Aktivitas bisnis akan normal pekan ketiga pasca Lebaran

Aktivitas bisnis dan perekonomian diperkirakan baru normal pada minggu ketiga setelah libur lebaran.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan sampai 2 minggu pasca libur panjang perekonomian biasanya belum normal.

"Pada minggu pertama kedua bisnis akan berjalan seperti biasa tapi mungkin masih menunjukkan kelesuan," katanya ketika dihubungi Bisnis, hari ini.

Dia menjelaskan bisnis yang terkena pengaruh terbesar dari jeda Idul Fitri adalah aktivitas ekspor dan impor. "Khususnya aktivitas ekspor, yang bisa tertunda 1-2 hari dari jadwal. Tapi pengaruhnya tidak akan berlarut-larut."

Natsir mengharapkan momentum pertumbuhan ekonomi akan berlanjut pada minggu ketiga bulan ini.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Bambang Sujagad mengkhawatirkan pengaruh tingginya jumlah uang beredar selama libur lebaran pada tingkat inflasi tahun ini.

“Kemarin sekitar Rp7 triliun uang ditarik, ini kalau tidak hati-hati bisa menekan pertumbuhan ekonomi melalui inflasi,” katanya.

Bambang mengatakan inflasi bisa lebih menekan daya saing ekspor industri pengolahan Indonesia yang saat ini sudah rendah.

“Ekspor industri manufaktur Indonesia sampai tengah tahun sudah turun dari 60% dari total ekspor ke 40% dari total ekspor. Jika daya saing terus tergerus oleh inflasi pertumbuhan 6,5% bisa tidak tercapai,” ucapnya.

Dia mengharapkan pemerintah mengambil momentum perlemahan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa dengan mengarahkan aliran modal ke sektor industri dan infrastruktur.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.