Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

H Hendardji Soepandji SH Disambut Warga Banyumasan


Acara Silaturahmi dan halal bihalal Warga Banyumas, di Gedung Meseum Pewayangan TMII Jakarta. Beberapa waktu lalu, disamping dihadiri tokoh-tokoh nasional juga terlihat Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independent, Mayjen TNI (Purn) Drs.H.Hendardji Soepandji,SH atau yang akrab di sapa Bang Adji, bahkan beberapa warga Banyumasan turut berebut untuk foto bersama dan sekedar bersalaman tangan, hal tersebut menunjukkan respon positif atau dukungan moril pada Tokoh Nasional yang istrinya juga dari keluarga besar Banyumasan.

Disela acara tersebut Bang Adji juga berkesempatan untuk memperkenalkan diri, sebagai bakal calon Gubernur DKI, yang akan mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada 2012 mendatang, melalui jalur independent.
"Saya mohon doa restu dari saudara-saudara sekalian, sehubungan dengan niat saya untuk mendaftar sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada 2012 mendatang. Sekarang saya masih bakal calon, namun Insya Allah, dengan doa restu Bapak/Ibu/saudara/i sekalian, mudah-mudahan niat saya bisa terwujud," papar Bang Adji yang disahut dengan kata Amin oleh warga Banyumasan. 

Sebagaimana pada hari sebelumnya, Sabtu (17/9/2011) dalam acara silaturhami dan halal bihalal di kediaman Sutrisman (Bambu Apus, Jakarta Timur), Komunitas Jawa Tengah yang tinggal di Jakarta telah menyatakan siap mendukung pencalonan Bang Adji sebagai Gubernur DKI Jakarta mendatang. 

Dari pantuan tim media ini di Gedung Pewayangan TMII siang itu, kurang lebih seribu orang warga masyarakat asal Banyumas yang dikoordinir oleh Paguyuban Seruling Mas (Seruan Eling Banyumas-red) tampak memenuhi area Gedung Pemawayangan TMII. Mereka adalah para perantau asal Banyumas dan sekitarnya termasuk Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, dll yang berada di Jabodetabek. 

Berbagai tokoh baik asal Banyumas maupun tokoh-tokoh nasional juga tampak hadir, antara lain, Bupati Banyumas Drs.Marjoko, Wakil Bupati Banjarnegara Sukento, Bupati Semarang H dr. Mujirin Mantan Gubernur DKI Jakarta Suryadi Sudirdja, Mantan Wakil Gunernur DKI Jakarta yang juga tokoh Jawa Tengah HRS Museno, Gubernur Lemhanas Budi Susilo Soepanjdi, Deputy Gubernur BI Agus Santosa.serta yang lain. 

“Mereka yang hadir banyak tergabung dalam Paguyuban Seruling Mas, yang kebetulan pada lebaran kemarin, juga mengadakan kegiatan mudik bareng,” jelas H. Drs.Sumardiko, selaku sesepuh Paguguyuban Banyumas. Lebih lanjut, H.Sumardiko juga mengatakan bahwa kegiatan semacam ini bisa mempererat ikatan tali silaturahmi sesama warga Banyumas yang ada diperantauan. 

Selain silaturahmi dan ramah tamah, berbagai hal yang terkait dengan potensi Banyumas, seperti pagelaran seni tari dan musik ala Banyumasan antara lain kuda lumping, campur sari, tarian-tarian, dan aneka makanan serta kerajinan khas Banyumasan, seperti Tempe Mendoan, Soto Gombong, aneka batik Banyumas, harapnya.
 Hal senada juga diungkapkan Bupati Semarang dr Mujirin Sp.OG, sebagai orang Banyumas saat ini harus bangga, karena banyak juga yang mempu tampil sebagai tokoh nasional, dan turutserta membangun masyarakat dan bangsa Indonesia, memang dalam logat bahasa kita agak kasar dengan bahasa ngapak-ngapak, namun sebenarnya hati kita halus, oleh sebab itu sebagai warga Banyumas kita harus percaya diri dan harus bangga sebagai warga Banyumas, pinta Bupati yang terpilih secara langsung oleh masyarakat Kabupaten Semarang,yang juga telah memberikan fasilitas berobat gratis Kelas III, di rumah sakit umum daerah Ambarawa dan RSUD Ungaran ini. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga Mantan Mendagri, Suryadi Sudirdja, saat dimintai tanggapan akan pencalonan H Hendardji Soepandji SH sebagai Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari Independen mengaku bangga, karena Pemilukada DKI telah memberikan ruang calon gubernur dari Independent, dan Bang Adji adalah sosok yang memiliki jenjang kepemimpinan yang baik dan sudah teruji, dan dengan munculnya calon independent tersebut juga diharapkan akan mampu menekan suara golput, kami menyambut baik pencalonan tersebut, paparnya sembari masuk ke Mobil Probadinya

