Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

MUSDA FORKABI Kota Bekasi, Wujudkan Masyarakat Betawi Yang Mandiri

Sebagaimana yang diamanatkan AR/ART Organisasi, Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Kota Bekasi pada Sabtu 23/7 menggelar Musyawarah Daerah ke I, dalam sambutannya Ketua FORKABI Kota Bekasi Sorajudin, MA menegaskan, FORKABI sebagai ormas yang mandiri dan independen tanpa ada muatan politik. Dan kedepan akan terus berjuang untuk memperjuangkan masyarakat Betawi yang maju, mandiri dan sejahtera.

Hal senada juga diungkapakan Wakil Ketua Umum DPP FORKABI, H M Iwan, bahwa FORKABI merupakan salahstu ormas Betawi yang dicintai masyarakat, karena keberadaanya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar, oleh karena FORKABI tidak pernah anarkis, dan dalam setiap mengamankan lingkungan selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian, dan kita sifanya hanya membantu.

Ditempat yang sama, Ketua Umum DPP FORKABI, H Murdhani juga meminta pada seluruh jajaran FORKABI, agar mementingkan diri sendiri, tapi fikirkan anak agar sekolah tinggi, agar kedepan manjadi orang-orang yang mengisi pembangunan bangsa.

Sementara menanggapi akan isu SMS yang beradar dimana ada kejadian bentrok antara FBR dengan FORKABI dan meninggal 9 orang, hal tersebut adalah isu yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, masyarakat jangan mudah terpancing isu-isu seperti itu, kita harus belajar kejadian 98 lalu, kita diadu domba, dan akhirnya yang menderita adalah kita semua, oleh sebab itu sekali lagi saya menghimbau agar masyarakat jangan mudah terpancing isu tersebut, pinta H Murdhani.

Disela acara tersebut, Sekretaris DPD FORKABI Kota Bekasi yang juga calon Ketua DPD, Marzuki AMD, mengaku apabila diberi amanah menjadi ketua, akan terus berjuang mengangkat harkat martabat warga Betawi, beberapa program akan diperjuangkan dengan pelatihan-pelatihan ketrampilan.

Beberapa langkah telah dilakukan, dengan banyaknya pabrik diwilayah Kota Bekasi, pihaknya telah banyak menempatkan warga Betawi untuk bekerja, baik dibidang security maupun bagian produksi, dan kedepan akan lebih banyaklagi warga Betawi yang mandiri dan bekerja, sehingga kesejahteraan diharapkan juga akan lebih meningkat, tegas Marzuki AMD

HUT LIRA KE 6 TAHUN, GELAR SUNATAN MASSAL DAN SANTUNAN


Bertempat di kantor DPP Limbung Informasi Rakyat (LIRA), dibilangan Saharjo Jaksel, seluruh jajaran LIRA menggelar kegiatan Ulang Tahun yang ke 6, hadir dalam acara tersebut Ketua DPD Partai Golkar Prya Ramadhani, Tokoh Masyarakat serta pengurus Daerah LIRA dari 33 Provinsi.

Presiden LIRA H M Jusuf Rizal SE MSi disela acara tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa dalam Hari jadi kali ini, LIRA lebih memilih untuk melakukan bhakti sosial, dengan menggelar Sunatan Massal, Santunan Anak Yatim Piatu, serta donor darah, LIRA ingin terus berbuat dan berbuat untuk masyarakat.

Menyikapi kondisi bangsa saat ini, dimana terjadi penggerogotan terhadap idiologi bangsa, LIRA akan terus mempertahankan Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia, dan LIRA siap berada di garda terdepan untuk menghadapi ganggun keutuhan NKRI, dan kini LIRA didukung pengurus PRovinsi dan Kabupaten/Kota, akan terus membangun semangat Bela Negara pada seluruh masyarakat Indonesia yang tersebar diseluruh Indonesia, dalam rangka mentransformasikan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila, tegas HM Jusuf Rizal.

Humas PRJ Bantah Adanya Premanisme



Beberapa waktu lalu sempat beredar kabar bahwa kawasan seputar arena PRJ Kemayoran marak premanisme, pemalakan, dan pemasangan tarif makan yang tidak wajar. Hal ini dibantah oleh Manajer Humas Jakarta Fair Kemayoran 2011 Dinar Hanggarini ketika dihubungi wartawan, Rabu (29/6/2011).

"Di seputaran arena PRJ banyak polisi dan petugas satpol PP yang berjaga di setiap sudut untuk mengamankan. Para pedagang kaki lima pun memasang tarif makan-minum yang masih dalam batas-batas wajar. Jadi, tidak benar isu itu," ungkap Dinar.

