun berani dipertaruhkan, demi menjaga keutuhan NKRI, dan berharap nilai-nilai kejuangan tersebut dapat dicontoh oleh para generasi penerus bangsa, pinta Ketua Umum FORKABI ini.

Warga Jakarta Inginkan Perubahan, Jokowi Unggul di 5 Kota se-Jakarta


Perolehan suara pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) unggul atas pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke-Nara) di lima wilayah. Hanya di Kabupaten Kepulauan Seribu, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama kalah dari Fauzi Bowo-Nachrowi¸kenyataan tersebut membuktikan bahwa warga Jakarta memang menginginkan perubahan.

Menurut Jusuf Kalla, pilkada DKI bisa saja menjadi gambaran Pemilu dan Pilpres 2014. Jika kondisinya sama, rakyat memang akan memilih calon yang memiliki rekam jejak yang lebih baik. "Kalau kondisinya sama, ya tentu sama. Artinya, calon-calon itu yang punya track record dan dosanya tidak ada. Seperti orang masuk surga, amal dikurangi dosa," katanya. 

Diakui Jusuf Kalla, figur lebih penting daripada partai dalam pilpres. Meskipun demikian, partai yang memiliki basis massa yang kuat sangat membantu. "Partai yang pertama itu syarat. Partai berpengaruh kalau dia itu efektif. Orang-orang kita punya pilihan partai berbeda dengan pilihan presiden," ujarnya.

Sementara dari hasil Rekapitulasi perolehan suara pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran pertama ini secara resmi diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, Jumat (20/7) lusa. Namun, data sementara yang diperoleh dari KPU DKI di lima wilayah dan Kabupaten Kepulauan Seribu menunjukkan pasangan cagub dan cawagub nomor urut 3, Jokowi-Ahok, mengungguli pasangan cagub dan cawagub nomor urut 1, Fauzi-Nachrowi. Meski Jokowi-Ahok unggul meyakinkan, namun pilkada DKI tetap dilakukan dua putaran. 

Pasangan Jokowi-Ahok unggul di wilayah Jakarta Pusat dengan perolehan suara 193.448 diikuti pasangan Fauzi-Nachrowi 170.006. Di Jakarta Timur, Jokowi-Ahok 502.616, Foke-Nara 438.393; Jakarta Utara, Jokowi-Ahok 325.569, Foke-Nara 214.449; Jakarta Selatan, Jokowi-Ahok 357.172, Foke-Nara 319.389; Jakarta Barat, Jokowi-Ahok 467.081, Foke-Nara 327.495, sedangkan di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jokowi-Ahok 1.273, sementara Foke-Nara 6.916.

Anggota Komisi C (Bidang Keuangan) DPRD DKI yang juga anggota tim sukses pasangan Fauzi-Nachrowi, Ahmad Husein Alaydrus, mengatakan, salah satu faktor kekalahan petahana adalah tidak efektifnya tim sukses yang menggalang massa di lapangan.
"Fakta yang disampaikan timses berbeda antara kenyataan di lapangan dan yang dilaporkan kepada Fauzi-Nachrowi. Kita setuju timses dievaluasi menyeluruh. Kita tetap optimistis di putaran kedua," kata Ahmad Husein Alaydrus.

Bicara Budaya Dimata Budayawan Senior Deddy Sutomo


Kita ketahui Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan juga adat istiadat. Budaya Indonesia yang beragam inilah yang membuat Indonesia dikenal di dunia Internasional. Namun akhir-akhir ini budaya di Indonesia mulai luntur dengan semakin maraknya arus demokrasi dibangsa ini.

