Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Ratna Listy Kembali Terjun ke Dunia Nyanyi


Presenter kondang yang dulu kali pertama merintis karir dari jagad nyanyi seakan ingin kembali ke habitatnya yang lama. Terlebih setelah kontraknya sebagai pembawa acara (host) program ‘Bedah Rumah’ RCTI tak lagi diperpanjang. Namun selama tujuh tahun hadir di program reality show terpanjang tersebut, bikin dirinya  bangga serta lebih bisa mengangkat eksistensinya ke puncak karir.

Sekarang? Dia bilang bagai dilanda rasa kangen untuk kembali mengunjungi para fans yang dulu mengenalnya sebagai penyanyi. Sebab, menurut dia, terakhir di tahun 2010 silam saat meluncurkan album ‘Janur Melengkung’ justru meraih penghargaan Anugherah Musik Indonesia (AMI) Award untuk kategori karya musik berbahasa daerah. Dua tahun vakum nyanyi merasakan kegalauan tersendiri.

Hit single  ‘Jangan Menyerah’ yang dikemas bergaya K-Pop, dia menyebut sebagai karya idealis. “Saya pun masih punya keyakinan,  para fans pasti menunggu comebacknya saya di dunia tarik suara. Ya, mudah-mudahan saja bisa direspon positif para penggemar musik di Indonesia,” papar Ratna Listy, penuh harap.

Tembang ‘Jangan Menyerah’, dikisahkan artis kelahiran Madiun (Jawa Timur) yang kini sudah beranjak usia 38 tahun tersebut, berisi nasehat anti galau. Maksudnya, siapa pun orangnya baik pria atau wanita, tak perlu galau meski ditinggal kekasih. “Sebab kehilangan cinta itu bukanlah segalanya. Nah, lewat lagu Jangan Menyerah, saya ingin memberikan semacam motivasi,” tutur  sarjana administrasi niaga dari Universitas Brawijaya tersebut.

Ratna Listy berani menyebut bahwa ‘cinta pertamanya' di dunia karirnya adalah sebagai penyanyi. Maka itu sampai kapanpun dia tidak ingin meninggalkan. “Saya kangen saja sama dunia panggung (off air) atau tampil di program musik di layar-layar televisi,” aku artis yang juga ibu dari 2 anak yakni Reiki (8) dan Keisha (6).

Tak hanya di dunia presenter dan tarik suara. Ratna Listy pun tergolong laris pula di jagad sinetron dan FTV. Beberapa di antaranya dia pernah ikut terlibat dalam produksi ‘Kabut Sutra Ungu’, ‘Menjemput Impian’ serta FTV ‘Surga Di bawah Telapak Kaki Ibu’. Tak heran jika masyarakat penggemar menyebut dirinya sebagai artis serba bisa

Pembekalan Penerima Beasiswa Unggulan Mahasiswa STP Trisakti, UI, Gunadharma dan STBA LIA


Program beasiswa unggulan (Intellectual Social Responsibility) ini sudah dilakukan sejak tahun 2006, dan sudah lebih dari dua ribu mahasiswa putra-putri terbaik bangsa ini, telah memperoleh beasiswa unggulang, termasuk mereka yang Kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, dan untuk pembekalan mereka saat belajar di negara tetangga, Bertempat di Kampus Pesona Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Bintaro, para mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan Study Lanjut ke Luar Negeri, Biro perencanaan dan Kejasama Luar Negeri Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, memperoleh pembekalan khusus.

 
Yuyun Widyawati, Kepala Fasilitasi Internasional BPK LN Kemendikbud saat membuka acara Pembekalan juga berharap agar para penerima beasiswa unggulan ke luar negeri, dapat berprestasi lebih baik lagi, sebagaimana pesan Mendikbud, di era saat ini, dimana Indonesia akan masuk pada 100 tahun kemerdekaan pada 2045 nanti, bagaimana Indonesia bisa menjadi Negara maju seperti Negara lain di dunia, oleh sebab itu perlu adanya pendidikan tinggi bagi generasi emas, untuk membangun bangsa kedepan lebih baik lagi.

Program studi pariwisata dan hospitality merupakan program yang sangat menantang, dan membutuhkan kreatifitas tinggi, melalui proses nilai pendidikan kepariwisataan berstandar Internasional, dapat meningkatkan kepariwisataan di Indonesia kedepan, apalagi Indonesia dengan kebhinekaannya memiliki aneka ragam seni budaya masyarakat, oleh sebab itu kita juga wajib menjaga karakter bangsa, yang ramah dan santun. Carilah ilmu setinggi-tingginya, namun harus tetap ingat pada Tuhan dan tetap bersyukur, banyaklah belajar dan membaca,  jaga kesehatan saat berada di Negara lain, pinta Yuyun.




Koordinator Biro Perencanaan dan kerjasama Luar Negeri Kemendiknas, Dr.A.B. Susanto Msc juga menambahkan, bahwa Program “Beasiswa Unggulan” merupakan program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diperuntukkan bagi para mahasiswa yang berprestasi, untuk jenjang S1. S2, S3 ataupun S4, pemerintah akan membiayai seluruh biaya study, namun untuk biaya hidup ditanggung keluarga ataupun sponsor yang akan mengirimkan mahasiswanya.

Dana yang digunakan adalah dana milik rakyat, dari sektor pajak, dan akan kita kembalikan untuk membiayai pendidikan rakyat, jadi siapapun berhak memperoleh beasiswa unggulan tersebut, asal memenuhi kreteria yang diharuskan, sesuai dengan visinya, yaitu guna melahirkan kader terbaik banga yang memiliki pemahaman secara komprehenshif, integritas dan kredibilitas tinggi, serta berkepribadian moderat serta peduli terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk Beasiswa Unggulan kali ini juga diberikan pada mahasiswa dari ST Pariwisata Trisakti, Universitas Sahid Jakarta,Universitas Gunadharma, Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA dan mahasiswa Universitas Indonesia, mereka mengikuti kegiatan pembekalan calon mahasiswa penerima beasiswa unggulan studi lanjut ke Luar Negeri. Pembekalan diberikan oleh para pejabat dilingkungan Kemendikbud untuk membekali mahasiswa saat belajar di luar negeri nantinya, tegas AB Susanto.