Ia menyebutkan, di seputar arena PRJ Kemayoran kini terdapat empat titik posko keamanan. Posko-posko tersebut terletak di depan Pintu 1 PRJ, di seberang Bunderan PRJ, di bawah fly over Benyamin Suaeb, dan Bunderan Gambir Expo. Belum lagi mobil patroli polisi yang mondar-mandir keliling arena serta mobil satpol PP yang juga bersiaga di berbagai titik.

"Di posko yang terletak di depan Pintu 1 PRJ sedikitnya 50 polisi dan 50 aparat satpol PP tampak bersiaga menjelang jam buka Jakarta Fair. Di antara mereka juga terdapat puluhan anggota ormas pemuda yang turut membantu pengamanan kawasan Kemayoran, begitu pula di posko lain," tutur Dinar.

Menurutnya, di jalan-jalan menuju arena PRJ pun petugas keamanan telah disiagakan. Kesiagan itu seperti di Jalan HBR Motik, Jalan Industri, Jalan Rajawali Selatan, Jalan Kawasan PRJ, dan Jalan Benyamin Suaeb. Sementara mobil patroli polisi dan satpol PP juga terus berkeliling lokasi.

"Ini bertujuan untuk membuat masyarakat merasa aman dan nyaman selama berkunjung ke Jakarta Fair. Selain itu, juga untuk mencegah pihak tak bertanggung jawab yang mencoba mengambil keuntungan dari pengunjung yang membeludak," tutur Dinar.

Mengenai tarif parkir yang dinilai memberatkan pengunjung, Dinar merinci kisaran tarif parkir bagi pengunjung Jakarta Fair. Tarif parkir di luar arena PRJ tak lebih dari Rp 20.000 untuk mobil atau lebih mahal Rp 5.000 dibandingkan parkir resmi di dalam arena PRJ yang hanya dipatok Rp 15.000.

Untuk sepeda motor, pengunjung dikenai biaya Rp 10.000 atau lebih mahal Rp 2.000 dibandingkan parkir di dalam area parkir PRJ yang hanya dipatok Rp 8.000.

Polisi Bekuk Juru Parkir Gadungan di PRJ



Protes keras masyarakat pengunjung Pekan Raya Jakarta (PRJ) akan mahalnya tarif parkir di luar area PRJ, Kemayoran akhirnya ditindaklanjuti pihak kepolisian. Kemarin,  Polres Metro Jakarta Pusat menciduk 21 orang yang ditengarai sebagai juru parkir gadungan dan menarik tarif parkir hingga Rp 50.000 tiap mobilnya.
Modus yang biasa dilakukan adalah dengan mengepung mobil pengunjung yang hendak keluar dan menagih biaya parkir di luar PRJ sampai Rp 50.000. Padahal, untuk parkir di dalam area PRJ saja paling mahal Rp 15.000-20.000. Para juru parkir gadungan ini memakai rompi hijau sehingga terlihat seperti juru parkir resmi.

"Berdasarkan laporan dan SMS masyarakat ke kami yang mengeluh parkirnya suka dipaksa dan diperas, semalam kami melakukan razia," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hamidin saat dihubungi, Selasa (28/6/2011).

Dikatakan Hamidin, penangkapan dilakukan pada Senin (27/6/2011) sekitar pukul 19.00-22.15 WIB. Operasi dilakukan sekitar 100 personel dari Polres Jakarta Pusat dan berhasil mengamankan 21 orang yang tidak mempunyai kejelasan identitas.

"Kami melakukan pemeriksaan di tempat-tempat yang berpotensi seperti yang gelap serta memeriksa orang-orang yang nongkrong tidak jelas. Dari situ kami dapat 21 orang tanpa identitas jelas," ujarnya.

Hingga Selasa siang, seluruh juru parkir gadungan itu masih menjalani pemeriksaan. "Sampai sekarang masih diperiksa 1 x 24 jam. Nanti kalau tidak ada unsur pidananya kami lepaskan," tuturnya.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Abdul Karim menuturkan bahwa juru parkir gadungan itu merupakan preman  yang berpura-pura menjadi juru parkir.

"Petugas juga menyita buku rekapan tagihan mulai dari lahan parkir hingga tagihan pedagang kaki lima yang biasanya mangkal di sekitar area Pekan Raya Jakarta," ujarnya. Di dalam rekapan buku itu, tertulis jumlah tagihan mencapai Rp 200.000-300.000.
Diberdayakan oleh Blogger.