            Dedy Sutomo seorang budayawan dan juga pemain film senior ini kita kenal adalah seorang yang terus melestarikan budaya di Indonesia. Priayang pernah menjadi seorang guru SMEA di Klaten ini adalah salah satu Dewan Pembina Forum Masyarakat Perantauan (KASMARAN). Beliau memang termasuk masyarakat perantau yang tinggal di ibukota Jakarta. Direktur Utama Tvlink dan radio GGlink Leles Sudarmanto berkesempatan berdialog bersama beliau membicarakan fenomena budaya di Ibukota Jakarta di Studio Tvlink.

            Sebagai masyarakat perantau yang tinggal di Jakarta beliau mengomentari budaya yang ada di Jakarta telah luntur ditelan oleh arus demokrasi dan juga dikarenakan Jakarta warganya terdiri dari beragam macam suku. Di Jakarta seharusnya ada seorang pemimpin yang mampu menjadi panutan dan mengerti apa itu budaya universal. Menurutnya Indonesia harus memiliki basic yang membuat Indonesia terus memiliki budaya yang kuat.

            Dedy Sutomo sangat prihatin dengan kondisi di Jakarta yang unsur budayanya telah luntur. Dia berharap dengan akan diselenggarakan pemilukada di DKI Jakarta akan terpilih seorang pemimpin Ibukota yang mampu mengangkat kearifan lokal melalui kebudayaan Betawi, ujar pemain film Janur Kuning ini. Memang dapat diakui dengan mayoritas penduduk di Jakarta adalah para masyarakat perantauan, jadi dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu menyatukan budaya diantara orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda di Ibukota Jakarta.

            Ketika ditanya soal calon Gubernur DKI Jakarta yang memiliki kepedulian terhadap budaya dan mencintai budaya dia menjawab sosok itu ada di seorang Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan Jokowi. Menurutnya Jokowi memiliki wawasan yang luar biasa untuk memimpin Jakarta dan Jokowi adalah sosok pemimpin yang kompromistis, ucapan dan perbutan beliau mampu dipertanggungjawabkan. Jokowi seorang yang sangat menghargai budaya universal. Ambil contoh Jokowi pernah mengadakan Festival Budaya Internasional di kota Solo. Disamping itu Jokowi adalah pemimpin yang berkarakter dan low profile, dia mau langsung mendatangi budaya-budaya yang ada. Contoh di Solo ia mampu mengatur pasar-pasar tradisional dengan cara mengunjungi langsung para pedagang pasar. Dedy Sutomo sebagai masyarakat perantauan yakin Jokowi dapat memberi kontribusi dan subsidi untuk membuat berkembangnya budaya daerah di kota Jakarta.

BLUEFORCES JAYAKARTA DUA PULUH EMPAT JAM BERJUANG UNTUK FAUZI-NACHROWI


Mendekati  11 Juli 2012, intensitas warga Jakarta dalam kerja-kerja politik makin menghangat. Mengingat pelaksanaan pesta demokrasi lokal lima tahunan, yakni pemilihan kepala daerah akan segera berlangsung. Kegiatan penggalangan, sosialisasi dan perekrutan kader penggerak di masyarakat mewarnai tingginya intensitas kerja-kerja politik tersebut.  Semua timses dari para kandidat melakukan hal yang sama, pun demikian pula halmya bagi ormas atau LSM yang mendukung enam kandidat yang telah terdaftar di KPUD Jakarta. Begitu pula dengan Komite Markas Wilayah Blueforces DKI Jakarta atau yang lebih sering disebut Blueforces Jayakarta. Organisasi massa yang berbasiskan kepemudaan ini merupakan veteran sejak pemilukada tahun 2007 dan berada dalam barisan pendukung Fauzi Bowo. 

