Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

DPCK GRANAT Kota Jakarta Timur

Setelah Dikukuhkan, DPCK GRANAT Kota Jaktim Gelar Serangkaian Kegiatan ke Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

Menkokesra Agung Laksono meninjau kesiapan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BNPB

Bertempat di Lapangan Udara Pondok Cabe Tangsel, Menkokesra menyaksikan langsung kesiapan Tim Reaksi Cepat Penanggungan Bencana BNPB dan berkesempatan mencoba Perahu Ampibi

Forum Wartawan Kebencanaan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Hj Ernawati bersama Rumah Sehat 786

SOSIALISASI PROGRAM PARTAI PDI PERJUANGAN PADA WARTA CIPINANG

Mahasiswa Baru Pasca Sarjana Unindra Ikuti Kuliah Perdana

Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), dalam mengawali perkuliahan bagi mahasiswa baru program Pasca Sarjana (S2), dengan Kuliah Perdana yang diisi oleh Dosen Pasca Sarjana Unindra,  Prof.Dr Wisnijati dengan materi “Aplikai Statistika”, seluruh peserta berjumlah 880 Mahasiswa Baru Program Pasca Sarjana Magister Pendidikan (M.Pd), adalah dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Magister Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris.

Dalam sambutannya didepan Sidang Senat Terbuka Pengenalan Mahasiswa Baru Program Pasca Sarjana, Rektor Unindra Prof. H Sumaryoto menegaskan, bahwa sesuai dengan perkembangan kurikulum 2014, sebagaimana edaran Dirjen Dikti, Kemdikbud penataan kurikulum  program Pasca Sarjana, Unindra pada 2 tahun kedepan dituntut untuk segera menyesuaikan, dimana nantinya untuk Program Pasca Sarjana harus menyelesaikan 72 SKS, dengan komposisi perkuliahan 32 SKS dan 40 SKS untuk Penelitian sampai tesis, dan batas kuliah nantinya hingga 4 tahun, dan hal tersebut akan berlaku 2 tahun kedepan, oleh sebab itu dirinya mengajak seluruh mahasiswa baru Program Pasca Sarjana yang saat ini dikukuhkan, agar benar-benar mempersiapkan diri secara efektif mengikuti perkuliahan dengan bersungguh-sungguh, sehingga tidak tekena penerapan peraturan baru tersebut, pinyanya.


Sementara sebagaimana perkembangan kedepan, pada 2015 akan berlaku kawasan Masyarakat Ekonomi Asean, disini akan terjadi lalu lintas barang serta Manusia tanpa ada batas lagi, dan bisa jadi tenaga guru maupun dosen akan diisi oleh tenaga dari Negara-negara Asia Tenggara, untuk menghadapi hal tersebut seluruh Lembaga Pendidikan juga dituntut untuk dapat menyesuaikan guna mendukung Standar Pendidikan untuk memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi dalam menghadapi Kawasan Bebas Asean tersebut.

Artinya Lembaga Pendidikan harus menyesuaikan diri dalam menghadapi masyarakat Ekonomi Asean tersebut, dimana akan terjadi persaingan tenaga kerja yang tidak ada kendala lagi, dimana 10 negara Asia Tenggara akan bersaing, oleh sebab Unindra juga terus berupaya meningkatkan kualitas akademik maupun kurikulum, termasuk menanamkan Budi Pekerti dan aturan sebagaimana ajaran agama yang kita anut.

Untuk meningkatkan proses pembelajaran, Unindra akan terus membangun sarana dan prasarana akademik, saat ini Unindra juga tengah membangun kampus yang cukup besar, serta guna memenuhi persyaratan akreditasi lembaga, jikalau masih ada kekurangan disana-sini agar bisa dimengerti, namun pihaknya akan terus membenahi serta menata kondisi proses akademik yang lebih baik, sebagaimana prinsip kemandirian yang dikelola dengan amanah.

Dalam program Studi Magister Pendidikan ini, Unindra akan terus menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran secara efektif untuk menghasilkan tenaga ahli dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang unggul dan berdaya saing, serta Menyelenggarakan penelitian dalam bidangnya, serta menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, ungkap Prof. Sumaryoto.