Sementara dalam sambutanya, Ketua ST Pariwisata Trisakti, Djoko Soedibyo, SE,MM,Ph.D, menegaskan, bahwa STP Trisakti sangat mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM Generasi Penerus Bangsa, melalui program Beasiswa Unggulan ke Luar Negeri seperti ini, bagaimana mereka dapat menguasai ilmu di era global seperti sekarang ini.

Meskipun mereka dituntut memiliki wawasan dan pemikiran global, namun sebagai duta dari Indonesia harus pula mampu menunjukkan budaya masyarakat Indonesia yang santun, ramah dan bercirikhas senibudaya lokal, oleh sebab itu mereka juga harus memiliki ketrampilan dibidang seni budaya, paling tidak mereka harus bisa menunjukkan atraksi budaya daerah, apakah Tari, memainkan alat tradisional (Angklung, Kulintang atau musik Gamelan) serta bisa menyanyikan lagu-lagu daerah, seperti barusan kita lihat para penerima beasiswa di STP Trisakti, mereka mampu menarikan tarian Maluku, tunjukkan pada bangsa lain, bahwa bahwa bangsa Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain, baik dalam ilmu, sikap dan perilaku, bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya,   tegasnya.

Saat ini STP Trisakti juga terus melakukan kerjasama dengan beberapa Perusahaan agar memberikan beasiswa pendidikan, demikian juga Yayasan Trisakti juga memberikan beasiswa khusus bagi anak Yatim Piatu, agar mereka dapat belajar dengan baik di STP Trisakti, termasuk juga ikatan alumni STP Trisakti, mereka juga turut memberikan beasiswa pendidikan, dan tiap tahunnya ada 150 mahasiswa memperoleh beasiswa khusus, tambah Djoko Soedibyo, SE,MM,Ph.D 

Pergelaran Musik Karyacipta Ismail Marzuki, Tingkatkan Semangat Juang Generasi Muda


Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Sudin Kebudayaan  bertempat di Gedung Graha Budaya TIM, menggelar Konser Symphony Orchestra yang dibawakan oleh orchestra dari siswa Perguruan Cikini dan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta, dengan membawakan lagu karya cipta Ismail Marzuki. Acara  tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang diwakili oleh Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan  Pariwisata Sukesti Martono.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur meminta pada seluruh masyarakat Jakarta, Khususnya Pelajar yang turut menyaksikan pergelaran tersebut, agar dapat menghargai karya cipta anak bangsa sendiri, apalagi Ismail Marzuki adalah Sosok Pahlawan Kusuma Bangsa, yang dengan karya­­-karyanya mampu menggugah semangat  juang para pahlawan, dan dengan karyanya juga telah mampu membangun citra bangsa Indonesia dimata dunia. Oleh sebab itu para Pemuda Indonesia dan para seniman, sudah saatnya untuk  berkarya dengan menghasilkan karya seni yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengajak pada masyarakat Jakarta untuk dapat mensukseskan Pesta Demokrasi Pemilukada pada 11 Juli mendatang, dengan menggunakan hak pilihnya, dan dengan konser Symphony Orchestra IKJ dan Perguruan Cikini  ini juga dapat membawa kondisi Jakarta yang lebih sejuk, sehingga Pilkada DKI dapat berjalan dengan aman dan nyaman, pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Kasudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs Sunarto MM, bahwa Pergelaran Symphony ini pihaknya sengaja pengundang 800 penonton Pelajar dari seluruh SMA/K se-Jakarta Pusat, guna meningkatkan apresiasi siswa pada karya cipta Ismail Marzuki, oleh sebab itu pergelaran yang seharusnya digelar Malam hari, namun kali ini kita gelar sore hari, agar para siswa SMA/K dapat menyaksikan dan menikmati karya seniman besar Ismail Marzuki, yang juga putra asli Jakarta (Betawi). Sehingga mereka akan semakin cinta karya seni bangsa sendiri, serta mampu menghargai karya cipta, khsususnya karya Ismail Marzuki.

Dengan mereka hadir bersama menikmati karya seni, Pemkot Jakarta Pusat juga berharap agar para pelajar dapat saling bersilaturahmi, saling mengenal sehingga mampu menghilangkan hal-hal yang kurang baik seperti tawuran,dengan lagu-lagu perjuangan juga diharapkan semangat juang para pemuda akan terus tumbuh, dan nilai-nilai kejuangan juga tertanam pada para siswa-siswi, untuk berjuang tanpa pamrih bagi pembangunan bangsa saat ini,  pinta Sunarto.

Penghargaan untuk Pencapaian Target Perekaman e-KTP



Program e-KTP atau KTP electronic direncanakan akan rampung akhir 2012. Seluruh penduduk Indonesia saat itu diharapkan sudah memiliki e-KTP. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengemukakan program pembuatan electronic KTP (e-KTP) telah sesuai target, dari target yang semula 67 Juta jiwa yang harus dicapai hingga April 2012 namun target yang dicapai sudah melebihi dari 67 Juta jiwa, hingga April 2012 sudah sebanyak 72 Juta penduduk yang telah berhasil melaksanakan perekaman e-KTP.

                Data 72 juta jiwa yang telah melakukan perekaman e-KTP itu tersebar di 197 kabupaten/kota di seluruh tanah air. Bahkan hingga saat ini sudah ada 5 Provinsi yang sudah berhasil merampungkan 100% perekaman e-KTP. Sebelumnya Mendagri telah memberikan penghargaan kepada provinsi Sumatera Selatan(Palembang) dan juga Sumatera Barat(Padang) yang telah berhasil merampungkan 100% perekaman e-KTP sesuai dengan target.