Didukungan Masyarakat Anak Rantau Minangkabau Mayjen (Purn) Hendardji Soepandji maju Pilkada 2012


Bertempat di anjungan Sumatera Barat TMII kamis 15 september 2011, Mayjen (Purn) Hendardji Soepandji menghadiri dan sekaligus memenuhi undangan dari masyarakat Anak Rantau Minangkabau serta berhalal bihalal hari raya Idul Fitri 1433 H. Hadir pula dalam acara tersebut mantan  Menkokesra RI dan Gubernur Sumatra Barat  (Purn)  Aswar Anas senior dari Hendarji Soepandji, juga sesepuh masyarakat Anak Rantau Minangkabau diseluruh penjuru Indonesia. 

Kehadiran Mayjen (Purn) Hendarji Soepandji disambut oleh ketua masyarakat Anak Rantau Minangkabau Zulkifli dengan tari-tarian dari daerah Sumatra Barat. Dalam sambutannya Hendarji Soepandji mengatakan, Saya sangat bergembira dan berterimakasih atas undangannya untuk dapat hadir dan  bersilaturahmi di tengah-tengah masyarakat Minangkabau. Bahkan juga mendapat dukungan masyarakat Anak Rantau untuk maju dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta, serta bersalaman lebih dekat lagi dengan masyarakat Minangkabau.

Bagi saya adat istiadat serta kebudayaan masyarakat Minangkabau  sudah tidak asing lagi bagi saya, karena saya dahulu pernah dibesarkan dalam masyarakat Minangkabau sewaktu ayah saya bertugas di daerah ini. “Harapan saya bahwa dalam pemilihan Gubernur DKI nanti dapat melaksanakan amanat masyarakat sebaik-baiknya dan masyarakat anak rantau minangkabau dapat berjaya,” katanya.

Acara tersebut berjalan dengan hikmat, tenang  dan Mayjen (purn) Hendarji Soepandji tampak ber cakap-cakap akrab dengan masyarakat Anak Rantau Minangkabau dan Letjen (Purn) Aswar Anas dapat memberikann bimbingan. “Masyarakat Anak Rantau Minangkabau mendukung  Mayjen purn Hendarji Soepandji untuk dapat maju dalam pemilihan Gubernur Dki Jakarta,” ujar salah satu masyarakat kepada Progresif.

Iwan Bokings Luncurkan Buku "Ketika Hati Terenyuh"


 Progresif – Makasar, Bupati Boalemo, Iwan Bokings menginisiasi suatu program yang menugaskan para pejabat eselon atas di pemerintahannya untuk tinggal bersama warga termiskin di kabupaten tersebut. Tujuannya adalah agar para pejabat ini menghayati kehidupan rakyat miskin, sehingga dalam merencanakan kegiatan satuan kerjanya dan kebijakan yang diambil nantinya tidak melupakan program untuk rakyat miskin.

”Mereka adalah pejabat yang rata-rata sudah mengenyam pendidikan di Universitas, sudah belajar teori ekonomi, teori pembangunan bahkan teori pemberdayaan masyarakat termasuk kebijakan publik tentang penanggulan kemiskinan yang berbasis pada Millenium Development Goals (MDG’s). Tapi mereka sudah terlalu lama hidup enak sebagai pejabat pemerintah. Mereka harus merasakan langsung bagaimana menjadi orang miskin. Saya berharap sekecil apapun langkah ini dimata orang lain, saya yakin hasilnya bisa berkontribusi terhadap pembentukan watak dan moral mereka, terutama kepedulian terhadap kaum miskin,” kata Bupati Iwan Bokings disela – sela Disertasi D3.