Sementara dalam paparannya, Prof Wisnijati menegaskan, bahwa dengan mata kuliah Aplikai Statistika, akan dapat mendukung penyusunan thesis, Statistika, yang nantinya  juga digunakan dalam berbagai ilmu, baik sosial, ekonomi, psikologi dan ekstrakta. Misalkan digunakan untuk menghitung jumlah penduduk, membuat grafik, juga untuk menunjukkan berbagai kebudayaan di Indonesia. (Pry)


Ahok akan Tindak Tegas PNS DKI yang Konsumsi Narkoba

Sebanyak 19 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta diketahui positif mengonsumsi ganja. Hal tersebut terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes terhadap 533 PNS. Sebagai sanksinya, mereka akan diberikan hukuman baik berupa penurunan pangkat hingga pemecatan untuk tenaga honorer.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, setelah BNN melakukan pemeriksaan ditemukan 19 PNS positif mengonsumsi narkoba jenis ganja. PNS yang positif tidak hanya satu, tetapi ada juga pejabat eselon IV setingkat kepala seksi.

"Ada 19 orang, positif ada ganja dan obat di Dinas PU. Itu dari 500 lebih yang dites," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (5/9).

Basuki menegaskan, sanksi yang diberikan kepada PNS yang positif mengonsumsi ganja adalah mulai dari penurunan pangkat hingga pemecatan. Dari 19 PNS, juga ada yang terindikasi meminum obat penenang. Namun, hal tersebut harus dibuktikan dengan resep dokter. Jika tidak ada resep dokter, maka bisa diindikasikan sebagai pemakai.

"Saya sudah disposisi ke Pak Made (Kepala Badan Kepegawaian Daerah). Yang duduk di eselon dicopot jadi staf. Ada honorer yang (memakai) ganja langsung pecat. Ada staf yang main ganja turun golongan. Itu kalau sekali lagi kita pecat. Tidak ada toleransi main narkoba di DKI," tegas Ahok, sapaan akrabnya.

Menurutnya, pemeriksaan serupa akan dilakukan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya. Pasalnya, Ahok mensinyalir, penggunaan narkoba tidak hanya ada di Dinas PU saja. Bahkan, Ahok kerap melihat anak buahnya yang mengonsumsi obat terlarang tersebut, sehingga ia meminta pihak BNN untuk mengeceknya. Terlebih, saat pemeriksaan dilakukan pada 1 September lalu, ada dua PNS yang enggan diperiksa. Ahok mensinyalir kedua PNS tersebut menggunakan obat terlarang pada saat hari libur yakni Sabtu dan Minggu. Kemudian pada Rabu, keduanya baru mau diperiksa oleh BNN.

"Dia pinter, pakainya Sabtu-Minggu. Senen periksa, dia kabur. Begitu dicek lagi hari Rabunya dia negatif," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan BNN DKI, Sapari Partodihardjo mengatakan, pemeriksaan terhadap PNS di Dinas PU atas permintaan Basuki langsung. Selain Dinas PU, ada tiga SKPD lainnya yang juga sudah diperiksa yakni Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pariwisata. Namun, hasilnya belum diketahui.

"Kita lakukan atas permintaan dari Pak Ahok dan sudah dilaporkan langsung. Rekomendasi sudah kita sampaikan, untuk sanksi kewenangan dari Pak Ahok," tandas Sapari.

Kesbangpol DKI Ajak Tokoh Masyarakat Sosialisasikan Demokrasi dan HAM

Bertempat di Hotel Grand Mutiara, Bogor Jakarta, pada Kamis 4 September hingga Sabtu 6 September 2014, Badan Kesbangpol Provinsi DKI menggelar kegiatan “Pemantapan Pemahaman Demokrasi dan HAM bagi Tokoh Masyarakat” , beberapa nara sumber dihadirkan, baik Pakar Politik, Akademisi serta beberapa pejabat tinggi di Kementrian Dalam Negeri.