                Pada akhir April lalu Gamawan Fauzi juga memberikan penghargaan terhadap Provinsi DKI Jakarta yang juga menjadi Provinsi yang sesuai target melakukan 100% perekaman e-KTP. Gamawan menyatakan terkesan dengan pencapaian Pemprov DKI Jakarta ini. Menurut dia, tidak mudah menjalankan program e-KTP di Jakarta karena warganya cenderung sibuk beraktivitas sehingga susah meluangkan waktu demi e-KTP. Karena itu, atas keberhasilan Pemprov DKI, ia merasa perlu memberikan penghargaan.

                Provinsi Bangka Belitung juga sukses dalam menyelesaikan perekaman e-KTP, pada Senin(7/5) Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memberikan penghargaan langsung kepada Gubernur Bangka Belitung Ir. H. Eko Maulana Ali di gedung DPD Bangka Belitung. Pada bulan lalu penerapan e-KTP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dari 7 Kabupaten/Kota, 6 Kabupaten/Kota telah menyelesaikan target e-KTP 100%, yaitu Kabupaten Bangka Tengah, Belitung Timur, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung dan Kota Pangkalpinang. sedangkan Kabupaten Bangka sedang dalam proses penyelesaian, dan sudah mencapai di atas 83%. Dan saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyelesaikan 100% perekaman e-KTP.

                Aceh juga mengikuti jejak Provinsi Bangka Belitung yang telah sukses menyelesaikan perekaman e-KTP. Aceh merupakan satu dari lima provinsi yang berhasil merampungkan proses perekaman pada 30 April 2012. Saat menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada penjabat Gubernur Aceh, Tarmizi Karim, dan Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah, Gamawan mengatakan tidak menyangka bila provinsi di ujung barat Sumatera ini bisa menyelesaikan proses perekaman hingga seratus persen.

                Mendagri menargetkan target 172 juta penduduk Indonesia akan selesai pada akhir 2012. Bahkan Mendagri optimis target 172 juta itu akan selesai lebih cepat dari target yang ditentukan dikarenakan banyak provinsi yang termotivasi untuk segera merampungkan target perekaman e-KTP. Semoga dengan penghargaan yang diberikan Mendagri terhadap provinsi yang sukses menyelesaikan perekaman e-KTP dapat diikuti oleh provinsi lain untuk segera merampungkan perekaman e-KTP.

Lemhanas Menuju World Class Institution


Dalam memperingati HUT Lemhannas RI ke 46 tahun beberapa hari lalu, Gubernur Lemhanas RI, Prof Budi Soesilo Supandji didepan wartawan menegaskan, bahwa  Lemhanas RI kini terus berupaya  melakukan penguatan peran,  menuju world class institution. Guna merealisasikan pemaksimalan kinerja organisasi Lemhanas.
Kita terus berupaya melakukan pendekatan pada Negara tetangga dan Negara lain di dunia untuk dapat mengikuti kelas World Class Institution tersebut, agar memahami bagaimana kajian-kajian Lembaga Ketahanan Nasional, saat ini Negara Timur Tengah, Asia Timur, sementara untuk Eropa dan  Amerika masih dalam pendekatan. 

Kelas World Class Institution tersebut tetap mengacu pada pemikiran Asli mengenai Ketahanan Nasional Lemhannas, serta tetap mengacu pada 4 Pilar Kebangsaan, dan bukan ikut-ikutan menjadi seperti yang ada di Negara asing. Bahkan dalam pengajaran kelas World Class Institution tidak melulu menggunakan bahasa asing, tetapi kita gunakan bahasa Indonesia, hal tersebut agar mereka juga memahami sejauhmana pemikiran kita tentang Ketahanan Nasional Indonesia, bagaimana mereka memahami pola fikir orang Indonesia, tegasnya.

Lemhanas juga akan meningkatkan peran dalam wacana publik dan meningkatkan keterlibatan seluruh komponen bangsa dalam pembentukan opini, ketika pergeseran kekuasaan bergerak dari state centered ke people centered. Langkah lain yang akan dilakukan Lemhanas yaitu memastikan kurikulum dan kajian yang up to date, sejalan dengan apa yang terjadi dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara, serta meningkatkan upaya membangun karakter bangsa.

Lemhanas ingin meyakinkan bahwa dalam upaya mencapai lembaga berkelas dunia, tidak akan menghilangkan dan meninggalkan jati dirinya. Sungguh merupakan kesalahan besar jika karena globalisasi, jati diri Indonesia terkikis oleh jati diri lain. Jati diri Indonesia yang kuat adalah prakondisi yang baik untuk mempertahankan dan meningkatkan ketahanan nasional," jelasnya.

Disamping itu Lemhannas RI kini juga telah membuka kelas khusus bagi Kepala Daerah seperti Bupati/Walikota serta Pengusaha untuk mengikuti Pendidikan di Lemhannas, dan saya juga mengajak para wartawan untuk bersama merasakan kursus  Ketahanan Nasional, dengan waktu yang tidak terlalu panjang, karena masih banyak tugas yang diemban. Lemhannas juga tengah menyusun buku-buku kajian Lemhannas dengan bahasa yang lebih sederhana, agar lebih mudah dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia,dari semua golongan. "Lemhanas senantiasa berupaya secara maksimal memperkokoh empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI," kata Gubernur Lemhanas Budi Soesilo Supandji.

Drs H Khuzairin Ahmad Tandjung : Pemilukada DKI Harus LUBER


 Menanggapi maraknya penolakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pelaksanaan Pemilukada DKI yang disampaikan KPUD DKI, oleh Partai Politik di DKI Jakarta, mendapat tanggapan serius dari Sekjen DPP Komite Nasional Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia, Drs H Khuzairin Ahmad Tandjung.

