DPR Panggil Direksi Askrindo, Bapepam LK dan Kepolisian Pasca Reses


Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mulai memasuki masa sidang kembali per 5 September 2011 pasca reses. Melalui Komisi XI, DPR akan fokus terhadap kisruh penempatan dana investasi yang terjadi di PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) pada lima lembaga keuangan.

Komisi XI segera memanggil Bapepam-LK, Direksi Askrindo dan Kepolisian untuk menjelaskan kasus tersebut.

"Senin (5/9/2011) besok sudah mulai masuk dan selasa paripurna. Ada beberapa agenda penting yakni salah satunya terkait kisruh Askrindo," ungkap Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (4/9/2011).

Menurutnya, perlu dilakukan klarifikasi oleh berbagai pihak yang tersangkut adanya penempatan dana investasi ilegal. "Oleh karena itu akan segera dipanggil Bapepam-LK, Direksi Askrindo dan mungkin Kepolisian. Tetapi jadwal akan dirapatkan kemudian," katanya.

Seperti diketahui, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menemukan penempatan dana investasi ilegal PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) pada lima lembaga keuangan mencapai Rp 439 miliar. Ini terdiri dari investasi Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Repurchase Agreement (Repo), surat utang korporasi, dan surat utang negara (SUN).

Lenyapnya uang sebanyak itu tentu tidak tanpa jejak. Polisi pun sekarang sedang melakukan penelusuran atas hilangnya dana investasi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penjaminan tersebut.

Polisi telah menahan 2 tersangka ZL dan RS terhitung mulai hari ini telah ditahan dan diperiksa 28 saksi lain. Askrindo melakukan rekayasa keuangan yang dilakukan melalui kerjasama dengan 4 manajer investasi ada penyaluran dana.

Selain Askrindo, Harry mengungkapkan Komisi XI akan menentukan apakah disetujui atau ditolak mengenai Penyertaan Modal Negara (PMN) bagi beberapa BUMN. "Nanti diputuskan disetujui atau tidak diberikan PMN kepada BUMN seperti PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Merpati serta PLN," tuturnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.