Dalam laporannya Kasubdit Pengembangan HAM, Badan Kesbangpol DKI, Tumpak DN dalam laporannya menjelakan, bahwa kegiatan kali ini diikuti oleh 100 orang diantaranya Tokoh Masyarakat, perwakilan dari 5 Wilayah Ibukota Jakarta, dan untuk memberikan pencerahan, pendidikan serta wawasan politik bagi masyarakat, berkaitan dengan pengembangan Demokrasi dan Hak Azasi Manusia serta implementasinya di masyarakat, Badan Kesbangpol DKI terus mendorong partisipasi masyarakat dan pemerintah dalam implementai kehidupan politik yang demokratis demi tegaknya nilai-nilai hak azasi manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernega, khususnya di Ibukota Jakarta, paparnya.
Sementara metode kegiatan disamping sosialisasi, Tanya jawab serta dialog antara nara sumber dengan peserta, para pembicara akan membahas masalah Sejarah dan Perkembangan Demokrasi di Indonesia, Implementasi nilai Demokrasi dan hak azasi manusia, upaya dan strategi dalam membangun kehidupan demokrasi yang berorientasi hak azasi manusia, strategi peningkatan pengembangan demokrasi serta pembangunan peranserta masyarakat dalam pembangunan nilai kebangsaan.
Sementara Kepala Badan Kesbangpol DKI, H Fatahillah dalam sambutan yang disampaikan oleh Kabid Pengembangan Demokrasi, Badan Kesbangpol DKI, Alamsyah Gayo menegaskan, bahwa melalui kegiatan Pemantapan Pemahaman Demokrasi dan HAM bagi Tokoh Masyarakat ini merupakan upaya untuk memberikan fasilitas dalam membahas berbagai masalah yang terus berkembang di Jakarta, sehingga akan berdampak positif dalam pengembangan Demokrasi dan Hak Azasi Manusia serta dalam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini juga diharapkan akan meningkatkan pencerahan dan wawasan bagi tokoh masyarakat akan berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengembangan demokrasi dan HAM di Indonesia, Pemerintah bersama masyarakat harus mampu membangun kehidupan berpolitik yang baik dan berkualitas, mengerti nilai-nilai serta norma dan peraturan tentang Demokrasi dan HAM, untuk membangun masyarakat yang sadar serta tertib guna mendorong situasi yang aman, nyaman, damai dan menghargasi setiap hak dasar setiap orang akan hak azasi manusia, pintanya.

8.050 Mahasiswa Baru Unindra Ikuti PESMAB

Sebagaimana kegiatan rutin bagi Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) di awal tahun akademik. dalam memberikan bekal pada mahasiswa baru, dalam perkenalkan proses pembelajaran serta mengurai kegiatan perkuliahan, bertempat di Aula Balai Prajurit. Jalan Raya Cilandak KKO, Cilandak Jakarta Selatan. Pada Sabtu (30/8), menggelar kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMAB), Sidang Senat UNINDRA dalam kegiatan tersebut, dipimpin oleh Rektor UNINDRA, Prof DR H Sumaryoto.

Dalam sambutannya, Prof H Sumaryoto menjelaskan, bahwa PESMAB ini merupakan upaya mengawali aktifitas akademik semester ganjil, setelah mahasiswa baru memenuhi persyaratan administrasi, dan sebagai bentuk mahasiswa baru layak mendapatkan pelayanan akademik di UNINDRA.

Diakuinya dengan sejumlah 8.050 mahasiswa baru Program S1, tahun Akademik 2014 – 2015 ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat pada Universitas Indraprasta PGRI, oleh sebab itu seluruh civitas akademika UNINDRA juga akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, dengan segera menyelesaikan pembangunan gedung baru yang luas dan memadai, disesuaikan dengan kemampuan dan kemandirian dana yang ada, dan dikelola dengan amanah, hal tersebut dilakukan juga dalam mendukung proses akreditasi lembaga pendidikan di UNINDRA, tegasnya.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang juga akan membuka pasar bebas Asean, akan terjadi lalu lalang barang, uang dan orang, yang sudah tidaklagi menggunakan visa, serta bea masuk barang, maupun beban pajak Ekspor dan impor, oleh sebab UNINDRA juga terus berupaya menyiapkan kurikulum guna menghadapi pasar bebas Asean tersebut, dengan memberikan bekal mata kuliah kewirausahaan selama 2 semester, serta bahasa Inggris 2 semester, untuk semua prodi.