Dengan tegas H Tandjung meminta pada KPUD DKI agar bekerja secara professional, dan tidak memihak pada salahsatu calon kandidat gubernur DKI Jakarta, KPUD harus dapat melayani seluruh kandidat dengan baik dan benar, demikian juga hak pilih warga Jakarta juga harus diakomodir semua, karena dari pantauan beberapa LSM, selisih DPT dengan data e-KTP cukup besar, ini jelas menjadi pertanyaan bagi seluruh warga Jakarta.

Sebagaimana amanat Undang-Undang bahwa Gubernur DKI Jakarta setingkat dengan Menteri, maka KPUD juga harus dapat bekerja dengan baik, guna menghasilkan Gubernur DKI Jakarta 2012 – 2017 yang legitimate, memang semua calon gubernur DKI saat ini semuanya baik, namun harus dapat memilih yang terbaik dari keenam pasang calon tersebut, sehingga Gubernur DKI Jakarta benar-benar mendapat legitimasi dari seluruh warga Jakarta secara khusus dan seluruh warga Indonesia pada umumnya. Sekali lagi saya meminta pada KPUD DKI harus benar-benar transparan dan terbuka, khususnya masalah DPT, pinta H Tandjung.

Sebagaimana yang digelar ditahun-tahun sebelumnya saat Pemilu, maka dalam Proses Pemilihan Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta saat ini, juga harus berjalan dengan Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (LUBER), bagaimana para pemilih dapat menyalurkan aspirasinya tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

DPP Komite Nasional Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia meminta pada seluruh jajaran Kepolisian RI¸khususnya Polda Metro Jaya agar mengawal proses pesta demokrasi Pemilukada di Jakarta kali ini, jangan sampai ada kecurangan dan intimidasi dari Ormas, LSM maupun seseorang, yang memaksa pemilih untuk mencoblos salahsatu calon gubernur, proses Pilkada DKI Jakarta harus LUBER, sehingga akan memunculkan Gubernur yang benar-benar memiliki legitimasi yang kuat, dimata masyarakat Indonesia dan dunia internasional, tegas Ketua Umum Barisan Penegak Indonesia Raya, Drs H Khuzairin Ahmad Tandjung.

MUSISI JALANAN DAN MASYARAKAT NTT DUKUNG FAUZI-NACHROWI SATU PUTARAN

 Mendekati pelaksanaan pemilukada DKI Jakarta 11 Juli 2012, kesibukan warga Jakarta meningkat. Selain mengurusi persoalan keseharian, animo masyarakat ibukota menyambut suksesi kepemimpinan kepala daerah mulai menghangat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya banner/spanduk yang mulai bertebaran disebagian wilayah ibukota. Terlebih di kantor-kantor  timses pemenangan kandidat Cagub-Cawagub. Salah satunya adalah di Jalan Diponegoro 61 A.

Dimana bermarkas tim penggalangan untuk Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Setiap harinya sepanjang waktu kesibukan terlihat di tempat ini. Ratusan orang setiap harinya terlihat memadati tempat ini.  Dan hampir setiap minggu, ratusan kader-kader suatu organisasi kemasyarakatan datang untuk menyampaikan dukungan kepada Fauzi-Nachrowi. “137 organisasi kemasyarakatan, LSM, kelompok paguyuban etnis, kelompok profesi dan lain-lain telah menyatakan dukungan kepada Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli untuk memimpin DKI Jakarta periode 2012-2017 dalam kebulatan tekad bersama di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu 5 Mei lalu”, demikian kata Kordinator Penggalangan Keormasan Tim Dipo 61, Erwin H. Al-Jakartaty. 

Sehari-hari tokoh pemuda Betawi yang juga Commandante Blueforces ini dengan ramah dan sabar terus melayani para tamu yang datang berkunjung. Menurutnya hingga saat ini sudah 197 Ormas, LSM dan berbagai komunitas menyatakan dukungan untuk berjuang dibarisan Fauzi-Nachrowi.  Meski banjir dukungan, pihaknya tetap rendah hati, sebagaimana yang juga ditunjukkan oleh Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Meski berada dalam lapisan elite masyarakat sebagai publik figur namun duet kandidat Cagub-Cawagub ini tetap terlihat sederhana, santun dan merakyat.

Hasil survey yang dipublikasikan diberbagai media tak membuat kerja tim penggalangan Fauzi-Nachrowi ini kendor, bahkan semakin giat untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat. Demikian pula para ormas pendukung tim Dipo 61.  Diantaranya adalah Sangkakala Muda Indonesia (SANGKAMI), suatu kelompok organisasi budayawan asal Jawa Timur, yang merupakan veteran pendukung Fauzi Bowo sejak tahun 2007. Menurut  Dendy, Sekjen SANGKAMI Fauzi Bowo merupakan figur pemimpin yang merakyat dan tahu akan kesulitan rakyat dikalangan graasroot. “Kami sebagai warga Jakarta asal Jawa Timur, telah melihat dan turut merasakan upaya Fauzi Bowo dalam mensejahterakan rakyat Jakarta di berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, pelayanan umum, kebudayaan dan lain-lain. Sebagai penggiat budaya, kami merasa bahwa Fauzi Bowo telah membuka ruang bagi kebudayaan nusantara untuk berkembang diibukota, khususnya budaya Jawa Timur’’, demikian  menurut  Dendy.  Sebagai organisasi penggiat budaya dan seni-musik, SANGKAMI telah mengkonsolidasikan para anggotanya yang terdapat para musisi jalanan (pengamen) untuk turut menyuarakan dukungan melalui lagu-lagu yang disampaikan di publik dan dinyanyikan diangkutan umum, rumah-rumah makan atau café-café.

