BUPATI KARAWANG BUKA UJI KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI TUKANG KONSTRUKSI


Sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur jasa konstruksi, , Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Uji Kompentensi dan Sertifikasi Tukang Konstruksi. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Kabupaten Karawang, Drs. H. Ade Swara,MH bertempat di Gedung Singaperbangsa Lt. III Pemda Karawang, Rabu (4/5).

Bupati Ade Swara dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karawang menyambut baik terhadap penyelenggaraan Uji Kompetensi yang digagas oleh Bagian Pengendalian Program Setda tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan keterampilan para pengawas dan tukang jasa konstruksi di Kabupaten Karawang. “Oleh karena itu, para peserta hendaknya dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab sehingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, standar yang dimiliki oleh para pengawas dan tukang di Kabupaten Karawang masih dapat dikatakan minim. Hal ini karena kurangnya kesadaran yang dimiliki oleh pengawas dan tukang, bahwa penerapan standar kerja yang baik dapat meningkatkan kompetensi mereka di masa yang akan datang. “Mudah-mudahan dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat semakin membina mental dan keahlian para pengelola jasa konstruksi,” imbuhnya.

Menurut Bupati, uji Kompetensi dan Sertifikasi ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang untuk lebih mengefektifkan program-program pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur, sekaligus menjaga agar tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku. ”Dengan harapan, program-program pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat sasaran,” harapnya.

Perwakilan Pusat Pembinaan Konstruksi Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia, mengatakan, peningkatan pembangunan infrastruktur memiliki dampak positif, khususnya dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Departemen PU sendiri telah diberikan tugas untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan diberi alokasi anggaran cukup besar,”Untuk itu, diperlukan adanya SDM konstruksi yang kompeten,” jelasnya.

Atas dasar tersebut, Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM konstruksi tersebut melalui penyelenggaraan pembinaan dan pelatihan yang berkesinambungan. Pelatihan tersebut harus berdasarkan kompetensi, sehingga ke depan para pengelola jasa konstruksi dapat memiliki sertifikasi yang merupakan pengakuan terhadap kemampuan mereka. tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Dalprog Setda, Legiono mengatakan, Bintek ini diikuti oleh para pengawas dari Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya serta perwakilan 30 Kecamatan, yang terdiri dari 30 tukang Besi, tukang Batu 20 Orang”.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.