Disamping itu untuk memberikan bekal akhlak yang baik, saat nanti mengabdikan diri ketengah masyarakat, maka mahasiswa Unindra juga akan memperoleh mata kuliah agama selama 2 semester, sehingga kita juga tidak akan tergantung dengan keduniawian, dan nantinya dapat di aplikasikan setelah bekerja, pinta Prof H Sumaryoto (Pry)

KUNNJUNGAN MANCANEGARA 2014;FORUM PEMUDA BETAWI MENUJU EROPA

Berbagai wilayah mancanegara memang menarik untuk dikunjungi,salah satunya adalah Eropa. Eropa adalah salah satu benua di dunia ini yang menarik untuk didatangi. Benua asal para bangsa penjajah itu saat ini merupakan salah satu kawasan yang maju dalam berbagai hal. Pusat kehidupan modern boleh dikatakan berasal dari sini. Dan banyak negara-bangsa dikawasan tersebut yang menjadi tolok ukur peradaban negara-negara lainnya. Fakta-fakta itulah yang menjadikan Forum Pemuda Betawi(FPB), suatu organisasi kepemudaan berlatar belakang etnis asli Jakarta namun  berwawasan  kebangsaan  tertarik  untuk  mengunjunginya.

Ketertarikan itu bukan sekedar imajinasi, namun segera terealisasi dalam kegiatan  muhibah  budaya  kebeberapa  negara  dibenua  Eropa,  seperti Jerman,  Belanda,  Belgia  dan  Perancis  sesegera  mungkin.  Muhibah mancanegara  ini  merupakan  salah  satu  program  kerja  tahunan  dari organisasi yang dipimpin salah seorang tokoh pemuda Betawi,  Rachmat HS.

Hal  ini ditegaskan Bang Rachmat HS di Gedung DPRD DKI Jakarta usai melakukan audiensi dengan Pimpinan DPRD DKI Jakarta yang belum lama  dilantik  untuk  melaporkan  rencana  keberangkatan  FPB  bersama rombongan.

“Muhibah  budaya  Pemuda  Betawi  ke  Mancanegara merupakan program rutin tahunan organisasi, dan kegiatan ditahun 2014 ini  merupakan  yang  kesebelas  kali  kunjungan  ke  luar  negeri.  Dengan mengunjungi  berbagai  negara,  menjadi  hal  yang  penting  bagi  para pemuda untuk menambah wawasan global, pengetahuan tentang budaya dan tradisi  negara  setempat,  menebalkan jiwa  kebangsaan serta  lebih mengenal  pergaulan internasional,  mengingat  Jakarta  adalah satu satu kota besar dunia, “ demikian ujar pria berkumis ini.

Delegasi FPB dalam kunjungan ke Eropa ini berjumlah 20 orang dan dipimpin oleh Erwin H. Al-Jakartaty   yang  merupakan  Wakil  Ketua  FPB,  yang  ditunjuk  organisasi sebagai  kordinator  rombongan.  “Perjalanan  muhibah  budaya  ini  tidak hanya  melibatkan  unsur  pemuda  Betawi  saja,  tetapi  juga  mengajak perwakilan  pemuda lintas  daerah dan profesi,  diantaranya ada Guntur(legislator),  Ramdan  Alamsyah  (Lawyer),  Dorry  Herlambang  (arsitek),Alyssa  (desainer),  Hasanuddin  (Ketua  KNPI  Jakarta  Utara).  Selain  anakBetawi  juga  ikut  serta  Berry  Nomensen,  Ketua  Ikatan Alumni  ResimenMahasiswa UKI yang juga mewakili  pemuda Sumatera Utara, dan yang lainnya.” tutur Erwin H. Al-Jakartaty.

Rencananya  keberangkatan  delegasi  Pemuda  Betawi  ini  akan dilepas  di  Kantor  Kemenpora  pada  2 September  2014. selanjutnya  berkunjung  ke  Frankfurt,  Berlin  (Jerman),  Den  Haag,Amsterdam  (Belanda),  Brussel  (Belgia)  dan  Paris  (Perancis)  untuk selanjutnya kembali ke Tanah Air pada 9 September 2014.

