Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Pindad garap tank tempur ringan 2014



PT Pindad akan mengembangkan kendaraan tempur tank ringan mulai 2014, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat.

Dirut Pindad Adik Avianto Soedarsono mengemukakan rencana tersebut merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan panser dan tank TNI AD yang saat ini 90% diisi oleh produk asing.

Dia mengemukakan tank ringan itu akan merujuk pada model produk mancanegara saat ini, seperti produk K-21 buatan Doosan DST Korea Selatan dan Turki.

Tank ringan memiliki bobot antara 15 ton - 25 ton dengan dua jenis penggerak kendaraan berupa ban atau rantai. Namun, ada pula tank ringan lainnya yang memiliki bobot 25 ton lebih.

Adik mengatakan harga tank ringan berpenggerak ban sekitar Rp40 miliar, sedangkan yang berpenggerak rantai sekitar Rp50 miliar.

“Kami sedang membahas rencana ini dengan pemerintah, TNI AD, dan pihak-pihak lainnya. Mudah-mudahan rencana pengembangan ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” katanya hari ini.

Adik belum merinci kebutuhan TNI AD akan tank ringan. Menurut dia, pihaknya baru melangkah ke proses persiapan dan studi.

Dia mengemukakan proses persiapan termasuk studi dan pengembangan akan memakan waktu lama. Jika pemerintah sudah menyatakan berkomitmen, katanya, Pindad segera melakukan serangkaian kerja sama business to business dengan industri pertahanan di luar negeri.

Dia optimistis Pindad mampu mengerjakan proyek pengembangan tank ringan tersebut dengan dukungan penuh pemerintah dalam rangka optimalisasi industri kesenjataan strategis, seperti panser dan tank.

Menurut dia, kemampuan perusahaan telah teruji dalam pengadaan Panser Anoa 6x6 yang dipesan Kementerian Pertahanan beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan kekuatan TNI AD yang didasarkan pada kekuatan pokok minimum memang memadai dari sisi kuantitas. Akan tetapi, lanjutnya, kondisi alat pertahanan TNI AD tersebut sangat tidak memadai dari sisi kualitas. "Kondisinya sangat memprihatikan karena anggaran terbatas," ujarnya.

Adik mengatakan salah satu penyebabnya adalah minimnya sokongan anggaran bagi industri pertahanan. Pada kesempatan yang sama, dia mengatakan Pindad segera mengerjakan Panser Anoa Tarantula yang teknologinya diserap dari Doosan DST. Panser ini akan dipersenjatai kanon 90 mm buatan Belgia.

Dia mengemukakan kontrak kerja sama pengadaan kendaraan tempur tersebut sudah dilakukan pada 2009 sebanyak 22 unit. Sebanyak 11 unit built-up akan segera tiba dari Doosan DST, sedangkan sisanya 11 unit dikerjakan oleh Pindad.

Kemensos : Tidak Boleh Ada Penjara Anak



Direktur Pelayanan Sosial Anak Kementerian Sosial, Harry Hikmat di Makassar, Kamis, menjelaskan dalam Rancangan Undang-undang Peradilan Anak telah ditegaskan tidak boleh ada penjara bagi anak.

Dia menjelaskan, kasus anak yang terjerat hukum saat ini mencapai 6.236 kasus sehingga pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Peradilan Anak ini harus secepatnya dituntaskan DPR RI.

"Dalam RUU ini yang kita perjuangkan adalah sistem penyelesaian hukum bagi anak-anak. Mereka tidak boleh menyentuh yang namanya pengadilan, tetapi bagaimana mereka ditangani peradilan khusus anak," ucap dia.

Dia mengharapkan, pembahasan RUU ini tidak ada lagi kasus persidangan yang memenjarakan anak sehingga mentalitas anak tidak lagi dibentuk menjadi kriminalitas karena harus bersentuhan dengan orang-orang yang berada di balik jeruji penjara.

Dia mengajak seluruh pihak termasuk media untuk mengawal RUU yang sedang dalam tahap pengesahan di DPR RI yang memasuki agenda sidang tahap pertama.

Penetapan RUU ini, kata dia diharapkan bisa rampung hingga akhir Desember 2011 seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya.

"Tetapi tanpa pengawalan dan advokasi dari masyarakat melalui perwakilan representatif seperti media, kami tidak yakin ini akan terlaksana. Mengingat banyak poin dalam RUU itu termasuk membuat peradilan khusus anak masih membutuhkan waktu pembehasan yang panjang," ucap dia.

Adanya RUU peradilan pidana anak, dia mengharapkan tidak ada lagi penjara untuk anak, sehingga sangat di butuhkan media yang bisa mendorong untuk menyosialisasikan dan mendorong percepatan pembahasan RUU tersebut.

"Kami harap kedepannya tidak ada lagi pengadilan dan pemenjaraan anak, dan sebelum masuk penyelidikan dipihak kepolisian, ada media dan alternatif lain untuk menyelesaikan hal itu, dan ini membutuhkan keterlibatan pers untuk pembahasan RUU pidana anak ini," harapnya.

Hal sama juga diungkapkan Kasubid Polmas Polda Sulsel, Suhartiwi dalam kesempatan itu. Menurutnya kasus pidana anak harus di selesaikan sebelum masuk kepenyidik, ketika pelapor tidak mau di damaikan dan ini diserahkan dulu ke kejaksaan dengan masa waktu kurungan selama 14 hari.

