481 TKI Dari Libia Sudah Dipulangkan


Gelombang pemulangan tenaga kerja Indonesia dari Libya terus dilakukan menyusul kemelut politik dan peperangan yang melanda wilayah itu. Hingga saat ini, 418 tenaga kerja Indonesia berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Di bawah koordinasi mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirayuda, pemerintah telah memulangkan sebanyak 418 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Libya. "Begitu terpantau ada TKI yang masih ada di sana, kami langsung menjemput mereka pulang ke Indonesia," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat, Rabu (23/3/2011) di sela-sela workshop dan pertemuan bisnis internasional BNP2TKI di Yogyakarta.

Dari total keseluruhan TKI yang dipulangkan dari Libya, sebanyak 292 orang di antaranya bekerja di sektor formal, seperti perminyakan, konstruksi, operator mesin, industri makanan, dan pelayaran. Sebanyak 126 orang lainnya bekerja di sektor informal, yaitu pembantu rumah tangga.

Jumhur memperkirakan, TKI yang berada di Libya masih banyak, bahkan berkisar hingga puluhan ribu orang. Banyak TKI yang berangkat ke Libya tidak langsung dari Indonesia, tetapi dari negara-negara di sekitar Libya.

Selain para TKI, pemulangan juga dilakukan terhadap WNI di Libya, yang berjumlah 135 orang. Dengan demikian, sejak 6 Februari 2011 hingga 15 Maret 2011 telah dilakukan pemulangan TKI dan WNI sebanyak 553 orang.

TKI Jepang aman

Pascatsunami di Jepang, hingga saat ini belum ada TKI yang dipulangkan. Menurut Jumhur, kondisi para TKI di Jepang baik-baik saja. Di Jepang terdapat sekitar 12.000 peserta program magang asal Indonesia dan 686 TKI.

"Pengiriman TKI ke Jepang berjalan terus karena tak semua wilayah di Jepang terkena tsunami. Justru kami optimistis karena dalam situasi saat ini Jepang membutuhkan banyak TKI," tutur Jumhur.

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigasi Muhaimin Iskandar mengatakan, para peserta program magang kerja asal Indonesia di Jepang selamat dari bencana alam dan dalam kondisi yang sehat. Sebanyak 57 peserta mengikuti program magang di lokasi bencana tsunami, yaitu Iwate, Miyagi, dan Fukushima.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.