 Dan dimasa menjelang pemilukada Jakarta kali ini, Blueforces berbeda dengan kebanyakan organisasi lain yang berlomba-lomba mendeklarasikan diri mendukung salah satu cagub-cawagub. Sejak dari pertengahan tahun 2011 lalu, Blueforces Jayakarta telah melakukan kerja-kerja politik riil dalam menggalang potensi voters melalui dua cara, yakni penggalangan melalui kegiatan sosial dan pendataan pemilih secara door to door. “Periode sebelum tahun 2012 sejak bulan Ramadhan tahun lalu, kami melakukan berbagai kegiatan sosial seperti Berbuka Puasa bersama santunan anak yatim, penyembelihan hewan kurban saat iedul Adha, pendampingan kunjungan Gubernur ke segenap penjuru Jakarta, diskusi public dan sebagainya. Dan memasuki awal tahun 2012 hingga kini kami melakukan penggalangan potensi pemilih dari pintu ke pintu,” demikian kata Ocho Santoso, Ketua Blueforces Jayakarta saat konsolidasi Blueforces Jakarta Barat  di Kedoya beberapa waktu lalu. 

Lebih lanjut Ocho yang juga mantan Wakil Komandan Menwa Jayabaya ini menyatakan bahwa Blueforces Jayakarta telah menyiapkan 616 anggotanya dari lima wilayah kota untuk melakukan penggalangan suara secara door to door.  Para anggota Blueforces ini telah di training khusus untuk mendata setiap kepala keluarga berikut jumlah anggota keluarganya. Hingga berita ini diturunkan sudah terdata sekitar 8000 KK se Jakarta yang siap menyumbangkan suara untuk kemenangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli melalui penggalangan Blueforces, dan jumlah itu akan semakin membesar diwaktu yang akan dating hingga masuk masa pemilihan. Dengan asuimsi satu keluarga mampu menghimpun 10 suara, maka Blueforces optimis dapat menggalang ratusan ribu suara. Dengan begitu upaya menuju satu putaran sangat yakin akan diraih. Selain upaya fisik, pihaknya juga selalu berdoa untuk mencapai tujuan dimaksud. Dalam menjalankan aktifitasnya ini, para anggota Blueforces menjadi relawan dalam perjuangan memenangkan fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, bekerjasama dengan Forum Bersama Jakarta (FBJ) yang merupakan timses dari pasangan Fauzi-Nachrowi. Selama 24 jam mereka terus bekerja, dari  pagi ke pagi. Mulai dari memapping wilayah kerja, mendatangi sasaran dan bersilahturahmi dengan penduduk, merekap data hingga melakukan penyimpanan data ke komputer. Dengan melakukan teknik kampanye sepertyi ini, Ocho yakin bahwa kemenangan satu putaran dapat dirai. “Rata-rata para warga yang kami datangi cukup senang dan merasa mendapatkan kehormatan serta secara sukarela menyatakan dukungan ke Fauzi-Nachrowi, karena dengan cara ini mereka merasa didatangi langsung oleh kandidat yang kami usung” demikian Ocho menjelaskan lebih lanjut. 

Tiada hari tanpa penggalangan potensi suara. Tampaknya tekad ini benar-benar dijalankan oleh para anggota Blueforces yang rata-rata berusia muda dengan semangat. Sesuai dengan motto organisasi ini yakni, Loyal, dinamis dan Militan. Militansi para anggota Blueforces ini sepertinya ditanamkan oleh Sang Commandante (pimpinan tertinggi) Blueforces yakni Erwin H. Al-Jakartaty, seorang tokoh pemuda nasional yang juga merupakan salah seorang pendiri organisasi ini. Erwin yang juga salah seorang Ketua DPP KNPI dan merupakan mantan aktifis mahasiswa 98 ini selalu memompakan semngat kepada kader-kader Blueforces agar tidak mementingkan diri sendiri dan menjunjung tinggi kebersamaan. Keterlibatan Blueforces yang begitu mendalam dalam perjuangan pilkada Jakarta bersama pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ini baginya merupakan kepedulian pemuda untuk pembangunan Jakarta sebagai ibukota Negara lebih baik l;agi. Bagi Blueforces, duet Fauzi-Nachrowi adalah figur yang sangat tepat membangun Jakarta, mengingat bahwa kedua tokoh ini sarat pengalaman, cerdas, santun dan dekat dengan masyarakat Jakarta dari berbagai kalangan. Kepemimpinan Fauzi Bowo dalam lima tahun terakhir sudah cukup terasa pengambangannya, banjir mulai berkurang, pendidikan 9 tahun gratis, pelayanan kesehatan untuk orang miskin makin membaik dengan sistem SKTM, perekonomian meningkat hingga APBD pun membesar. 

