Pemerintah Kembali Impor Garam


Impor garam konsumsi sepanjang 2011 tak bisa dihindari karena rendahnya produktivitas garam rakyat, setelah mengalami gagal panen pada 2010.

Direktur Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan mengatakan penetapan impor garam iodisasi untuk konsumsi pada 2011 ditetapkan berdasarkan kebutuhan garam konsumsi pada 2011 sebesar 1,6 juta ton.

Sementara itu, produksi garam petani pada 2010 hanya sebesar 30.600 ton. Adapun persetujuan impor garam iodisasi yang terealisasi sebesar 597.583 ton.

"Dengan pertimbangan kebutuhan garam 1,6 juta ton sementara stok yang ada tidak mencukupi kebutuhan tersebut, sesuai dengan rekomendasi Kementerian Perindustrian, dikeluarkan izin impor 1,04 juta ton," katanya hari ini.

Partogi menjelaskan impor garam iodisasi pada 2011 diberikan dalam dua tahap yaitu tahap pertama (Januari-April) sebesar 595.000 ton dan tahap kedua (Mei-Juli) sebesar 445.000 ton. Kendati demikian, menurut dia, izin impor tersebut tidak tidak semuanya direalisasikan. Dari izin 1,04 juta ton yang dikeluarkan, yang terealiasi hanya sebesar 88,8% atau sekitar 923.756 ton.

Sesuai peraturan, importir produsen (IP) garam iodisasi dilarang mengimpor garam dalam masa satu bulan sebelum panen raya, selama panen raya, dan dua bulan setelah panen raya garam rakyat. Adapun masa panen raya garam sesuai kesepakatan bersama diperkirakan terjadi pada pertrengahan Agustus 2011.

"Oleh karena itu, sisa izin impor yang sudah direalisasikan tidak dilanjutkan dalam arti ditutup."

Partogi mengungkapkan setiap bulannya, kebutuhan garam konsumsi untuk garam meja, garam industri aneka pangan, pengeboran minyak, dan aneka pangan lainnya sebesar 135.000 ton-140.000 ton.

Sementara itu, produksi sampai 10 Agustus baru sekitar 58.285 ton yang terdiri dari Jawa Barat (1.285 ton), Jawa Tengah (13.000 ton), dan Jawa Timur (44.000 ton) . Produksi di Jawa Timur tersebut terbagi atas sampang (15.000 ton), Pamekasan (9.000 ton), Sumenep (15.000 ton), dan Gresik (5.000 ton)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.