Sementara itu menurut Konradus Y. Brecmans, Ketua Aliansi Masyarakat NTT Cinta Jakarta (AMCJ), hasil yang paling nyata selama lima tahun pemerintahan DKI Jakarta dipimpin oleh Fauzi Bowo adalah peningkatan APBD yang luar biasa dan berkurangnya banjir dibeberapa titik rawan ibukota, hingga kesempatan berusaha terbuka lebar. “Kami, masyarakat dari Nusa Tenggara Timur telah sepakat untuk mendukung kembali  Fauzi Bowo melanjutkan program pembangunannya untuk memajukan Jakarta, juga terhadap wakilnya Bang Nachrowi yang merupakan figure militer yang simpatik. Masyarakat NTT melalui AMCJ siap membantu pula untuk mengamankan ibukota.” Demikian pernyataan Konradus. Lebih lanjut Tokoh Masyarakat NTT di Jakarta ini menegaskan bahwa tingkat korupsi di pemerintahan DKI Jakarta pun telah menurun selama ini, dan pria ini meyakini bahwa Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli merupakan figur yang bersih dan berkomitmen tinggi untuk memberantas korupsi, karena latar belakang keduanya yang cukup mapan. Sementara itu Erwin H. Al-Jakartaty menyatakan bahwa baik  SANGKAMI dan AMCJ merupakan bagian integral dari barisan ormas yang lain dan telah bertekad untuk bersama-sama tim pendukung Dipo 61 lainnya memenangkan Fauzi-Nachrowi dalam satu putaran dengan semangat tinggi dan kerja keras. **



STP Trisakti Gelar Kerjasama dengan IMI University Center Switzerland & Burapha University Thailand



“Program Dual Degree dan pertukaran pelajar (Student exchange) merupakan salah satu tolak ukur penjaminan mutu proses akademik berkelas international, karena secara otomatis kurikulum STP Trisakti telah diakui oleh beberapa universitas di luar negeri seperti di Swiss, Thailand, Singapore dan Malaysia,” kata Ketua STP Trisakti, Djoko Sudibyo Ph.D.
 
Kerjasama yang dilakukan akan memudahkan para mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana dari IMI University Centre Switzerland dan Burapha University Thailand dari negara tersebut. Sehingga kemampuan mereka bisa diakui di dalam dan luar negeri. Artinya pengantar dalam perkuliahan wajib menggunakan bahasa Inggris.

Program yang diselenggarakan di antaranya student exchange, staff exchange, dan dual degree degree programs, sandwich programs, students sharing programs (cross culture), dan joint research. Saat ini kelas International memasuki angkatan ke-4, dimana angkatan 2008 sedang berada di IMI University Centre Switzerland dalam rangka menyelesaikan studinya selama satu tahun. IMI University Centre merupakan salah kampus Top Quality Swiss Practical Training and British Academic Excellence yang telah joint program dengan Machester Metropolitan University dari UK. Sehingga mahasiswa yang mengikuti dual degree di STP Trisakti akan mendapatkan tiga gelar sekaligus dari 3 kampus disaat bersamaan.
 “Awal tahun ini, STP Trisakti juga meluncurkan dua program baru yaitu dual degree program dengan Burapha University, Thailand dan membuka program transfer credit dengan Shatec Institutes Singapore,” kata Koordinator International Program Bondan Pambudi,M.Si. Kerjasama ini dalam rangka menyiapkan MRA ASEAN pada 2015 dimana kebebasan bekerja bagi pekerja dari negara-negara ASEAN telah dibuka seluas-luasnya. Sehingga dengan dual degree program seperti ini akan lebih memudahkan lulusan STP Trisakti untuk bekerja di Asean.
 Student Exchange
Student Exchange atau pertukaran mahasiswa merupakan program yang diselenggarakan oleh STP Trisakti untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar negeri dalam jangka waktu tertentu umumnya satu atau dua semester.  Jadi mahasiswa reguler maupun mahasiswa internasional dual degree program juga dapat mengikutinya.  Program ini dirancang agar mahasiswa dapat mengembangkan wawasan dan lingkup pergaulannya menjadi lebih luas dengan mengenyam pendidikan dengan atmosfer internasional di luar negeri.  Namun untuk biaya dijamin lebih murah karena universitas di luar negeri telah melakukan kesepakatan dalam mengirim mahasiswanya ke STP Trisakti.  Kampus di Thailand memiliki persamaan biaya pendidikan yang terjangkau seperti kampus di STP Trisakti.  “Program yang dirilis mulai pertengahan tahun 2011 ini telah memberangkatkan 18 mahasiswa STP Trisakti ke Burapha University dan Prince of Songkla University Thailand,” ujar Bondan.  STP Trisakti sendiri telah menerima 7 mahasiswa asing untuk belajar di program D-IV Hotel dan D-IV Usaha Perjalanan Wisata yaitu dari Rusia, Mongolia,Thailand, Korea Selatan dan Papua Nugini. 
“Kiat dalam mengikuti program pertukaran pelajar adalah bahasa, motivasi, kreatif dan kemandirian. Mahasiswa akan lebih siap beradaptasi dengan culture yang berbeda, dan  dapat meningkatkan rasa percaya diri yang dapat memaksimalkan potensi terutama dalam karir karena ada pertimbangan dari pengguna lulusan ketika mahasiswa melamar pekerjaan nantinya.  ” Sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) dengan perguruan tinggi lain di luar negeri seperti di London School of Commerce dari UK dan ITT Dublin Irlandia. Sementara yang sedang proses penjajakan adalah dengan Victoria University, Beijing International Studies University China, dan TMC Academy Singapore. 
Training & Rekrutmen
Management STP Trisakti menindak lanjuti visi menjadi perguruan tinggi pariwisata berkualitas global telah dimulai dalam 2 dekade, dengan menjalin kerjasama lembaga mulai dari Eropa hingga Asia, pengiriman job training  dan bekerja di Shangri-La Dubai dilaksanakan sejak 8 tahun lalu.  April ini  10 orang berangkat ke Dubai. Mahasiswa yang menjalankan Job Training akan menerima pembayaran secukupnya sebagai training. 