Lebih  lanjut  Erwin  menuturkan  bahwa,  muhibah ini  sangat  padat dengan  berbagai  rangkaian  kegiatan,  seperti  dialog  dengan  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jerman, Belanda dan Perancis. Pertemuan dengan  Perhimpunan  Pelajar  Indonesia  di  negara-negara  tujuan, Pengenalan  budaya  Betawi  dan  potensi  wisata  Jakarta   kepada perhimpunan  pemuda  Jerman  dan  Perancis,  menghadiri  acara  tahunan Festival  Nusantara di  Den Haag, Belanda, selain tentunya mengunjungi tempat-tempat  khas  negara  setempat.  Kegiatan  ini  selain  menikmati obyek  wisata  kenamaan  juga  sekaligus  menjadi  bahan  study  banding yang  dilakukan  anggota  delegasi  sesuai  dengan  profesi  dan  disiplin keilmuan  yang  dimiliki,  terutama  soal  budaya  dan  pariwisata  untuk kemudian  dijadikan  bahan  laporan  sebagai  saran  kepada  pemerintah.

Muhibah  FPB ini  juga  bersifat  kenegaraan,  karena selain  mendapat kanundangan  dari  negara  tujuan  dan  KBRI,  kegiatan  kunjungan  delegasi pemuda  Betawi  ini  juga  didampingi  dan  didukung  oleh  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Karena merupakan kegiatan positif dalam upaya mengenalkan budaya Nusantara,  mempelajari  berbagai hal dan mengajak kaum muda agar lebih cepat menyesuaikan diri  dengan perkembangan  globalisasi  tanpa  mengesampingkan  budaya  lokal  dan identitas nasional.


Dalam kunjungan  ini  tak  lupa  FPB  menyiapkan  sejumlah  souvenir khas  Betawi  selain  Plakat  penghargaan  serta  brosur  tentang  potensi wisata  ibukota  untuk  diberikan  kepada  pihak-pihak  berkompeten  yang ditemui di negara-negara Eropa tujuan.  “Souvenir ini merupakan simbol persahabatan  anak  Betawi  terhadap  komunitas  internasional, sebagaimana  salah  satu  tujuan  dari  negara-bangsa  Indonesia  untuk menjalin  persahabatan  antar  negara  agar  tercipta  perdamaian  dunia. Dalam hal ini kami berterima kasih pula kepada Pemerintah Provinsi DKIJakarta, khususnya Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta yang telah membantu menyumbangkan beragam suvernir berupa Plata Ondel-ondel,batik betawi dan buku-buku tentang Betawi serta potensi wisata Jakarta agar  lebih  dikenal  dimancanegara” demikian  ujar  Erwin  mengakhiripembicaraan.

STP Trisakti Tingkatkan Pengetahuan Wisata Edukasi, Bagi Guru SMK Jakarta, Banten dan Jabar

Metode Pembelajaran pada dunia pendidikan selalu berkembang, dimana sistem pembelajaran tersebut tidak hanya dalam bentuk tatap muka dan pemberian tugas dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan di luar kelas. Dalam proses pembelajaran diluar kelas untuk memberikan gambaran pada mata pelajaran tertentu dapat dilakukan melalui kegiatan Karya Wisata atau Wisata Edukasi, yaitu melakukan kunjungan kesebuah tempat yang mendukung proses pembelajaran memperkaya bahan atau obyek tertentu sesuai mata pelajaran yang dibutuhkan.

Direktur Pembinaan SMK, Dirjen Dikmenjur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Drs HM Mustafirin Amin, MBA disela acara tersebut juga menjelaskan, bahwa Workshop Wisata Edukasi ini merupakan upaya menyiapkan anak didik untuk dapat memahami ilmu Kepariwisataan khususnya bidang Usaha Wisata, para Guru SMK Wisata yang saat ini turut serta, diharapkan akan mengajarkan pada anak didik, khususnya yang belajar di jurusan Perjalanan Wisata, tentang teknik memandu wisatawan.

Sebagaimana program di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa jurusan SMK setelah mereka lulus, akan dapat memilih menjadi Pekerja di dunia usaha, ataukah akan menjadi Entreprenuer, ataukah ingin meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi, oleh sebab itu sebagaimana kegiatan Workshop Wisata Edukasi ini, juga diharapkan akan bisa diajarkan pada anak didik sehingga mereka bisa bekerja menjadi Pemandu Wisata atau dapat mendampingi tamu berwisata.

