BNPB Gandeng UNFPA dan BPS Tanggulangi Bencana


Dalam upaya memaksimalkan penangulangan bencana di lapangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, melakukan kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan United Nations Population Fund (UNFPA) serta berkolaborasi dengan Assessment Working Group (yakni: Emergency Capacity Building Project, UNFPA, OCHA, UNICEF, dan WFP) dalam acara tersebut juga digelar Seminar Internasional dengan tema “Optimalisasi Data Kependudukan dan Data Sekunder dalam Penanggulangan Bencana”.
 
Dalam acara jumpa PERS, Dr. Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat data dan Humas BNPB, pada wartawan menjelaskan, bahwa seminar dan MOU ini bertujuan untuk optimalisasi pemanfaatan data lebih khusus lagi data kependudukan dan data sekunder ke dalam program penanggulangan bencana.
“Ketersediaan data penduduk adalah sangat penting pada seluruh fase bencana. Data yang akurat merupakan landasan bagi kesiapsiagaan bencana yang efektif, pencegahan konflik, respon bencana dan proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” tegas  Sutopo.

Kebutuhan data, tambahnya, akan meningkat pada fase kesiapsiagaan untuk penyusunan rencana kontijensi, analisa kerentanan dan sebagai indikator dasar/baseline. Sedangkan pada fase akut, data adalah sangat penting untuk perencanaan dan penyusunan target respon agar memberikan dampak dan selama fase kronis bermanfaat untuk menyusun dan pelaksanaan program jangka pendek yang berorientasi kemanusiaan dan untuk kepentingan monitoring dan evaluasi. Data yang terpercaya juga harus dimanfaatkan juga untuk penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pada fase pasca krisis.

“Diharapkan, penggabungan data kependudukan nanti dapat dimanfaatkan dalam Analisis Risiko Bencana. Selain juga dapat dimanfaatkan untuk sistem data dan informasi dasar dan penilaian kebutuhan bencana atau disaster need assessment, termasuk MIRA (Multi Cluster Initial Rapid Assessment),”kata Deputi Bidang Penangganan Darurat Ir. Dody Ruswandi, MSCE, mewakili Kepala BNPB yang berhalangan hadir. Dari BPS hadir Kepala BPS Dr. Suryamin, M.Sc, dan Kepala Kantor UNFPA Jose Ferraris. Selain itu ada  narasumber dari UNFPA, WFP, dan UNDP.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.