Pengalaman ”tidur semalam” ini kemudian memunculkan ide Bupati Iwan Bokings untuk membuat sebuah buku yang berisi penggalan hati dan pikiran sejumlah pejabat pemerintahan Kabupaten Boalemo tentang potret kemiskinan, yang diberi judul Ketika Hati Terenyuh - Pengalaman Nyata Para Pejabat Boalemo bermalam di rumah orang miskin.

Bahkan oleh pihak panelis bersama peserta ketika mendengar penjelasan secara detail oleh Bupati Iwan Bokings ikut tersentuh dan memberikan penghargaan serta apresiasi setinggi-tingginya. Pasalnya, dari buku menggambarkan kisah para pejabat melihat dan merasakan secara langsung kondisi masyarakatnya yang kurang mampu itu adalah bentuk sikap kepedulian besar terhadap rakyatnya memiliki konsisten dan komitmen memberdayakan masyarakat miskin meskipun dengan modal PAD rata-rata cukup minim. “Kami sangat tertegun begitu mendengar kisah buku Ketika Hati Terenyuh yang tentunya menggambarkan betapa besarnya kepedulian pemerintah daerah Kabupaten Boalemo melalui komitmen pemberdayaan masyarakatnya melalui program penuntasan kemiskinan,” tandas Kepala Yayasan BaKTI Makassar, Caroline Tupamahu.
Sementara itu, Bupati Iwan Bokings mengutarakan rasa kebanggaan dan terima kasih kepada pihak BaKTI Makassar turut memberikan peluang besar dalam pemaparan ataupun peluncuran buku Ketika Hati Terenyuh tersebut. Di mana, melalui agenda peluncuran ini, kiranya diharapkan agar pengalaman dialami para pejabat Boalemo untuk terus eksis dan komitmen atas pemberdayaan masyarakat miskin. “Melalui peluncuran Buku Ketika Hati Terenyuh pada BaKTI Makassar ini, kedepan diharapkan dapat dipublikasikan sampai ke seluruh nusantara melalui BaKTI Makassar yang tentunya di dalamnya ada pula lembaga-lembaga donor dari berbagai Negara,” tandas Bupati Iwan Bokings.

Lounching buku Ketika Hati Terenyuh, yang berkisah tentang 108 pejabat pemkab Boalemo tidur semalam di rumah orang miskin yang dilaksanakan di Kantor Bakti Makassar, (21/9) nampaknya mendapat apresiasi dari berbagai komponen sebut saja dari perwakilan Unicef untuk Indonesia Timur, Purwanta Iskandar, Direktur Eksekutif yayasan Bakti, Caroline Tupamahu serta dosen fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin Makassar, Agussalim.

Dari penuturannya, Purwanta Iskandar sangat bangga dengan kiprah dan eksistensi Bupati Boalemo Iwan Bokings dalam melaksanakan program yang berorentasi kepada kepentingan masyarakat miskin. Buku ketika hati terenyuh dinilai akan mampu menjadi rensensi dan inspirasi bagi pimpinan daerah dan seluruh komponen yang punya visi dan misi yang sama khususnya dalam hal pelaksanaan program yang orientasinya bagi masyarakat miskin.

Ia berjanji buku ini akan diserahkan kepada Direktur IPDN Makassar sebagai resensi dan inspirasi kedepan. “Saya sangat salut kepada Pak Bupati Iwan Bokings yang punya ide gila dalam tanda petik memaksa pejabatnya untuk tidur pada rumah-rumah orang miskin. Mudah-mudahan ini akan merubah mindset tidak hanya bagi pejabat Boalemo sendiri akan tetapi kepada seluruh pembaca,” papar Purwanta.

Tanggapan yang sama dikatakan Direktur eksekutif yayasan Bakti Makassar, Caroline Tupamahu. Ia memberikan apresiasi atas peluncuran buku ketika hati terenyuh. Ide gila Bupati Iwan Bokings tentang pejabatnya yang tidur dirumah masyarakat miskin ini sebagai bukti konsistensi Pemkab Boalemo dalam melaksanakan program bagi kepentingan masyarakat miskin.

Senada dengan hal itu, Agussalim yang juga dosen fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin Makassar bangga dengan tulisan yang ada dalam buku dimaksud. Bahkan buku ketika hati terenyuh dinilai sangat mirip dengan buku hasil tulisannya, yakni mereduksi kemiskinan terbitan tahun 2009. Buku yang bercerita tentang masalah kemiskinan secara global tersebut diserahkan Agussalim kepada Bupati Iwan Bokings.

