Lemhannas Gelar Seminar Nasional “Stabilitas Di Era Demokrasi”

Bertempat di Dwi Warna Lemhannas RI, Ikatan Alumni Lemhannas RI (IKAL) bersama Lembaga Ketahanan Nasional RI, dalam upaya turutserta menciptakan stabilitas nasional di era demokrasi saat ini, menggelar seminar Nasional, salahsatu pembahasan yang diambil adalah bertemakan 'Stabilitas di Era Demokrasi'. Acara tersebut dibuka oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto.

Dalam paparannya, Menko Polhukam menegaskan, bahwa Demokrasi di Indonesia masih harus ditata karena kebebasan tetap harus menghormati hukum, aturan dan pranata sosial yang ada, banyak fenomena yang menunjukkan demokrasi di tanah air perlu dibenahi seperti politik uang dalam pemilihan kepala daerah, hingga pemilihan presiden dan legislatif. 

Menko Polhukam menambahkan, perlunya check and balances antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Tidak 50-50, tetapi 70-30 lebih ke legislatif. "Yang kita butuhkan adalah bagaimana kebebasan ada, tetapi patuh pada hukum dan pranata sosial keamanan ekonomi dan lainnya," kata Djoko Suyanto. 

Sementara Gubernur Lemhanas Prof. Budi Susilo Supandji menilai, pencapaian kehidupan demokrasi saat ini belum diimbangi pencapaian stabilitas kehidupan bangsa yang lebih baik di bidang lainnya. "Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan stabilitas politik, ekonomi, hukum, dan sosial budaya dipandang masih belum mampu mengimbangi euphoria kebebasan dan keterbukaan demokrasi yang berkembang di masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, kondisi stabilitas bangsa ditentukan adanya sinergi yang konstruktif di seluruh komponen bangsa sehingga ada hubungan timbal balik yang konstruktif. Salah satu masalah ketidakstabilan adalah terjadinya gap di masyarakat tentang manfaat berdemokrasi.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.