Dalam Kurikulum 2013, Siswa-siswi juga dituntut untuk aktif dalam menambah ilmu pengetahuan, karena kurikulum tersebut barbasis aktifitas, misalkan membahas Candi Borobudur, tidak sekedar tau ada Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah, namun anak didik juga harus tau latar belakang serta historis, sehingga perlu juga kegiatan otentik, dan salahsatunya adalah dengan Wisata Edukasi, Jadi melalui Wisata Edukasi siswa akan melihat secara nyata obyek yang dipelajari, sehingga siswa tidak hanya membayangkan satu obyek yang di pelajarinya, akan tetapi akan mengetahui wujud asli, sehingga dapat lebih mengetahui dan memahami obyek tersebut, papar Drs. HM Mustafirin Amin, MBA

Sementara Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati,SE,MM, juga menegaskan, bahwa kegiatan Karya Wisata atau Wisata Edukasi sebagai hal yang biasa dilakukan, bukan saja pelajar SMA/K, tetapi juga digelar di Sekolah Dasar, SMP bahkan Taman Kanak-kanak, hanya saja jika penyelenggara kegiatan kurang memahami akan obyak serta azas manfaat, maka kegiatan tersebut menjadi tidak tepat sasaran, atau hanya sekedar berwisata saja, tanpa ada manfaat bagi anak didik, oleh sebab itu melalui kegiatan Workshop ini, diharapkan akan memberikan bekal ilmu pengetahuan bagi Guru SMK, tentang kegiatan Wisata Edukasi yang mungkin akan digelar di sekolah mereka masing-masing, harapnya.

Diakuinya Workshop Wisata Edukasi yang diikuti oleh Guru SMK Pariwisata dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat ini atas kerjasama Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dengan Dirjen Dikmenjur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam meningkatkan pengetahuan tentang Wisata Edukasi bagi Guru SMK, kegiatan Workshop kali ini digelar, juga dalam rangkaian HUT STP Trisakti yang ke 45 tahun, sebagai lembaga pendidikan dengan Program Studi Perhotelan dan Usaha Wisata, sebagai bentuk tanggung jawab STP Trisakti dalam pengabdian masyarakat.

Menurut Fetty Asmaniati, Workshop Wisata Edukasi ini juga upaya STP Trisakti ingin berbagi ilmu tentang Wisata Edukasi, bagaimana nantinya Guru yang akan bertugas membawa anak-anak berwisata. Dalam kegiatan Wisata Edukasi atau Wisata Karya, dengan membawa anak berwisata,maka harus betul-betul dikelola dengan baik dan benar sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mulai dari persiapan perjalanan, turut melakukan kontrol kendaraan yang akan digunakan, apakah benar-benar  layak dan aman untuk digunakan, bagaimana menyiapkan makanan di lokasi wisata tersebut, apakah sudah memenuhi syarat dan cukup bizi, obyek wisata karya yang akan dikunjungi juga harus dipelajari sampai sejauhmana azas manfaat bagi anak didik, materi yang akan dibahas dalam kegiatan tersebut apakah betul-betul bisa diaplikasikan di sekolah, menyiapkan bahan diskusi obyek, menyusun laporan kegiatan serta hal-hal lain yang harus disiapkan dengan baik, sehingga kegiatan Wisata Karya akan benar-benar bermanfaat bagi peserta maupun untuk kepentingan pembelajaran di Sekolah, pintanya.






Permainan Besar Siaga Kwaran Matraman, Meriahkan HUT Pramuka Ke 53 tahun

Apresiasi atas majunya kegiatan Kepramukaan di wilayah Kwartir Ranting Kecamatan Matraman, bukan saja dilontarkan oleh Ketua Kwarcab Jakarta Timur, Kak Ibnu Hadjar tetapi juga dilontarkan Ketua Majelis Pembimbing Ranting Kecamatan Matraman Kak Hari Nugroho. Dimana dalam membantu masyarakat dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur , jajaran Kwaran Matraman selalu tampil ditengah masyarakat, seperti saat banjir melanda ibukota Jakarta, jajaran Kwaran Matraman sigap menyiapkan bantuan berupa Makanan siap saji, serta bantuan Sembako pada warga korban banjir. Demikian juga dalam kegiatan Persami maupun Permainan Besar Siaga (PBS) bagi Pramuka Kwaran Matraman.