17Apr'12    Burapha University Thailand & STP Trisakti Pascasarjana M.Par & M.Si.Par

Kerjasama untuk Double Degree tingkat Pascasarjana Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti di Bintaro menjadikan pioner sebagai sekolah pariwisata  pencetak lulusan master dibidang pariwisata pertama di Indonesia. 

Upaya tersebut dilaksanakan guna meningkatkan nilai, sumber daya manusia Indonesia dimata dunia, terutama regional.  Merupakan agenda utama kerjasama luar negeri yang dijembatani oleh Kemendikbud melalui kerjasama institusi pemerintah dan swasta demi kemajuan generasi muda bangsa Indonesia.

Melalui Double Degree jenjang Pascasarjana, maka misi besar Trisakti akan semakin kuat dan menjadikan insan hospitality Indonesia yang professional, berkualitas ditingkat manajerial skill maupun science, telah dibuktikan melalui penemuan baru di berbagai bidang dilakukan oleh mahasiswa pascasarajana  salah satu hasil risetnya yaitu minuman herbal.  

Jalinan kerjasama Universitas Burapha fakultas hospitality & tourism dengan Pascasarjana STP Trisakti, dilakukan untuk transfer kredit/transcrip 5 mata kuliah diakui sama di kedua belah pihak.  Sedangkan Burapha Internasional College dibawah universitas memberikan dual degree ke STP Trisakti. 

Setelah pelaksanaan wisuda pertama 14 Desember 2011 lalu, yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DR. Marie Pangestu pada saat itu memuji bahwa pariwisata akan menjadi pendukung ekonomi dan penghasil devisa yang baik, jika ekonomi kreatif ditingkatkan sehubungan dengan produk pariwisata kita yang harus inovatif.  

BLUEFORCES JAYAKARTA DUA PULUH EMPAT JAM BERJUANG UNTUK FAUZI-NACHROWI


Mendekati  11 Juli 2012, intensitas warga Jakarta dalam kerja-kerja politik makin menghangat. Mengingat pelaksanaan pesta demokrasi lokal lima tahunan, yakni pemilihan kepala daerah akan segera berlangsung. Kegiatan penggalangan, sosialisasi dan perekrutan kader penggerak di masyarakat mewarnai tingginya intensitas kerja-kerja politik tersebut.  Semua timses dari para kandidat melakukan hal yang sama, pun demikian pula halmya bagi ormas atau LSM yang mendukung enam kandidat yang telah terdaftar di KPUD Jakarta. 

Begitu pula dengan Komite Markas Wilayah Blueforces DKI Jakarta atau yang lebih sering disebut Blueforces Jayakarta. Organisasi massa yang berbasiskan kepemudaan ini merupakan veteran sejak pemilukada tahun 2007 dan berada dalam barisan pendukung Fauzi Bowo.  Dan dimasa menjelang pemilukada Jakarta kali ini, Blueforces berbeda dengan kebanyakan organisasi lain yang berlomba-lomba mendeklarasikan diri mendukung salah satu cagub-cawagub.

 Sejak dari pertengahan tahun 2011 lalu, Blueforces Jayakarta telah melakukan kerja-kerja politik riil dalam menggalang potensi voters melalui dua cara, yakni penggalangan melalui kegiatan sosial dan pendataan pemilih secara door to door. “Periode sebelum tahun 2012 sejak bulan Ramadhan tahun lalu, kami melakukan berbagai kegiatan sosial seperti Berbuka Puasa bersama santunan anak yatim, penyembelihan hewan kurban saat iedul Adha, pendampingan kunjungan Gubernur ke segenap penjuru Jakarta, diskusi public dan sebagainya. Dan memasuki awal tahun 2012 hingga kini kami melakukan penggalangan potensi pemilih dari pintu ke pintu,” demikian kata Ocho Santoso, Ketua Blueforces Jayakarta saat konsolidasi Blueforces Jakarta Barat  di Kedoya beberapa waktu lalu. 

Lebih lanjut Ocho yang juga mantan Wakil Komandan Menwa Jayabaya ini menyatakan bahwa Blueforces Jayakarta telah menyiapkan 616 anggotanya dari lima wilayah kota untuk melakukan penggalangan suara secara door to door.  Para anggota Blueforces ini telah di training khusus untuk mendata setiap kepala keluarga berikut jumlah anggota keluarganya. Hingga berita ini diturunkan sudah terdata sekitar 8000 KK se Jakarta yang siap menyumbangkan suara untuk kemenangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli melalui penggalangan Blueforces, dan jumlah itu akan semakin membesar diwaktu yang akan dating hingga masuk masa pemilihan. 

Dengan asuimsi satu keluarga mampu menghimpun 10 suara, maka Blueforces optimis dapat menggalang ratusan ribu suara. Dengan begitu upaya menuju satu putaran sangat yakin akan diraih. Selain upaya fisik, pihaknya juga selalu berdoa untuk mencapai tujuan dimaksud. Dalam menjalankan aktifitasnya ini, para anggota Blueforces menjadi relawan dalam perjuangan memenangkan fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, bekerjasama dengan Forum Bersama Jakarta (FBJ) yang merupakan timses dari pasangan Fauzi-Nachrowi. Selama 24 jam mereka terus bekerja, dari  pagi ke pagi. 

Mulai dari memapping wilayah kerja, mendatangi sasaran dan bersilahturahmi dengan penduduk, merekap data hingga melakukan penyimpanan data ke komputer. Dengan melakukan teknik kampanye sepertyi ini, Ocho yakin bahwa kemenangan satu putaran dapat dirai. “Rata-rata para warga yang kami datangi cukup senang dan merasa mendapatkan kehormatan serta secara sukarela menyatakan dukungan ke Fauzi-Nachrowi, karena dengan cara ini mereka merasa didatangi langsung oleh kandidat yang kami usung” demikian Ocho menjelaskan lebih lanjut. 

