Kewaspadaan Bencana Harus Ditingkatkan, Daerah Harus Bantu Anggaran


Belajar dari Gempa yang terjadi di Provinsi Nanggroe Aceh Darusallah (NAD) beberapa waktu lalu, kini Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus melakukan evaluasi guna mengantisipasi bila terjadi lagi bencana di Aceh dan provinsi lain, menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, saat jumpa PERS di kantornya Kamis (19/4) menegaskan, bahwa kejadian Gempa Aceh 8,5 SR beberapa waktu lalu, adalah pelajaran yang baik buat kita semua.

Diakuinya meskipun gempa berkekuatan besar dan tidak menimbulkan tsunami tinggi, namun kini masyarakat Aceh sudah paham akan apa dan harus bagaimana saat gempa berkekuatan besar terjadi, mereka sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan diri, ketempat yang lebih tinggi.

Dari data BNPB sejak tahun 2004 lalu hingga saat ini kejadian gempa sudah terjadi 1.712 kali, baik kejadian gempa besar maupun kecil, dan data terbaru yang ditemukan oleh Tim Ahli,  telah terdeteksi ancaman gempa sepanjang pantai Sumatera, Jawa hingga Papua, terdapat pada 188 Kabupaten/Kota yang berisiko bencana gempa dan tsunami sementara untuk di 35 Kabupaten/Kota berisiko sedang, dari sejumlah ancaman tersebut dihukin 5,4 juta jiwa, jadi ini adalah ranking tertinggi di dunia, sebagai Negara yang jumlah penduduknya berisiko bencana gempa dan tsunami.

Melihat kenyataan tersebut, BNPB menghimbau pada seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dini pada masyarakatnya, bagaimana Pemda bersama DPRD juga memberikan anggaran yang cukup untuk meningkatkan kewaspadaan akan gempa dan tsunami seperti melakukan pelatihan kewaspadaan, menambah relawan bencana serta menambah peralatan untuk mendukung penangangan bencana serta kewaspadaan dini, karena sebagaimana yang diatur dalam UU tentang Kebencanaan, hal tersebut juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, tegas Sutopo.

Untuk mengantisipasi bencana, kini BNPB bersama instansi lain, terus berupaya membangun sarana penyelamatan jika Gempa dan Tsunami terjadi lagi, diantaranya adalah membangun Chelter Vertikal di beberapa tempat, membangun Sarana Ibadah seperti Masjid dan Geraja dengan bangunan yang kokoh, dan mampu menampung masyarakat berisiko bencana, membangun Bukit Buatan, serta meningkatkan sarana Pendidikan, Perkantoran yang tahan gempa dan siap menampung saat air tsunami naik ke darat, disamping itu peralatan kewaspadaan dini di laut dan darat akan terus ditingkatkan, hal tersebut juga sebagaimana yang di instuksikan oleh Presiden, papar Sutopo. 

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.