BPOM Uji 670 Sampel Makanan, 35 % Tak Layak Konsumsi


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selama dua pekan terakhir menguji 670 sampel makanan di Jakarta. Hasilnya 35 persen di antaranya tidak layak konsumsi.

Kepala BPOM Kustantinah menjelaskan, para penjual yang makanan yang terbukti mengandung bahan berbahaya akan diberi pengarahan. Sedangkan untuk pihak produsen akan ditindaklanjuti.

"Para produsen yang tertangkap tetap boleh beroperasi asal tidak lagi menggunakan bahan berbahaya lagi, namun tetap saja proses hukum berjalan," ujarnya di sela-sela razia makanan dan minuman di Jakarta, Kamis (11/8/2011).

Hari ini BPOM melakukan razia di Pasar Swalayan Gelael, Pancoran, Carrefour MT Haryono, dan Pasar Bazar Benhill.

Dalam razia ini, petugas menemukan puluhan makanan yang terindikasi mengandung bahan berbahaya, makanan tidak berizin, dan kemasan makanan yang tidak berbahasa Indonesia.

Di Pasar Swalayan Gelael, Pancoran, ditemukan radomin di kemasan asinan, mie basah mengandung formalin, dan dua jenis makanan tidak ada izin edar. Sedangkan di Carrefour MT Haryono hanya ditemukan enam jenis makanan yang tidak terdapat panduan Bahasa Indonesia, dan lima jenis produk yang tidak mempunyai izin edar.

"Untuk Pasar Bazar Benhill kami menemukan beberapa makanan mengandung rodamin, borax dan berformalin," kata Kustantinah.

Menurut Kustantinah, bahan rodamin pada makanan sebenarnya dapat dikenali dengan mudah, bila makanan tersebut terkena matahari maka akan berforosensi atau warna aslinya pudar.

"Kalau mengandung formalin kita hanya bisa mengeceknya dengan memegangnya, bila terasa agak kenyal terindikasi mengandung formalin,"terangnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.