Setelah melakukan aktifitas kerja politik dari pintu ke pintu, selanjutnya Blueforces akan terus mengawal perjalanan Fauzi-Nachrowi hingga masa pemilihan nanti. “Kami masih merencanakan kegiatan dipenghujung masa sosialisasi ini dan kampanye nanti dengan beragam kegiatan yang menyentuh masyarakat di tingkatan graassroot,” Kata Ocho menambahkan. Kerja 24 Jam dalam proses penggalangan ini tidak dijadikan beban oleh Blueforces Jayakarta yang dipimpinnya, malah hal ini dijadikan kesempatan guna mengembangkan dan membesarkan organisasi pemuda yang dipimpinnya ini dengan memanfaat masa pemilukada. Maju terus!!

Dies Natalis Ke 43 STP Trisakti, Kampus Penuh Pesona Diera Global


Bertempat di Kampus Pesona IKPN Tanah Kusir Bintaro, jajaran Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti menggelar acara Dies Natalis ke 43, berbagai kesenian tradisinal mulai dari Kesenian Daerah Aceh, Kesenian Betawi, Jawa hingga Kesenian Maluku memeriahkan hari jadi STP Trisakti tersebut. Hadir juga Ketua Yayasan Trisakti Julius Yudha Halim dan Perwakilan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatir serta perwakilan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Trisakti Julius Yudha Halim mengaku sangat mendukung upaya yang dilakukan STP Trisakti dalam meningkatkan kualitas akademik, dengan adanya peningkatan kualitas dosen untuk memberikan beasiswa para Dosen menyelesaikan S2 dan S3, serta adanya upaya yang akan merenovasi Gedung Kampus STP Trisakti.

Usia 43 tahun ibarat orang dengan usia produktif, dan STP Trisakti telah melahirkan para ahli dibidang kepariwisataan, dan sebagai Perguruan Tinggi Swasta dibidang Pariwisata tertua di Jakarta, hendaknya seluruh jajaran STP Trisakti tidak terlena, namun justru terus tertantang untuk meningkatkan kualitas alumni.
Menyinggung akan adanya sengketa Yayasan Trisakti dengan Rektor Universitas Trisakti, Yudha Halim mengaku sedih  dengan penegakan  hukum yang ada di Indonesia, karena pihaknya sudah lima kali memenangkan proses peradilan serta putusan PK, tetapi 5 putusan tersebut tidak diindahkan dan dilaksanakan oleh pihak berwewenang, kita sudah protes keras, tetapi tidak ada tanggapan, paparnya.

Sementara Ketua STP Trisakti Djoko Sudibyo menjelaskan, bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan lulusan yang berkualitas, oleh sebab itu program kerjasama dengan beberepa Universitas ternama di beberapa Negara seperti di Singapura, Belanda, Malaysia, Taiwan dan Negara lain terus ditingkatkan, demikian juga pemberian beasiswa pada siswa terbaik jumlahnya juga akan ditingkatkan, oleh sebab itu pihaknya juga mengundang beberapa Perusahaan dan Pemerintah Daerah untuk dapat memberikan beasiswa khusus bagi Mahasiswa berprestasi.

