Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Ribuan Umat Hadiri Peringatan Maulid Nabi Di Masjid Pangeran Jayakarta



Bacaan doa-doa serta Sholawat Nabi, terus dikumandangkan dalam acara Maulid Nabi Besar Mohammad SAW, yang digelar di Masjid Jami As-Syalafiyah Jatinegara Kaum atau yang lebih dikenal dengan Masjid Pangeran Jayakarta, melalui tema “Dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kita Aplikasikan Cinta Rasul”, ratusan umat dengan khusuk mengikuti acara peringatan Maulid, yang juga dihadiri Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi DKI Jakarta, H Nachrowi Ramli serta Walikota Jakarta Timur, H Murdhani.
Dalam sambutannya acara Maulid yang juga dihadiri para pengrajin kayu dan mebel tersebut, H Nachrowi mengajak kepada seluruh masyarakat agar bisa meneladani sifat Rasulullah SAW, dalam berdagang dan mensejahterakan umatnya, Nabi senantiasa menjaga kepercayaan (terpercaya/al-amin), karena kalau dalam kita berusaha serta berdagang, kalau tidak dipercaya sama orang, maka usaha kita kurang baik.

Dalam kesempatan tersebut, H Nachrowi yang juga Ketua DPD Partai Demokrat DKI ini, juga mengajak seluruh warga dan pengusaha kayu serta mebel untuk membentuk koperasi, karena dengan koperasi maka akan terjalin usaha yang baik, apakah dalam upaya permodalan maupun dalam penjualan, dimana Koperasi merupakan kumpulan orang-perorang, misalnya ada 20 orang maka bisa membentuk koperasi, dan modal koperasi juga dari anggota, demikian juga yang menggunakan uang tersebut atau membeli kebutuhan anggota koperasi, demikian juga untungnya nanti akan dibagi pada yang menyetor uang pada koperasi, melalui pembagian hasil, sebagai umat Islam mari kita tingkatkan ekonomi kita agar lebih baik, dan Nabi juga telah memberi contoh pada kita semua dalam berdagang, sekali lagi saya berpesan, dimana kita berusaha dan apapun usaha yang kita kerjakan, hendaknya menjaga kepercayaan.

Ketua Umum BAMUS Betawi tersebut juga mengaku bersyukur atas terbentuknya Paguyuban Masyarakat Jakarta yang telah mendaftarakan keanggotaannya di BAMUS Betawi, sehingga kedepan bisa bersama-sama membangun masyarakat Jakarta, dan terus menjalin tali silaturahmi yang lebih baik bersama Ormasi Betawi lainnya, karena seluruh Ormas Betawi yang tergabung di Bamus Betawi saat ini berjumlah 114 Ormas, sekali lagi mari kita tingkatkan selaturahmi kedepan, mudah-mudahan Allah SWT, memberikan kenikmatan pada kita semua, papar H Nachrowi Ramli.

Sementara Walikota Jakarta Timur, H Murdhani dalam kesempatan tersebut juga menegaskan, bahwa sebagai masyarakat Betawi, dirinya mengaku bahwa Peringatan Maulid merupakan tradisi keluarga Betawi, yang harus ditumbuhkembangkan, kalau ada yang mengatakan Murdhani kagak demen maulid itu tidak bener, karena sebagai orang Betawi sejak kecil bahkan sebelum dilahirkan sudah diajak maulid, Ketua Umum FORKABI ini juga meminta agar seluruh masyarakat dapat melakukan kearah perubahan yang lebih baik, setelah pulang dari peringatan Maulid Nabi ini, saya yakin kita ingin menjadi orang yang beruntung, ungkapnya.

 Dalam kesempatan tersebut, selaku Walikota H Murdhani juga berpesan pada masyarakat JakartaTimur,  agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak benar, kita harus menyakini bahwa kita adalah penganut Islam yang kita yakni sebagai ajaran yang Rahmatan Lil Alamin, kita harus cerdas dalam menyikapi segala sesuatu, jangan bertindak sendiri, mari kita jaga ukhuwah Islamiyah di antara kita, sekali lagi saya berpesan jangan mudah terprovokasi, saat ini banyak orang yang beru belajar agama, sehari dua hari, tiba-tiba muncul jadi dai, saya heran ada yang menyampaikan ajaran-ajaran yang sepotong-sepotong, sehingga menyesatkan, lebih baik pake guru yang kita kenal disini, jangan pake guru yang masih ragu-ragu, karena saat ini banyak ajaran yang menyesatkan, ada orang Depok tiba-tiba mengaku Nabi, ada juga yang mengaku Malaikat, sekali lagi jangan mudah terprovikasi dan jangan mudah percaya, namun bukan berarti kita harus selalu curiga, tegas H Murdhani.

PERGELARAN DUTA SENI KABUPATEN POSO DI TMII



Malam Pesona Budaya Anjungan Sulawesi Tengah TMII, yang mempergelarkan seni pertunjukan masyarakat Kabupaten Poso, merupakan momen yang tepat untuk mempromosikan potensi daerah pada masyarakat luas, termasuk dunia internasional, karena dalam Pergelaran Seni Pertunjukan Padungku (Pesta Panen) terse but juga dihadiri banyak duta besar dari Negara sahabat, termasuk para Pengusaha dari Jepang dan India serta beberapa wartawan asing, yang meliput kegiatan seni di TMII.
Dalam iven Paket khusus terse but.