Dalam laporannya saat pembukaan PBS di halaman sekretariat Kwaran Matraman di jalan Slamet Riyadi Matraman Jakarta Timur, Ketua Panitia PBS Kak Karyono menjelaskan, bahwa Permainan Besar Siaga kali ini diikuti oleh perwakilan dari pangkalan Gugus Depan diseluruh Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Matraman, masing-masing pengirimkan satu Regu Putra dan Putri untuk mengikuti Lomba PBS, dengan kegiatan ini diharapkan para peserta juga menambah wawasan dan kreativitas dalam permainan di Kepramukaan, sehingga mereka akan semakin mencintai ekstrakurikuler Kepramukaan, ungkapnya.

Sementara disela acara tersebut Camat Matraman yang juga Kamabiran Kecamatan Matraman Ir Hari Nugroho MM disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan bangga dengan kepengurusan Kwartir Ranting Matraman yang aktif dalam membina Gugus Depan dan Kepramukaan, dengan banyaknya kegiatan yang sudah dilakukan, PBS ini diharapkan dapat juga digelar ditingkat Kelurahan, karena Permainan Besar Siaga disamping meningkatkan ilmu pengetahuan, juga membangun kekompakan dan sportivitas.

Melalui Kepramukaan Kak Hari Nugroho juga yakin, akan mampu membentuk generasi penerus bangsa yang berkarekter baik, berjiwa sosial dan ksatria, serta menyiapkan Penerus Bangsa menuju Pembangunan Bangsa kedepan, harapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan  Ketua Kwartir Ranting Matraman kak Budi Ichtiari  S.Pd disela acara tersebut menjelaskan, bahwa kegiatan Permainan Besar Siaga ini, merukan kegiatan Kepramukaan di Kwaran Matraman dalam mengisi Hari Jadi Pramuka¸ dan PBS digelar secara rutin tiap tahun untuk meningkatkan ketrampilan dan kekompakan Pramuka Siaga, melalui PBS ini juga diharapkan akan mampu meningkatkan ketrampilan para Pramuka serta meningkatkan persatuan dan kesatuan para Pramuka Siaga, tegasnya.

BNN Gandeng Pramuka Kwarda DKI Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Pada 26 Januari 2014, Pemerintah bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mencanangkan Tahun Penyelamatan Bagi Pengguna Narkoba, dimana Pengguna Narkoba yang saat ini masih bersembunyi diharapkan dengan kesadarannya sendiri serta dengan dorongan keluarga dapat melaporkan diri pada lembaga Penerima Wajib Lapor (LPWL) yang sudah ditunjuk oleh BNN, sehingga pengguna Narkoba dapat segera memperoleh perawatan serta rehabilitasi guna menyongsong masa depan yang lebih baik dan tidak kambuh lagi, hal tersebut diungkapkan Kasubdit Masyarakat Deputi Pencegahan BNN, Hj Siti Alfiasih, dalam sambutannya mewakili Kepala Deputi Pencegahan BNN, dalam kegiatan Advokasi Kader Anti Narkoba bagi Pramuka Kwarda DKI Jakarta di Gedung Juang 45 Menteng Jakarta Pusat.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa peserta Pelatihan Kader Anti Narkoba tersebut merupakan anggota Keparamukaan yang mewakili Dewan Kerja Daerah, Kwarda DKI dan Dewan Kerja Cabang Kwarcab dari 6 Wilayah Kabupaten dan Kota se-Provinsi DKI Jakarta, mereka memperoleh bekal ilmu dan pelatihan tentang Pencegahan, Pengetahuan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, Perspektif Hukum, Terapi Pengguna Narkoba, Rahabilitasi Narkoba serta Motivasi untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan Narkotika dan zar adektif lainnya, sehingga setelah mereka memperoleh bekal ilmu tentang bahaya Narkoba, dapat mengaplikasikan sebagai Kader Anti Narkoba dan siap membantu upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Dewan Kerja Kepramukaan masing-masing, harapnya.

