Santuni 500 Yatim Piatu, Yayasan Juang Anak Bangsa Peduli Pendidikan, Santuni 500 Pelajar Keluarga Dhuafa


Meski Pendidikan Sekolah Dasar sudah tidak dipungut biaya atau gratis, namun pada kenyataannya kebutuhan untuk pendidikan masih tinggi, dan untuk membantu masyarakat kurang mampu, Yayasan Juang Anak 

Bangsa didukung beberapa sponsor, bertempat di Gelanggang Olahraga Jakarta Utara, menggelar acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional, dengan kegiatan Bhakti Sosial,  berupa Santunan dan memberikan bantuan alat-alat sekolah pada Siswa TK dan SD.

Ketua Yayasan Juang Anak Bangsa, Fahruddin Gani disela acara tersebut pada wartawanmenjelaskan, bahwa kegiatan ini, merupakan upaya untuk menggugah semangat belajar anak didik, khususnya dari keluarga kurang mampu, meskipun secara ekonomi keluarga masih kurang, namun kita berharap mereka memiliki semangat yang tinggi untuk meraih cita-citanya, karena keberhasilan dalam pendidikan bukan saja karena materi, tetapi juga memiliki kecerdasan dalam belajar, sehingga kelak mereka dapat menjadi Generasi Bangsa yang unggul, berkualitas dan mampu mengisi pembangunan Indonesia dimasa yang akan datang.



Kegiatan yang juga diisi dengan berbagai hiburan ini, kita juga ingin memberikan hiburan pada anak kurang mampu, atau kurang beruntung, sehingga di Hari Pendidikan Nasional ini mereka juga dapat bersenang-senang sejenak, dan hari esok semangat belajar mereka akan lebih giat lagi, ungkap Fahruddin Gani.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Panitia Jennet S,  bahwa kegiatan ini merupakan bhakti sosial Yayasan JAB yang digelar secara rutin tiap tahun, sebagaimana  yang diamanatkan UU Sisdiknas, bahwa Pendidikan bukansaja tanggung jawab Pemerintah, tetapi juga seluruh komponen masyarakat, oleh sebab itu kami juga mengucapkan terimaksih pada pihak donatur dan sponsor yang telah membantu terselenggaranya Peringatan Hardiknas ini, sesungguhnya acara ini juga sebagai bentuk penghargaan kita sebagai anak bangsa, atas jasa-jasa para Pahlawan Kusuma Bangsa, khususnya Ki Hajar Dewantara,yang telah memperkenalkan pendidikan pada anak-anak bangsa, disaat Penjajah melarang generasi bangsa bersekolah. Namun Ki Hajar Dewantara telah membuat sekolah rakyat, untuk siapa saja, dan tidak harus dari kalangan bangsawan serta Keluarga anak-anak Belanda. Dan kini kita bisa lihat pendidikan sekarang, siapapun dapat meraih cita-cita, tegas Jennet.





0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.