Bupati Poso, Drs Piet Inkirawang,MM mengaku gembira, dapat menampilkan kesenian masyarakat Poso kali ini, sehingga masyarakat bukan saja mengenal jenis kesenian, tetapi juga potensi daerah yang ada, saya membuka pintu bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Poso, baik dibidang Pariwisata, Kelautan, Perkebunan, Pertanian maupun Pertambangan, Pemerintah daerah akan memberikan kemudahan untuk setiap pengurusan yang dibutuhkan, tegasnya.

Bupati yang dikenal ramah dan sangat dekat dengan masyarakat ini juga menegaskan bahwa di Poso aman dan kondusif, kalau dahulu pernah terjadi kerusuhan, namun dengan kesadaran masyarakat untuk ingin membangun Poso, maka semua bisa diselesaikan, dan pihak yang berkonflik sudah kembali bersatu, maka kini Poso aman dan siap membangun kembali potensi yang ada, oleh sebab itu melalui temen-temen wartawan agar dapat mensosialisasikan bahwa Poso kondusif dan aman, kita mengundang investor untuk datang dan menanamkan modalnya di Kabupaten Poso, ungkap Drs Piet Inkirawang,MM tegas. 

KAMPANYE PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN


Kasus kematian di jalan raya khususnya di Jakarta masih mengerikan. Dalam sehari rata-rata 2-3 orang tewas. Tak ayal, jalan raya menjadi mesin pembunuh yang menakutkan. Mirisnya, korban kecelakaan lalu lintas umumnya pria usia produktif.

Masih tingginya angka kecelakaan di jalan disebabkan beberapa faktor, yaitu kelalaian pengendara, kondisi kendaraan, dan infrastruktur jalan. Dan ternyata masih ada faktor lain yang turut menyumbang, dan terkadang kurang disadari. Yakni, proses pertolongan pertama pada kecelakaan. 

Diperkirakan 50 persen dari kasus kematian atau cacat permanen dalam kecelakaan lalu lintas adalah lemahnya kesadaran dalam proses pertolongan pertama. Masih banyak masyarakat yang awam. Misalnya, pertolongan pertama yang spontan dan tidak tepat pada korban yang mengalami cidera tulang punggung, justru mengakibatkan kelumpuhan seumur hidup. 

Ada juga  ada korban tabrak lari yang dibiarkan tergeletak begitu saja lantaran takut berurusan panjang dengan polisi. Pada situasi darurat, tak jarang si penolong harus adu-mulut terlebih dahulu dengan sopir yang kendaraannya diminta mengantarkan korban ke rumah sakit. Dari situ, ada banyak waktu yang terbuang percuma. Bagi korban yang mengalami cidera serius setiap detik sangat berharga lantaran menyangkut nyawa.  Setidaknya ini membuktinya masyarakat belum memahami betapa berharganya pertolongan kecelakaan bagi korban, sehingga urusan yang tidak penting harus dikesampingkan, karena yang utama adalah si korban. 

Untuk menekan angka kecelakaan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) mengkampanyekan pentingnya pertolongan pertama keselamatan di jalan raya bagi para pengguna jalan. Kampanye ini dilakukan dengan melibatkan sekitar 250 relawan dan staf PMI dengan membagikan stiker dan membentangkan spanduk berisikan pesan-pesan keselamatan di jalan raya di Bundaran Hotel Indonesia, pekan lalu.

Kementerian Perhubungan mencatat pada tahun 2009 terdapat 62.960 orang korban kecelakaan. Dari angka tersebut, 19.979 orang meninggal dunia, 23.469 menderita luka berat, dan 62.936 luka ringan. 
Penyebab kecelakaan di jalan raya ini adalah akibat kelalaian berkendara dan masyarakat yang tidak mengetahui bagaimana melakukan pertolongan pertama di tempat kejadian saat terjadi kecelakaan.   

"Kami ingin meningkatkan pengetahuan para pengguna jalan raya, baik itu pengendara kendaraan maupun pejalan kaki, melalui pesan-pesan tentang bagaimana selamat di jalan raya. Dengan demikian akan membantu mengurangi angka kematian maupun kecacatan akibat kecelakaan,” kata Ketua Umum Jusuf Kalla.

Seruan pentingnya keselamatan di jalan raya ini disampaikan melalui pesan-pesan yang berhubungan dengan keselamatan dan bagaimana menghindari kecelakaan di jalan raya, seperti tidak menelepon saat berkendara, memakai helm dengan penguncinya, menggunakan sabuk pengaman, dan menggunakan jembatan penyebrangan bagi pejalan kaki.

Pada kampanye ini, PMI turut membagikan petunjuk untuk melakukan pertolongan pertama pada beberapa kasus kecelakaan di antaranya luka bakar, luka sayat, bagaimana mengatasi syok atau trauma dan sebagainya. Kampanye pertolongan pertama keselamatan di jalan raya ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas PMI mengenai pencegahan (preventif). Dalam menjalankannya, kampanye ini melibatkan pihak-pihak terkait yaitu Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan yang memiliki program sama.

"Upaya untuk mencegah kecelakaan di jalan ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja (pemerintah). Butuh pelibatan pihak lain yang memiliki sumber daya dan kapasitas untuk bersama-sama menurunkan dampak kecelakaan," ujar Kalla yang juga mantan Wakil Presiden RI ini.
Diberdayakan oleh Blogger.