Dia menilai, setiap kasus anak lebih diprioritaskan untuk diselesaikan, sebab jika masuk dalam tahanan akan menghambat kegiatan sekolah mereka. "Tapi ini banyak keluhan dari keluarga korban yang protes, dan menuding macam-macam dalam penyelesaian kasus yang melibatkan anak-anak ini. Disinilah dilema pihak kepolisian," ucap dia.

Menurut dia, penahanan yang melibatkan anak-anak biasanya hanya kasus besar, seperti pembunuhan. "Kalau hanya kasus kecil seperti perkelahian biasanya kami pulangkan dan menyerahkan ke pihak keluarga di lingkungan sekitar anak untuk menyelesaikan masalah mereka," ujar dia

Dialog ini juga dihadiri, perwakilan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel Gufron, Dinas Sosial Provinsi Sulsel Drs Mukhtar MSi, Ketua Panti Sosial Marsuki Putra (PSMP) Todopuli Muh Sanusi serta wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Peduli Anak (FJPA) Sulsel

Pemerintah Harus Utamakan Pembangunan Pedesaan


Pemerintah diminta lebih mengutamakan pembangunan perekonomian di pedesaan daripada fokus mendatangkan investasi berskala besar dari luar negeri yang sasaran belum tentu menyentuh masyarakat lapisan dasar. Ekonom ECONIT Hendri Saparini mendesak pemerintah segera memperbaiki orientasi pembangunan ekonomi Indonesia supaya tidak terfokus pada upaya mendatangkan modal besar dari luar negeri. Pemerintah diminta berorientasi pada pembangunan ekonomi kerakyatan sehingga pertumbuhan ekonomi secara rill bisa benar terjadi.

“Saat ini siapa pun yang bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi ya didorong pemerintah. Yang menjadi pertanyaan apakah pertumbuhan itu bisa dinikmati seluruh rakyat, atau malah hanya dinikmati oleh pihak yang punya modal,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Menurut dia, pemerintah bisa mencontoh China yang memfokuskan pembangunan ekonominya terlebih dulu ke pembangunan masyarakat miskin di pedesaan. Pembangunan dengan cara tersebut, lanjutnya, dinilai cukup efektif untuk mengentaskan kemiskinan.

Hal tersebut terlihat dari persentase jumlah masyarakat kelas menengah di China saat ini yang 66%-nya tinggal di pedesaan.

Hendri optimistis jika pemerintah benar-benar mau mendorong pertumbuhan pertanian kerakyatan, tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang diharapkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia bisa terjadi.

Adapun, program-program yang diklaim pemerintah pro-rakyat seperti program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM), kata Hendri, pada dasarnya tidak terintegrasi dengan strategi pembangunan nasional yang besar.

Alhasil, program seperti itu dinilainya tidak efektif untuk mendukung terjadinya pemerataan pembangunan.

Pemerintah saat ini sedang merevisi Peraturan Pemerintah No.62/2008 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-daerah Tertentu.

Selain itu, pemerintah juga menyusun Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang fasilitas penangguhan pembayaran pajak penghasilan hingga jangka waktu tertentu (tax holiday) bagi penanaman modal skala besar di industri pionir.

Penyempurnaan dan pembuatan aturan baru tersebut bertujuan memperbesar daya tarik investasi di Indonesia yang pada akhirnya diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Jakarta Fair 44 Gelar Konser Musik 32 Hari Nonstop


Jakarta Fair 44 yang mulai dibuka untuk umum pada 9 Juni hingga 10 Juli 2011, akan diisi hiburan musik spektakuler, 250 pergelaran dengan 100 Grub Band papan atas ibukota akan memeriahkan Konser Musik 32 Hari Nonstop, dalam acara jumpa PERS yang digelar manajemen JIEXPO MUSIC CONCERT, Bayu pratomo coordinator musik konser JIExpo menjelaskan, bahwa untuk tata panggung disamping panggung utama, ada juga panggung music Jaz dan Panggung Budaya.

Dalam panggung utama akan diisi oleh Band Top Papan Atas, sementara untuk Band Pemula akan diberi kesempatan awal pertunjukan, beberapa Grub Band tersebut meliputi Slank, Iwan Fals, NIDJI, GIGI, NETRAL, KOTAK, SID, serta yang lain, sementara untuk Kesenian tradisional akan diberikan kesempatan tampil pada panggung Gambir, dengan konsep Panggung Betawi, paparnya.
Sementara sambutan JIExpo yang diwakili Racf selaku marketing director JIExpo mengaku, tahun ini tahun ke 8 dengan menejeman baru, menurutnya panggung utama,merupakan salahsatu daya magnet oil, untuk pengunjung datang ke Jakart Fair, dan untuk pembukaan Jakarta Fair, akan dibuka oleh Presiden SBY, tegasnya.

Diakuinya kepesertaan dalam ajang Pergelaran Musik ini bertambah terus, kita bangga minat musisi baru cukup tinggi, oleh sebab itu kita juga beri kesempatan untuk Band Yunior tersebut untuk tampil, dan kita berharap mereka kedepan akan mampu bersaing, dengan artis yang sudah punya nama.

Untuk panggung Jaz adalah upaya untuk memberikan ruang bagi masyarakat pecinta music Jaz, ini semua juga atas permintaan masyarakat pecinta music Jaz, hal tersebut juga ajang bagi masyarakat yang ingin rileks setelah jalan-jalan, kita siapkan area rileks dan menikmati music Jaz, tegasnya.
Diberdayakan oleh Blogger.