Selaku pimpinan STP Trisakti, pihaknya juga bangga dengan para mahasiswa penerima beasiswa luar negeri yang memiliki prestasi membanggakan, demikian juga para alumni yang telah bekerja di beberapa Negara tetangga, juga memiliki prestasi yang baik, sehingga kepercayaan dunia usaha pada STP Trisakti juga terus meningkat¸ oleh sebab itu untuk lebih meningkatkan kualitas lulusan, STP Trisakti sebentar lagi akan memiliki Program Doktor dibidang studi Pariwisata.

Beberapa kajian dibidang Kepariwisataan akan terus ditingkatkan guna meningkatkan peranserta STP Trisakti pada peningkatan Pariwisata secara Nasioal maupun di Daerah-daerah, oleh sebab itu dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, tegas Djoko Sudibyo.
Dalam waktu yang bersamaan, dalam acara puncak Dies Natalis ke 43 tersebut, ST Pariwisata Trisakti juga memberikan penghargaan kepada Dosen serta Karyawan,yang memiliki masa pengabdian, 15, 25 dan 30 tahun, hal tersebut sebagai ungkapan terimakasih ST Pariwisata Trisakti pada mereka yang telah mengabdikan diri dalam pengembangan akademik, dan dengan penghargaan ini,diharapkan akan memicu semangat dan kualitas kerja, yang lebih baiklagi, pintanya. 

Laskar Merah Putih, Gelar Kirab Obor “Satukan Indonesiaku !” Keseluruh Daerah di Indonesia


Menyikapi kondisi Persatuan dan Kesatuan Bangsa yang sudah mulai rapuh dan memudar, telah membuat pesimis para tokoh-tokoh nasional dan pejuang Kemerdekaan, bahkan ada yang meyakini apabila kondisi masyarakat  masih seperti ini, maka diperkirakan pada tahun 2015 Indonesia akan terpecah belah, gejala seperti itu sudah terlihat di Provinsi Aceh, Ambon dan Papua dimana ada sekelompok masyarakat yang ingin memerdekakan daerahnya, belum lagi adanya Organisasi Kemasyarakatan yang sudah tidak lagi mengakui Pancasila sebagai Dasar Negara, serta sebagai azas Ormas tersebut, oleh sebab itu harus ada upaya untuk membangun kembali rasa Cinta Tanah Air dan semangat Bela Negara.

Dan dalam upaya meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, serta memupuk rasa nasionalisme dan Cinta Tanah  Air ditengah masyarakat, bertempat di Leuweung Urug, Gunung Galunggung, Tasik Malaya,  Markas Daerah Laskar Merah Putih Jawa Barat bersama Markas Besar Laskar Merah Putih menggelar acara Haul Bung Karno, acara tersebut dipimpin langsung oleh  Ketua Umum Laskar Merah Putih, H Adek E Manurung SH. 

Rangkaian memperingati Dirgahayu 111 Gelora Kehidupan Bung Karno ini, Laskar Merah Putih juga akan melanjutkan dengan Kirab Obor yang diambil dari Api Abadi dari Gunung Galunggung, dan akan digelar secara Estavet oleh masing-masing Markas Daerah yang dilewati, mulai dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur,  Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga ke Papua, dan diperkirakan akan sampai Papua dalam waktu 2 bulan, oleh sebab itu saya juga menghimbau pada seluruh komponen masyarakat dan bangsa dapat turutserta mensukseskan Obor Satukan Indonesiaku.

Disamping itu Markas Besar Laskar Merah Putih juga mengajak pada seluruh komponen bangsa untuk memegang teguh Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, bagaimana Pancasila dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, kebhinekaan yang ada juga harus dihargai, bahwa NKRI dari Sabang sampai Merauke dan dari Mianga sampai Pulau Rote, terdiri dari berbagai Suku Bangsa, Ras, Agama dan Budaya yang beranaka ragam, empat pilar kebangsaan tersebut harus dipertahankan dan tidak boleh diganggu gugat, dan Laskar Merah Putih siap berada di garda terdepan, apabila ada yang mencoba melenceng dan mengkhianati Pancasila, papar H Adek E Manurung SH.