Selain dihadiri oleh lembaga donor, LSM, Direktur dan personil yayasan Bakti, unsure KNPI Makassar, biro pemberdayaan Kota Makassar, Lounching buku tersebut dihadiri juga Kasma Bouty yang juga selaku Anggota DPR RI fraksi Demokrat, Wakil Bupati La Ode Haimudin, Ketua Dekab Hardi Mopangga, serta pejabat Pemkab Boalemo. (MR)

H. Ruslim, S.Sos Ketua Umum Paguyuban Demak Yang Baru

Bertempat di Aula Kramat Jati Jakarta Timur, pemilihan Ketua Paguyuban baru telah terpilih secara demokrasi dengan jumlah undangan menurut ketua panitia adalah 36 yang mewakili JABODETABEK.  Ketua sementara Letkol Isa Ansori, Mayor Ahmadi sebagai Wakil Ketua, Kapten Ahmadi sebagai Anggota dan Takwin Pengusaha sebagai Anggota sekaligus tuan rumah.

Turut  hadir dalam pemilihan Ketua Umum yang baru Doktor Hariyadi salah satu Direktur dari Kementerian Kehutanan sebagai sesepuh sekaligus penasehat Paguyuban Kabupaten Demak, Drs. Muklasin mantan Ketua Paguyuban Kabupaten Demak periode yang ke 2 sekaligus penasehat Paguyuban, serta beberapa pengusaha buah yang berada dilingkungan pasar Kramat Jati.

Pemilihan Ketua Umun Paguyuban benar-benar Demokrasi dan adil, serta tidak ada rekayasa. Semua undangan yang hadir merasa puas, maklum baru kali ini seorang  Ketua Paguyuban Demak dipilih secara langsung dan Demokrasi tidak ada rekayasa.

Bahkan menurut ketua sementara Letkol Isa Ansori, seorang tentara yang masih aktif tidak boleh mencalonkan sebagai Ketua Paguyuban karena seorang tentara harus siap pindah kemanapun saat ditugaskan. Dua kandidat yang mencalonkan sebagai Ketua Umum adalah H. Ruslim S.sos Pengusaha muda dan Ir. Nadjib YN.M.Si seorang pengusaha muda mantan calon Bupati Demak periode 2011/2016, yang telah dimenangkan oleh H. Ruslim S.sos dengan perolehan suara 29 orang, adapun Ir. Nadjib YN.M olehSi memperoleh 17 suara.

Drs, Muklasin mantan Ketua Paguyuban period eke 2 mengatakan, Saya merasa bangga dengan terpilihnya Ketua Umum Paguyuban yang baru secara Demokrasi, karena ke 3 Ketua sebelumnya tidak dipilih secara langsung. “Karena dua orang inilah yang banyak perduli di dalam Paguyuban. Maka sekali lagi Saya berpesan bahwa kedua putra daerah ini adalah putra yang terbaik di Paguyuban dan pantas menjadi Ketua dan Wakil Paguyuban, agar bisa menyatukan seluruh warga Demak serta memajukan,” katanya.

Lain lagi sambutan dari Doktor Hariyadi, masalah kalah atau menang dalam suatu pemilihan adalah hal yang biasa terjadi didalam Demokrasi seperti  ini. “Marilah kita sama-sama merapatkan barisan menuju Demak yang lebih maju dan berwibawa,” ujarnya.

Ketua Paguyuban yang baru H. Ruslim S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa program kita yang pertama adalah kita harus mempunyai kantor secretariat untuk mengolah berbagai kegiatan Paguyuban yang akan datang dan kita harus tunjukan kepada daerah lain, bahwa kita lebih baik dari daerah lainnya.


