Foke disindir Sedang Mencari Megawati Terkait Pilkada 2012

Ketua Umum PDI Perjuangan berpidato dalam acara konsolidasi  dan halal bihalal struktur partainya untuk wilayah DKI Jakarta di Istora Senayan, Minggu 11 September 2011. Hadir pula dalam acara tersebut Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

Mega menyambut para anggota, kader dan pengurus PDI Perjuangan se-DKI Jakarta dengan ucapan selamat merayakan hari raya Idul Fitri. "Selamat hari raya, lebaran Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan bathin," Mega menyapa hadirin.

Setelah memberikan salam itu, Mega kemudian memberikan pidatonya. Pidato Mega kali ini berisi tentang pentingnya konsolidasi partai dan meminta para kader lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat terhadap lingkungannya.

Dalam pidato itu pula Mega melontarkan sindiran terhadap kinerja kader dan pengurus partainya di wilayah DKI Jakarta. Bahkan Boy Sadikin yang merupakan anak dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin sekaligus Ketua DPC PDIP Jakarta Selatan tak lepas dari sindiran Mega tersebut. "Bapakmu, Boy, Bang Ali itu suka membantu. Kamu juga harus bisa begitu, membantu orang yang ada di bawah," kata Mega.

Mega ternyata tidak pandang bulu. Fauzi Bowo yang hadir sebagai undangan di acara tersebut juga dia sindir. "Jangan cepat botaklah, Pak Fauzi. Wong semua kan sebenarnya sudah ditata sama Bang Ali. Tapi salahnya gubernur merusak saja sih. Saya tahu, kan saya ini sudah diajari Bang Ali, lho," kata Mega.

Mega juga menyindir Foke -sapaan akrab Fauzi Bowo- agar jangan terlalu pasang aksi kepada dirinya. Karena, kata Mega, jika mendapat undangan bertemu dengan Ali Sadikin, orang yang dulu sering menerima dan menyambut Mega di kantor Gubernur DKI Jakarta adalah Foke.

"Makanya, jangan suka aksi-aksi sama saya-lah, Pak Foke, kita kan sudah kenalan sejak lama," kata Mega.

Mega juga menyentil aksi anggota dewan pembina Partai Demokrat itu terkait pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012 mendatang.  "Asik lho sekarang. Saya diam saja dicari-cari orang. Wong Pak Fauzi saja sekarang cari saya. Ya kan. Apa gak asik," kata Mega sembari tersenyum.

Foke yang duduk di deretan undangan tampak manggut-manggut mendengar apa yang disampaikan Mega tersebut.

Mega pun kemudian tak lupa meminta agar para kader dan pengurus partai di DKI Jakarta kian kompak, solid, dan bergotong royong jika ingin  kembali mengulang kejayaan PDI Perjuangan di awal reformasi. Tahun 1999 para kader dan pengurus PDI Perjuangan pernah memerahkan Jakarta dalam kampanye dan memenangkan  pemilu saat itu.

"Itulah, kita harus bisa kompak, solid, gotong royong. bisa gak DKI  ini gotong royong," kata Mega. Para pengurus dan kader yang hadir pun serentak menjawab, "bisa."

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.