Tiada hari tanpa penggalangan potensi suara. Tampaknya tekad ini benar-benar dijalankan oleh para anggota Blueforces yang rata-rata berusia muda dengan semangat. Sesuai dengan motto organisasi ini yakni, Loyal, dinamis dan Militan. Militansi para anggota Blueforces ini sepertinya ditanamkan oleh Sang Commandante (pimpinan tertinggi) Blueforces yakni Erwin H. Al-Jakartaty, seorang tokoh pemuda nasional yang juga merupakan salah seorang pendiri organisasi ini. Erwin yang juga salah seorang Ketua DPP KNPI dan merupakan mantan aktifis mahasiswa 98 ini selalu memompakan semngat kepada kader-kader Blueforces agar tidak mementingkan diri sendiri dan menjunjung tinggi kebersamaan.

 Keterlibatan Blueforces yang begitu mendalam dalam perjuangan pilkada Jakarta bersama pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ini baginya merupakan kepedulian pemuda untuk pembangunan Jakarta sebagai ibukota Negara lebih baik l;agi. Bagi Blueforces, duet Fauzi-Nachrowi adalah figur yang sangat tepat membangun Jakarta, mengingat bahwa kedua tokoh ini sarat pengalaman, cerdas, santun dan dekat dengan masyarakat Jakarta dari berbagai kalangan. Kepemimpinan Fauzi Bowo dalam lima tahun terakhir sudah cukup terasa pengambangannya, banjir mulai berkurang, pendidikan 9 tahun gratis, pelayanan kesehatan untuk orang miskin makin membaik dengan sistem SKTM, perekonomian meningkat hingga APBD pun membesar. 

Setelah melakukan aktifitas kerja politik dari pintu ke pintu, selanjutnya Blueforces akan terus mengawal perjalanan Fauzi-Nachrowi hingga masa pemilihan nanti. “Kami masih merencanakan kegiatan dipenghujung masa sosialisasi ini dan kampanye nanti dengan beragam kegiatan yang menyentuh masyarakat di tingkatan graassroot,” Kata Ocho menambahkan. Kerja 24 Jam dalam proses penggalangan ini tidak dijadikan beban oleh Blueforces Jayakarta yang dipimpinnya, malah hal ini dijadikan kesempatan guna mengembangkan dan membesarkan organisasi pemuda yang dipimpinnya ini dengan memanfaat masa pemilukada. Maju terus!!

Santuni 500 Yatim Piatu, Yayasan Juang Anak Bangsa Peduli Pendidikan, Santuni 500 Pelajar Keluarga Dhuafa


Meski Pendidikan Sekolah Dasar sudah tidak dipungut biaya atau gratis, namun pada kenyataannya kebutuhan untuk pendidikan masih tinggi, dan untuk membantu masyarakat kurang mampu, Yayasan Juang Anak 

Bangsa didukung beberapa sponsor, bertempat di Gelanggang Olahraga Jakarta Utara, menggelar acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional, dengan kegiatan Bhakti Sosial,  berupa Santunan dan memberikan bantuan alat-alat sekolah pada Siswa TK dan SD.

Ketua Yayasan Juang Anak Bangsa, Fahruddin Gani disela acara tersebut pada wartawanmenjelaskan, bahwa kegiatan ini, merupakan upaya untuk menggugah semangat belajar anak didik, khususnya dari keluarga kurang mampu, meskipun secara ekonomi keluarga masih kurang, namun kita berharap mereka memiliki semangat yang tinggi untuk meraih cita-citanya, karena keberhasilan dalam pendidikan bukan saja karena materi, tetapi juga memiliki kecerdasan dalam belajar, sehingga kelak mereka dapat menjadi Generasi Bangsa yang unggul, berkualitas dan mampu mengisi pembangunan Indonesia dimasa yang akan datang.



Kegiatan yang juga diisi dengan berbagai hiburan ini, kita juga ingin memberikan hiburan pada anak kurang mampu, atau kurang beruntung, sehingga di Hari Pendidikan Nasional ini mereka juga dapat bersenang-senang sejenak, dan hari esok semangat belajar mereka akan lebih giat lagi, ungkap Fahruddin Gani.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Panitia Jennet S,  bahwa kegiatan ini merupakan bhakti sosial Yayasan JAB yang digelar secara rutin tiap tahun, sebagaimana  yang diamanatkan UU Sisdiknas, bahwa Pendidikan bukansaja tanggung jawab Pemerintah, tetapi juga seluruh komponen masyarakat, oleh sebab itu kami juga mengucapkan terimaksih pada pihak donatur dan sponsor yang telah membantu terselenggaranya Peringatan Hardiknas ini, sesungguhnya acara ini juga sebagai bentuk penghargaan kita sebagai anak bangsa, atas jasa-jasa para Pahlawan Kusuma Bangsa, khususnya Ki Hajar Dewantara,yang telah memperkenalkan pendidikan pada anak-anak bangsa, disaat Penjajah melarang generasi bangsa bersekolah. Namun Ki Hajar Dewantara telah membuat sekolah rakyat, untuk siapa saja, dan tidak harus dari kalangan bangsawan serta Keluarga anak-anak Belanda. Dan kini kita bisa lihat pendidikan sekarang, siapapun dapat meraih cita-cita, tegas Jennet.





Perekaman e-KTP Hingga April 2012, Mampu Lampaui Target 67 Juta Wajib KTP


Dalam acara Konferensi PERS Kementrian Dalam Negeri, yang dipaparkan oleh Mendagri, Gamawan Fauzi  atas Pelaksanaan dan Progress e-KTP T.A 2011 Periode Oktober 2011 sampai dengan  April 2012 bagi 197 Kab/Kota dan T.A 2012 bagi 300 Kab/Kota pada Januari 2012 sampai dengan Oktober 2012, terungkap dari data pusat, hasil perekaman e-KTP hingga 30 April 2012, mampu merekam 72.286.811 jiwa wajib KTP, hal tersebut berarti target akhir april 2012, dengan jumlah 67 juta jiwa terlampaui.