Masih dikatakan Ruslim, program selanjutnya yaitu konsolidasi, maping warga Demak yang ada di Jabodetabek menurut tingkatan dari pengusaha, pejabat hingga sampai akar rumput dan berapa banyaknyang sudah tergabung atau mengetahui Paguyuban. Setelah itu, apa yang harus diperbuat baik untuk Paguyuban maupun untuk Demak secara keseluruhan. “Diharapkan semua saling mendukung dan yang lebih penting mau bekerja untuk Paguyuban,” jelasnya. (M.HD/MR)

Foke disindir Sedang Mencari Megawati Terkait Pilkada 2012

Ketua Umum PDI Perjuangan berpidato dalam acara konsolidasi  dan halal bihalal struktur partainya untuk wilayah DKI Jakarta di Istora Senayan, Minggu 11 September 2011. Hadir pula dalam acara tersebut Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

Mega menyambut para anggota, kader dan pengurus PDI Perjuangan se-DKI Jakarta dengan ucapan selamat merayakan hari raya Idul Fitri. "Selamat hari raya, lebaran Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan bathin," Mega menyapa hadirin.

Setelah memberikan salam itu, Mega kemudian memberikan pidatonya. Pidato Mega kali ini berisi tentang pentingnya konsolidasi partai dan meminta para kader lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat terhadap lingkungannya.

Dalam pidato itu pula Mega melontarkan sindiran terhadap kinerja kader dan pengurus partainya di wilayah DKI Jakarta. Bahkan Boy Sadikin yang merupakan anak dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin sekaligus Ketua DPC PDIP Jakarta Selatan tak lepas dari sindiran Mega tersebut. "Bapakmu, Boy, Bang Ali itu suka membantu. Kamu juga harus bisa begitu, membantu orang yang ada di bawah," kata Mega.

Mega ternyata tidak pandang bulu. Fauzi Bowo yang hadir sebagai undangan di acara tersebut juga dia sindir. "Jangan cepat botaklah, Pak Fauzi. Wong semua kan sebenarnya sudah ditata sama Bang Ali. Tapi salahnya gubernur merusak saja sih. Saya tahu, kan saya ini sudah diajari Bang Ali, lho," kata Mega.

Mega juga menyindir Foke -sapaan akrab Fauzi Bowo- agar jangan terlalu pasang aksi kepada dirinya. Karena, kata Mega, jika mendapat undangan bertemu dengan Ali Sadikin, orang yang dulu sering menerima dan menyambut Mega di kantor Gubernur DKI Jakarta adalah Foke.

"Makanya, jangan suka aksi-aksi sama saya-lah, Pak Foke, kita kan sudah kenalan sejak lama," kata Mega.

Mega juga menyentil aksi anggota dewan pembina Partai Demokrat itu terkait pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012 mendatang.  "Asik lho sekarang. Saya diam saja dicari-cari orang. Wong Pak Fauzi saja sekarang cari saya. Ya kan. Apa gak asik," kata Mega sembari tersenyum.

Foke yang duduk di deretan undangan tampak manggut-manggut mendengar apa yang disampaikan Mega tersebut.

Mega pun kemudian tak lupa meminta agar para kader dan pengurus partai di DKI Jakarta kian kompak, solid, dan bergotong royong jika ingin  kembali mengulang kejayaan PDI Perjuangan di awal reformasi. Tahun 1999 para kader dan pengurus PDI Perjuangan pernah memerahkan Jakarta dalam kampanye dan memenangkan  pemilu saat itu.

"Itulah, kita harus bisa kompak, solid, gotong royong. bisa gak DKI  ini gotong royong," kata Mega. Para pengurus dan kader yang hadir pun serentak menjawab, "bisa."

Isu Suap, Muhaimin Kumpulkan Kader PKB

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, mengumpulkan seluruh kader partainya di Jawa Timur. Pertemuan itu bertempat di Kantor DPW PKB Jatim Jalan Ketintang Madya, Surabaya, 11 September 2011.

"Iya, memang siang pukul 14.00 WIB ada jadwal halal bihalal dan konsolidasi kekuatan PKB se-Jatim. Dalam acara itu Ketua Umum DPP PKB Cak Imin datang," kata Humas DPW PKB, Ari Rangkuti.

Ari menjelaskan, kedatangan Cak Imin tidak hanya sekadar untuk mengikuti halal bihalal. Muhaimin juga diagendakan membahas konsolidasi untuk persiapan menghadapi Pemilu 2014. "Selain halal bihalal, juga membahas kepentingan partai," lanjut Ari.

