Iwan Bokings Luncurkan Buku "Ketika Hati Terenyuh"


 Progresif – Makasar, Bupati Boalemo, Iwan Bokings menginisiasi suatu program yang menugaskan para pejabat eselon atas di pemerintahannya untuk tinggal bersama warga termiskin di kabupaten tersebut. Tujuannya adalah agar para pejabat ini menghayati kehidupan rakyat miskin, sehingga dalam merencanakan kegiatan satuan kerjanya dan kebijakan yang diambil nantinya tidak melupakan program untuk rakyat miskin.

”Mereka adalah pejabat yang rata-rata sudah mengenyam pendidikan di Universitas, sudah belajar teori ekonomi, teori pembangunan bahkan teori pemberdayaan masyarakat termasuk kebijakan publik tentang penanggulan kemiskinan yang berbasis pada Millenium Development Goals (MDG’s). Tapi mereka sudah terlalu lama hidup enak sebagai pejabat pemerintah. Mereka harus merasakan langsung bagaimana menjadi orang miskin. Saya berharap sekecil apapun langkah ini dimata orang lain, saya yakin hasilnya bisa berkontribusi terhadap pembentukan watak dan moral mereka, terutama kepedulian terhadap kaum miskin,” kata Bupati Iwan Bokings disela – sela Disertasi D3.

Pengalaman ”tidur semalam” ini kemudian memunculkan ide Bupati Iwan Bokings untuk membuat sebuah buku yang berisi penggalan hati dan pikiran sejumlah pejabat pemerintahan Kabupaten Boalemo tentang potret kemiskinan, yang diberi judul Ketika Hati Terenyuh - Pengalaman Nyata Para Pejabat Boalemo bermalam di rumah orang miskin.

Bahkan oleh pihak panelis bersama peserta ketika mendengar penjelasan secara detail oleh Bupati Iwan Bokings ikut tersentuh dan memberikan penghargaan serta apresiasi setinggi-tingginya. Pasalnya, dari buku menggambarkan kisah para pejabat melihat dan merasakan secara langsung kondisi masyarakatnya yang kurang mampu itu adalah bentuk sikap kepedulian besar terhadap rakyatnya memiliki konsisten dan komitmen memberdayakan masyarakat miskin meskipun dengan modal PAD rata-rata cukup minim. “Kami sangat tertegun begitu mendengar kisah buku Ketika Hati Terenyuh yang tentunya menggambarkan betapa besarnya kepedulian pemerintah daerah Kabupaten Boalemo melalui komitmen pemberdayaan masyarakatnya melalui program penuntasan kemiskinan,” tandas Kepala Yayasan BaKTI Makassar, Caroline Tupamahu.
Sementara itu, Bupati Iwan Bokings mengutarakan rasa kebanggaan dan terima kasih kepada pihak BaKTI Makassar turut memberikan peluang besar dalam pemaparan ataupun peluncuran buku Ketika Hati Terenyuh tersebut. Di mana, melalui agenda peluncuran ini, kiranya diharapkan agar pengalaman dialami para pejabat Boalemo untuk terus eksis dan komitmen atas pemberdayaan masyarakat miskin. “Melalui peluncuran Buku Ketika Hati Terenyuh pada BaKTI Makassar ini, kedepan diharapkan dapat dipublikasikan sampai ke seluruh nusantara melalui BaKTI Makassar yang tentunya di dalamnya ada pula lembaga-lembaga donor dari berbagai Negara,” tandas Bupati Iwan Bokings.

Lounching buku Ketika Hati Terenyuh, yang berkisah tentang 108 pejabat pemkab Boalemo tidur semalam di rumah orang miskin yang dilaksanakan di Kantor Bakti Makassar, (21/9) nampaknya mendapat apresiasi dari berbagai komponen sebut saja dari perwakilan Unicef untuk Indonesia Timur, Purwanta Iskandar, Direktur Eksekutif yayasan Bakti, Caroline Tupamahu serta dosen fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin Makassar, Agussalim.

Dari penuturannya, Purwanta Iskandar sangat bangga dengan kiprah dan eksistensi Bupati Boalemo Iwan Bokings dalam melaksanakan program yang berorentasi kepada kepentingan masyarakat miskin. Buku ketika hati terenyuh dinilai akan mampu menjadi rensensi dan inspirasi bagi pimpinan daerah dan seluruh komponen yang punya visi dan misi yang sama khususnya dalam hal pelaksanaan program yang orientasinya bagi masyarakat miskin.

Ia berjanji buku ini akan diserahkan kepada Direktur IPDN Makassar sebagai resensi dan inspirasi kedepan. “Saya sangat salut kepada Pak Bupati Iwan Bokings yang punya ide gila dalam tanda petik memaksa pejabatnya untuk tidur pada rumah-rumah orang miskin. Mudah-mudahan ini akan merubah mindset tidak hanya bagi pejabat Boalemo sendiri akan tetapi kepada seluruh pembaca,” papar Purwanta.

Tanggapan yang sama dikatakan Direktur eksekutif yayasan Bakti Makassar, Caroline Tupamahu. Ia memberikan apresiasi atas peluncuran buku ketika hati terenyuh. Ide gila Bupati Iwan Bokings tentang pejabatnya yang tidur dirumah masyarakat miskin ini sebagai bukti konsistensi Pemkab Boalemo dalam melaksanakan program bagi kepentingan masyarakat miskin.

Senada dengan hal itu, Agussalim yang juga dosen fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin Makassar bangga dengan tulisan yang ada dalam buku dimaksud. Bahkan buku ketika hati terenyuh dinilai sangat mirip dengan buku hasil tulisannya, yakni mereduksi kemiskinan terbitan tahun 2009. Buku yang bercerita tentang masalah kemiskinan secara global tersebut diserahkan Agussalim kepada Bupati Iwan Bokings.

Selain dihadiri oleh lembaga donor, LSM, Direktur dan personil yayasan Bakti, unsure KNPI Makassar, biro pemberdayaan Kota Makassar, Lounching buku tersebut dihadiri juga Kasma Bouty yang juga selaku Anggota DPR RI fraksi Demokrat, Wakil Bupati La Ode Haimudin, Ketua Dekab Hardi Mopangga, serta pejabat Pemkab Boalemo. (MR)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.