Dengan pelatihan Kader Anti Narkoba kali ini juga sebagai upaya BNN untuk lebih banyak lagi melibatkan masyarakat dalam penyelamatan pengguna narkoba agar mereka dapat disembuhkan dan tidak lagi mengkonsumsi narkoba, kita ingin meyakinkan pada mereka maupun keluarganya, agar melaporkan diri secara sukarela kepada institusi penerima wajib lapor, agar pengguna narkoba dapat segera di rehabilitasi dan tidak menggunakan Narkoba lagi.
Hj Siti Alfiasih yakin, dengan pelatihan Kader Anti Narkoba ini, akan dapat mensinergikan program BNN dengan seluruh komponen masyarakat, sehingga langkah tersebut lebih efektif dan tepat sasaran, dalam rangka menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa dari  bahaya penyalahgunaan narkoba. Dan terus menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, unggul, sehat dan beriman untuk memajukan bangsa, ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Andalan Kwarda DKI urusan Penegak, Kak Karyono SH, MH, dirinya berharap agar kerjasama antara BNN dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi DKI Jakarta ini dapat terus ditingkatkan, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba di DKI Jakarta, khususnya di kalangan pelajar. Seluruh  peserta Pelatihan Kader Anti Narkoba juga diharapkan agar ilmu pengetahuan dan ketrampilan dalam pelatihan penanganan bagi pengguna Narkoba, serta pencegahan bagi pengguna Narkoba dapat di ajarkan ke Kepramukaan. ilmu dan ketrampilan ini agar di transfer kepada Pramuka yang lain, sehingga jumlah pemakai narkoba dapat ditekan, dan generasi bangsa dapat terselamatkan dari ancaman bahaya penyalahgunaan Narkoba, pintanya.

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Resmikan Gedung Fakultas Kedokteran Gigi

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sebagai Perguruan Tinggi Swasta di Ibukota Jakarta yang didirikan Tahun 1962, oleh  Prof. Dr. Moestopo bersama ibu R.A. Soepartin Moestopo melalui Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Yayasan UPDM) dengan akte Notaris R. Kadiman No. 62. Dibangun kampus pertama di Jalan Hang Lekir I No. 8, Jakarta.  sebagai suatu badan sosial bertujuan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada Pemerintah RI melalui pendidikan, kesehatan, agama, riset ilmiah, bimbingan dan penyuluhan mental. Dan saat ini memiliki 6 fakultas, dengan Program Sarjana (S1) maupun Pasca Sarjana (S2).  Untuk  mendukung kegiatan perkuliahan bagi para Mahasiswa, bertempat di Kampus B jalan Bintaro Permai 3 Jaksel, Yayasan UPDM serta Akademika Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali meresmikan Gedung Baru.

Menurut Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Sunarto, MSi bahwa Bangunan 6 Lantai ini merupakan Gedung baru Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), "Penambahan gedung perkuliahan ini, untuk memenuhi permintaan masyarakat atau calon mahasiswa yang cukup tinggi, ingin menempuh pendidikan kedokteran gigi di sini," paparnya.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa disamping Gedung FKG di jalan Bintaro Pemai ini, kini juga tengah diselesaikan Gedung baru di Ulujami, yang nantinya akan digunakan sebagai laboratorium terpadu, bagi Fakultas Ilmu Sosial & Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Program Pasca Sarjana. "Gedung terpadu tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas, yang disesuaikan dengan standar industri," ungkapnya tegas.

Penambahan dua gedung ini juga mempertahankan dan meningkatkan status unggul kampusnya, yang menempati urutan ke-10 di antara 324 perguruan tinggi di lingkungan Kopertis Wilayah III. Serta mendukung akreditasi program studi yang saat ini masih B, untuk meningkatkan akreditasi menjadi A, sebagaimana yang diharuskan untuk sebuah Universitas terbaik di Jakarta, tambah Prof. Sunarto.

Hal senada juga diungkapkan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, Dr. drg Paulus Januar S,MS, bahwa gedung KGF lama menjadi satu antara ruang perkuliahan dengan ruang praktik kedokteran gigi,  kini gedung lama full akan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Gigi dan Mulut Universitas Moestopo. Sedangkan kegiatan belajar - mengajar semuanya terkonsentrasi di gedung baru 6 lantai ini," tambahnya. (Pry)

Diberdayakan oleh Blogger.