Dia menambahkan, Muhaimin juga akan menjelaskan kepada semua kader PKB di Jatim soal isu adanya dugaan suap sebesar Rp1,5 miliar yang terjadi di lingkungan Kemenakertrans yang dipimpinnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan KPK memeriksa staf Menakertrans Ali Mudhori terkait dugaan suap di Kemenakertrans. Sindu Malik dan Ali Mudhori diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dhanarwati. Mereka berdua diduga sebagai pihak yang berperan aktif dalam upaya permintaan uang kepada PT Alam Jaya Papua, yang keduanya mengaku sebagai staf Muhaimin dan berkantor di lantai 2 Kemenakertrans Jakarta. Namun keduanya tak datang dalam pemeriksaan itu.

DPR Panggil Direksi Askrindo, Bapepam LK dan Kepolisian Pasca Reses


Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mulai memasuki masa sidang kembali per 5 September 2011 pasca reses. Melalui Komisi XI, DPR akan fokus terhadap kisruh penempatan dana investasi yang terjadi di PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) pada lima lembaga keuangan.

Komisi XI segera memanggil Bapepam-LK, Direksi Askrindo dan Kepolisian untuk menjelaskan kasus tersebut.

"Senin (5/9/2011) besok sudah mulai masuk dan selasa paripurna. Ada beberapa agenda penting yakni salah satunya terkait kisruh Askrindo," ungkap Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (4/9/2011).

Menurutnya, perlu dilakukan klarifikasi oleh berbagai pihak yang tersangkut adanya penempatan dana investasi ilegal. "Oleh karena itu akan segera dipanggil Bapepam-LK, Direksi Askrindo dan mungkin Kepolisian. Tetapi jadwal akan dirapatkan kemudian," katanya.

Seperti diketahui, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menemukan penempatan dana investasi ilegal PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) pada lima lembaga keuangan mencapai Rp 439 miliar. Ini terdiri dari investasi Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Repurchase Agreement (Repo), surat utang korporasi, dan surat utang negara (SUN).

Lenyapnya uang sebanyak itu tentu tidak tanpa jejak. Polisi pun sekarang sedang melakukan penelusuran atas hilangnya dana investasi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penjaminan tersebut.

Polisi telah menahan 2 tersangka ZL dan RS terhitung mulai hari ini telah ditahan dan diperiksa 28 saksi lain. Askrindo melakukan rekayasa keuangan yang dilakukan melalui kerjasama dengan 4 manajer investasi ada penyaluran dana.

Selain Askrindo, Harry mengungkapkan Komisi XI akan menentukan apakah disetujui atau ditolak mengenai Penyertaan Modal Negara (PMN) bagi beberapa BUMN. "Nanti diputuskan disetujui atau tidak diberikan PMN kepada BUMN seperti PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Merpati serta PLN," tuturnya.

Aktivitas bisnis akan normal pekan ketiga pasca Lebaran

Aktivitas bisnis dan perekonomian diperkirakan baru normal pada minggu ketiga setelah libur lebaran.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan sampai 2 minggu pasca libur panjang perekonomian biasanya belum normal.

"Pada minggu pertama kedua bisnis akan berjalan seperti biasa tapi mungkin masih menunjukkan kelesuan," katanya ketika dihubungi Bisnis, hari ini.

Dia menjelaskan bisnis yang terkena pengaruh terbesar dari jeda Idul Fitri adalah aktivitas ekspor dan impor. "Khususnya aktivitas ekspor, yang bisa tertunda 1-2 hari dari jadwal. Tapi pengaruhnya tidak akan berlarut-larut."

Natsir mengharapkan momentum pertumbuhan ekonomi akan berlanjut pada minggu ketiga bulan ini.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Bambang Sujagad mengkhawatirkan pengaruh tingginya jumlah uang beredar selama libur lebaran pada tingkat inflasi tahun ini.

“Kemarin sekitar Rp7 triliun uang ditarik, ini kalau tidak hati-hati bisa menekan pertumbuhan ekonomi melalui inflasi,” katanya.

Bambang mengatakan inflasi bisa lebih menekan daya saing ekspor industri pengolahan Indonesia yang saat ini sudah rendah.

“Ekspor industri manufaktur Indonesia sampai tengah tahun sudah turun dari 60% dari total ekspor ke 40% dari total ekspor. Jika daya saing terus tergerus oleh inflasi pertumbuhan 6,5% bisa tidak tercapai,” ucapnya.

Dia mengharapkan pemerintah mengambil momentum perlemahan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa dengan mengarahkan aliran modal ke sektor industri dan infrastruktur.
Diberdayakan oleh Blogger.