Bagi-bagi Kue Hambalang Sport Center, Penanggung Jawab PT Adhi Karya dan Wijaya Karya


Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sport center di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, terus diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Proyek yang sejak awal hanya terbongkar senilai Rp 1,2 triliun, kini mulai terkuak, seiring diperiksanya beberapa pihak oleh penyelidik KPK.

Proyek bangunan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga yang berdiri di tanah seluas 32 hektare, diduga telah mengalirkan Rp 2,5 triliun untuk semua tahap pengerjaannya, yang dibenarkan oleh pihak KPK.
Hal itu berbeda dengan perhitungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yang menyebut proyek Hambalang seluruhnya menghabiskan anggaran senilai Rp 1,175 trilun.

Namun, Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, anggaran Rp 1,175 triliun hanya untuk biaya konstruksi gedung di Bukit Hambalang, belum termasuk pengadaan barang sekitar Rp 1,4 triliun.
"Rp 2,5 triliun itu konstruksi dan pengadaan barang. Konstruksinya saja cuma Rp 1,1 triliun," jelas Bambang seusai acara diskusi di Kantor KPK, Senin (4/6/2012).

Pengerjaan konstruksi dikerjakan bekerja sama antara PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya (KSO). Proyek juga disubkontrakkan lagi kepada puluhan perusahaan, salah satunya PT Dutasari Citralaras, perusahaan milik istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyah Laila.
Lalu, siapa penggarap tender pengadaan barang dan jasa pada proyek Hambalang? Menurut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, pemilik tender pengadaan barang bukan lah perusahaan jauh. Dia menyebut, Wijaya Karya lah yang mendapatkannya.

Jadi, selain konsorsium dengan Adhi Karya pada tender kostruksi, Wijaya Karya juga telah mendapatkan tender penyediaan barang dan jasanya. Hal itu terkuak saat wartawan bertanya kepada Nazaruddin mengenai perusahaan penyedia barang dan jasa tersebut, seusai menjalani pemeriksaan KPK, Selasa (5/6/2012) malam.

"Pengadaan (tender) tetap Wika (Wijaya Karya). Cuma, nanti suplier (subkontraktor) yang mengatur Mahfud Suroso (Direktur PT Dutasari Ciptalaras)," ungkap Nazaruddin.
Suami Neneng Sry Wahyu mengaku tak mengetahui lebih lanjut, apakah pada pengerjaan tender barang dan jasa Hambalang, juga disubkontrakkan oleh banyak perusahaan, seperti tender konstruksi bangunan atau tidak.

Saat dikonfirmasi, KPK mengaku tengah menelusuri penerima tender pengadaan senilai Rp 1,4 triliun. Tapi, KPK belum bisa menyampaikan kepada publik, karena kasus Hambalang masih berada pada level penyelidikan. "KPK masih telusuri itu, tunggu saja nanti jika ekspose (gelar perkara) dan telah ditemui bukti, pasti diumumkan," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di kantor KPK, Selasa.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.