Bus Masuk Danau, 141 Wartawan Selamatkan 6 Korban

Ditengah acara bersama wartawan, DR. Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat  Data, Informasi dan Humas BNPB, tiba-tiba menerima pesan dari BB yang dipegangnya, bahwa disalahsatu danau  terjadi kecelakaan, sebuah bus masuk danau, dikabarkan juga beberapa orang dapat menyelamatkan diri, namun keberadaanya tidak diketahui entah dimana, maka saat itu juga DR. Sutopo meminta pada wartawan untuk mencari dan menyelamatkan korban, yang mungkin masih bisa diselamatkan.

141wartawan cetak, Radio dan TV menyebar mencari korban, dengan membawa peralatan P3K seadanya, ada yang membuat rakit untuk menyusuri danau, ada yang membuat tandu serta ada yang menunggu di posko komunikasi, meski dengan peralatan sederhana, akhirnya 6 orang dapat diselamatkan dan diangkut dengan tandu dan dibawa ke Posko Kesehatan, itulah sekilas simulasi pelatihan Penanggulangan Bencana yang diikuti 141 wartawan dari 86 media Televisi, Radio, Cetak dan internet yang digelar BNPB di Lido Bogor 13-15 Maret 2012.

Pelatihan tanggap bencana tersebut menurut ketua panitia yang juga Kepala Pusat  Data, Informasi dan Humas BNPB, DR. Sutopo Purwo Nugroho, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana, agar para wartawan juga mampu melakukan pendeteksian bencana, pemberitaan informasi serta berita yang baik dan benar, dan membantu korban bencana, memberikan pertolongan pertama pada kecalakaan, jadi wartawan juga harus bisa menjadi relawan saat bencana terjadi, paparnya.

Diakuinya, Media memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana. Sebab media mampu mempengaruhi keputusan politik, mengubah perilaku, dan menyelamatkan nyawa manusia. Bahkan media berperan dalam diseminasi bencana dan membangun kesadaran masyarakat tentang bencana. Untuk itu peningkatan kapasitas wartawan diperlukan agar wartawan memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam penanggulangan bencana secara komprehensif. Dengan adanya pengetahuan bencana maka wartawan ketika meliput bencana dapat memberitahukan bencana secara lebih baik. BNPB berkomitmen untuk terus meningkatkan kerjasama dengan wartawan dalam penanggulangan bencana, ungkapnya.

Beberapa materi diberikan, mulai dari manajemen penanggulangan bencana, baik teori maupun praktek. Teori karakteristik bencana, kesiapsiagaan dan pencegahan, tanggap darurat, pasca bencana, logistik dan peralatan, dan komunikasi dalam penanggulan bencana. Praktek mendirikan tenda darurat, dapur umum, penjernihan air, operasi SAR, pertolongan pertama korban, trauma healing dan mobil komunikasi diberikan kepada peserta. Dan seluruh peserta diberikan “Sertifikat”, sebagai bukti bahwa mereka telah mempu memberikan pertolongan pertama saat bencana terjadi, dan harus siap diperbantukan, dimanapun dan kapanpun bencana terjadi.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.