HUT 37 Tahun TMII, Tingkatkan Toleransi dan Kerukunan Umat


Era Demokrasi yang terus berkembang, telah melahirkan kebebasan disemua lini, bahkan dengan kebebasan berkumpul, berserikat dan mengeluarkan pendapat, ternyata memunculkan kelompok-kelompok anarkis, yang membawa dan mengatasnamakan  agama, kesukuan serta  kedaerahan, sehingga perbedaan keyakinan, pendapat dan perbedaan pandangan berpolitik, terkadang menimbulkan pertikaian dan kerusuhan sesama anak bangsa. Oleh sebab itu perlu adanya upaya membangun kembali nilai-nilai budi pekerti, toleransi dan kerukunan umat beragama.
 
Apabila kita memasuki Areal Wisata dan Wahana Pelestarian Seni, Budaya serta Flora dan Fauna di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), maka disitulah hati, jiwa dan fikiran kita akan terbuka, akan keanekaragaman budaya, suku, ras maupun Agama yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia, karena TMII adalah Miniatur Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dari Sabang sampai Meraoke dan dari Mianga sampe pulau Rote. Dengan kekayaan alam serta keanekaragaman suku, ras, budaya dan agama.

Dalam acara jumpa PERS menyambut HUT TMII ke 37 tahun, Direktur Operasional TMII, Ade F Meyliala pada wartawan menjelaskan bahwa TMII dibangun 37 tahun silam, atas prakarsa Ibu Tien Soeharto, merupakan upaya untuk membentengi bangsa ini dari serbuan budaya asing, dan menjadikan TMII sebagai pusat pelestarian dan pengembangan Kebudayaan bangsa Indonesia.

Saat kita masuk ke TMII maka yang pertama kita lihat adalah Tugu Api sebagai simbul semangat persatuan dan kesatuan, yang kemudian diikuti dengan bangunan tempat ibadah yang berdampingan, semua tempat ibadah tersebut digunakan untuk beribadah masing-masing penganut agama maupun kepercayaan, tanpa mempertentangkan ajaran dan keyakinannya, semua dapat beribadah dengan nyaman dan khusuk, saling menghormati dan menghargai.

Bangunan Anjungan Daerah/ Rumah Adat yang dibangun di TMII, kesemuanya lengkap dengan benda bernuansa kedaerahan serta aktifitas kebudayaan, sebagai bagian dari Budaya Nusantara, telah menjadi kebanggaan kita sebagai warga Negara Indonesia yang berbudaya, hal tersebut menjadi wahana pembelajaran dan pendidikan bagi generasi muda, oleh sebab itu dengan HUT TMII ke 37 kali ini, seluruh jajaran TMII berkomitmen mewujudkan “TMII Sebagai Wahana  Toleransi dan Kerukunan Umat”, tegas Ade F Meyliala.



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.