KNPI Jakata Timur Gelar Pelatihan Menajemen Organiasi


Bertempat di Hotel Mega Matraman Jakarta Timur, sebagaimana Program kepengurusan DPD II, selama 4 hari jajaran  KNPI Kota Jakarta Timur menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi, menurut Ketua KNPI Kota Jakarta Timur, Benny WIjaya SHi, bahwa peserta pelatihan kali ini adalah pengurus KNPI tingkat Kota, KNPI Pengurus Kecamatan dan Pengurus Kelurahan, mereka akan mendulang ilmu dari para pembicara, baik dari Dinas terkait, Kementrian maupun dari Pakarnya.

Pelatihan Manajemen Organisasi juga sebagai upaya meningkatkan ketrampilan bagi generasi muda dalam berorganisasi, sehingga kelak mereka akan benar-benar menjadi generasi bangsa yang berjiwa nasionalisme, berwawasan kebangsaan,  dan tetap berkomitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan telah terbentuknya Pengurus Kecamatan KNPI di 10 Kecamatan serta pengurus 48 Kelurahan, pada bulan ramadhan yang akan datang, KNPI Jakarta Timur akan menggelar Santunan dan Pelantikan Pengurus Kecamatan dan Pengurus Kelurahan, dan mereka setelah dikukuhkan diharapkan akan lebih aktif lagi dalam membantu Pemerintah Daerah, khususnya dalam menangani masalah Kepemudaan, dan permasalahan kemasyarakatan yang lain, dilingkungan mereka tinggal. Oleh sebab itu sebagai Ketua KNPI Tingkat Kota Jakarta Timur, saya berharap seluruh jajaran Pemerintah Daerah mulai dari aparat di Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat Kota/Sudin dapat melakukan kerjasama yang baik dengan KNPI, pintanya.

Saat disinggung tentang Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta, Benny Wijaya mengaku akan turutserta mensukseskan Pilkada tersebut, KNPI memang tidak memihak pada salahsatu kandidat, namun seluruh anggota KNPI diharuskan untuk menggunakan hak pilih, dan turut mensosialisasikan Pilkada yang jujur, transparan dan menjunjung tinggi hak pilih warga.
Seluruh anggota KNPI juga akan menjadi pemantau dalam proses Pilkada tersebut, kita juga berharap seluruh PNS tetap netral tanpa memihak salahsatu kandidat, serta jangan ada pilitik uang di masyarakat, para kandidat agar tidak menggunakan dana APBD untuk kepentingan pilitiknya, karena kita tau ada tiga Cagub dari Kepala Daerah, seperti Fauzi Bowo dari incumbent, Alex Noerdin Gubernur Sumsel dan Joko Widodo dari Walikota Solo, kita tidak ingin dana APBD yang seharusnya untuk membangun masyarakat dan daerah, tapi digunakan untuk kepentingan politik Pilkada, tegasnya.

Alex Noedin : Saya Tidak Mencalonkan, Tapi Diminta Membenahi Jakarta


Disela acara Pergelaran Budaya di Taman Mini Indonesia Indah, didepan warga Sumsel Jabodetabek, Gubernur Sumatera Selatan, Ir Alex Noerdin mengaku ikut Proses Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, 2012 – 2017 adalah panggilang Tugas dari DPP Partai Golkar, untuk membenahi Ibukota Jakarta, dan bukan mencalonkan diri.

Kedatangan ke Jakarta bukan untuk mengadu nasib, dan mencari jabatan sebagai Gubernur, karena saat ini sudah menjabat Gubernur, kedatangan ke Jakarta menurutnya ingin membenahi, karena Kepemimpinan saat ini memang sudah bagus, hanya tidak cukup bagus dan tidak cukup maju, untuk sebuah Ibukota Negara, dengan  APBD DKI sangat besar, tanyanya.
Diberdayakan oleh Blogger.