Sebagaimana awal perekaman e-KTP pada awal Agustus 2011, digelar di 197 Kabupaten/Kota, target tersebut akhir April 2012 tidak mampu melampaui 67 juta wajib KTP, ketidakcapaian tersebut terjadi di Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Cirebon, Kota Cimahi, Kabupaten Maluku Tengah, Kota Maluku,Kota Denpasar  serta daerah lain yang memiliki jumlah penduduk banyak, namun dengan telah dimulainya perekaman program kedua pada Januari 2012, di 300 Kabupaten/Kota,  telah mampu menambah jumlah perekaman, demikian juga dengan penyempurnaan alat perekaman yang mampu merekam lebih cepat, maka dalam dua hari ini, mampu merekam 1 juta per-hari, sehingga jumlah hasil perekaman terus bertambah, dan hingga 30 April terekam 72 juta lebih.

Waktu batas perekaman pada akhir Oktober, berarti masih tersisa 6 bulan  atau 120 hari lagi, dengan system perekaman yang baru, serta penambahan alat perekaman yang mampu merekam 1juta perhari, diharapkan target 99 juta jiwa, dapat terekam 99 hari, sehingga target 172 juta akhir Oktober 2012 dapat tercapai.

Gamawan Fauzi yang juga didampingi Sekjen Dukcapil, H Irman serta beberapa pejabat dilingkungan Kementrian Dalam Negeri juga yakin bahwa plafon 172 juta wajib KTP dapat terekam, dan untuk mendukung demi suksesnya program nasional tertib administrasi kependudukan tersebut, diharapkan seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dapat bekerja sungguh-sungguh dalam melakukan perekaman KTP Elektronik, demikian juga petugas lapangan agar bekerja sungguh-sungguh, demikian juga pihak konsorsium hendaknya benar-benar melakukan pendampingan untuk mengawal peralatan perekaman, apabila terjadi masalah agar secepatnya diperbaiki.

Pada Pemerintah Daerah dan DPRD hendaknya juga lebih aktif dalam mengawasi proses perekaman e-KTP dan melakukan terobosan agar proses perekaman dapat lebih maksimal, bagi Kabupaten/Kota yang telah mencapai target perekaman, hendaknya juga tetap melayani mereka yang pindah tempat, anak usia 17 tahun yang juga terus bertambah, serta mencatat apabila ada kematian, sehingga akhir 2012 seluruh masyarakat Indonesia sudah memiliki KTP Elektronik, dan pada Januari 2013, kita telah memberlakukan e-KTP dan KTP Elektronik tersebutlah yang akan dilayani untuk administrasi pemerintahan, tegasnya

MUI DKI: Wajar Hidayat Ditolak Jadi Khatib

Kabar ditolaknya Hidayat Nur Wahid menjadi khatib Shalat Jumat di Masjid An-Ni`mah, Pulaupanggang, Kepulauan Seribu, dinilai Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Misbahul Munir, sebagai hal yang wajar. Sebab, saat ini Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rahcbini telah terdaftar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sehingga masyarakat setempat khawatir masjid digunakan untuk kepentingan politik tertentu dan kekuasaan.

"Masyarakat jangan disalahkan, tetapi politisi harus sadar jangan sampai atribut masjid dipakai untuk kepentingan politik. Masyarakat tidak suka itu, dan Allah juga tidak membenarkan itu," tegasnya,

Ia menilai, meskipun boleh menjadi khatib tetapi kondisi tersebut tetap menimbulkan kecurigaan publik karena ini menjelang Pilgub DKI 2012. "Masjid jangan dijadikan alat politik. Selama ini masyarakat diam saja, padahal isu itu sudah lama berkembang," kecamnya.

Camat Kepulauan Seribuutara, Atok Bahroni Hidayat, mengaku tidak ada larangan dan instruksi darinya untuk menolak Hidayat Nur Wahid menjadi khatib. Bahkan, dari bupati sekali pun. "Kami malah mengamankan, karena beliau seorang pejabat dan calon Gubernur DKI Jakarta," ucap Atok.

Menurutnya, selain Hidayat, hari ini di Pulaukelapa juga ada pasangan Alex Noerdin dan Nano Sampono juga melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al Falah Pulaukelapa. Mereka juga memberikan sambutan meski hanya 5 menit. "Logikanya mereka itu pejabat, mana mungkin kami larang. Justru kami bangga jika ada pejabat yang datang ke sini," ucapnya.

Bupati Kepulauan Seribu, Ahmad Ludfi menambahkan, pihaknya akan mengecek kabar penolaan tersebut. Sebab, ada sebagian warga yang menginginkan Hidayat menjadi khatib, dan sebagian lagi tidak. "Jadwal khatib di masjid sudah ada, dan tiba-tiba diganti orang lain, sehingga terjadi gesekan. Ini hanya salah paham saja," ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, sebelum ke masjid yang berada di Pulaupanggang Hidayat-Didik membagikan sejumlah kaos, kerudung, pin dan stiker kepada warga Kepulauan Seribu. "Sebelumnya di Pulaukelapa sudah ada penempelan poster Hidayat-Didik di tiang listrik maupun rumah warga, dan itu sangat mengganggu karena terlihat kotor dan merusak pemandangan. Kini ada lagi pemasangan stiker yang juga cukup mengganggu," sesal Yani warga RW 05 Pulaukelapa.

Yani juga menyayangkan pasangan tersebut karena baru menjelang Pilgub DKI berkunjung ke Pulau Seribu. Padahal, Hidayat sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR RI. "Mungkin warga berfikir ada unsur kampanye, sehingga sempat ditolak di Pulaupanggang," tandasnya
Diberdayakan oleh Blogger.