Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

DPCK GRANAT Kota Jakarta Timur

Setelah Dikukuhkan, DPCK GRANAT Kota Jaktim Gelar Serangkaian Kegiatan ke Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

Menkokesra Agung Laksono meninjau kesiapan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BNPB

Bertempat di Lapangan Udara Pondok Cabe Tangsel, Menkokesra menyaksikan langsung kesiapan Tim Reaksi Cepat Penanggungan Bencana BNPB dan berkesempatan mencoba Perahu Ampibi

Forum Wartawan Kebencanaan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Hj Ernawati bersama Rumah Sehat 786

SOSIALISASI PROGRAM PARTAI PDI PERJUANGAN PADA WARTA CIPINANG

STP Trisakti Tingkatkan Pengetahuan Wisata Edukasi, Bagi Guru SMK Jakarta, Banten dan Jabar

Metode Pembelajaran pada dunia pendidikan selalu berkembang, dimana sistem pembelajaran tersebut tidak hanya dalam bentuk tatap muka dan pemberian tugas dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan di luar kelas. Dalam proses pembelajaran diluar kelas untuk memberikan gambaran pada mata pelajaran tertentu dapat dilakukan melalui kegiatan Karya Wisata atau Wisata Edukasi, yaitu melakukan kunjungan kesebuah tempat yang mendukung proses pembelajaran memperkaya bahan atau obyek tertentu sesuai mata pelajaran yang dibutuhkan.

Direktur Pembinaan SMK, Dirjen Dikmenjur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Drs HM Mustafirin Amin, MBA disela acara tersebut juga menjelaskan, bahwa Workshop Wisata Edukasi ini merupakan upaya menyiapkan anak didik untuk dapat memahami ilmu Kepariwisataan khususnya bidang Usaha Wisata, para Guru SMK Wisata yang saat ini turut serta, diharapkan akan mengajarkan pada anak didik, khususnya yang belajar di jurusan Perjalanan Wisata, tentang teknik memandu wisatawan.

Sebagaimana program di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa jurusan SMK setelah mereka lulus, akan dapat memilih menjadi Pekerja di dunia usaha, ataukah akan menjadi Entreprenuer, ataukah ingin meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi, oleh sebab itu sebagaimana kegiatan Workshop Wisata Edukasi ini, juga diharapkan akan bisa diajarkan pada anak didik sehingga mereka bisa bekerja menjadi Pemandu Wisata atau dapat mendampingi tamu berwisata.

Dalam Kurikulum 2013, Siswa-siswi juga dituntut untuk aktif dalam menambah ilmu pengetahuan, karena kurikulum tersebut barbasis aktifitas, misalkan membahas Candi Borobudur, tidak sekedar tau ada Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah, namun anak didik juga harus tau latar belakang serta historis, sehingga perlu juga kegiatan otentik, dan salahsatunya adalah dengan Wisata Edukasi, Jadi melalui Wisata Edukasi siswa akan melihat secara nyata obyek yang dipelajari, sehingga siswa tidak hanya membayangkan satu obyek yang di pelajarinya, akan tetapi akan mengetahui wujud asli, sehingga dapat lebih mengetahui dan memahami obyek tersebut, papar Drs. HM Mustafirin Amin, MBA

Sementara Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati,SE,MM, juga menegaskan, bahwa kegiatan Karya Wisata atau Wisata Edukasi sebagai hal yang biasa dilakukan, bukan saja pelajar SMA/K, tetapi juga digelar di Sekolah Dasar, SMP bahkan Taman Kanak-kanak, hanya saja jika penyelenggara kegiatan kurang memahami akan obyak serta azas manfaat, maka kegiatan tersebut menjadi tidak tepat sasaran, atau hanya sekedar berwisata saja, tanpa ada manfaat bagi anak didik, oleh sebab itu melalui kegiatan Workshop ini, diharapkan akan memberikan bekal ilmu pengetahuan bagi Guru SMK, tentang kegiatan Wisata Edukasi yang mungkin akan digelar di sekolah mereka masing-masing, harapnya.

Diakuinya Workshop Wisata Edukasi yang diikuti oleh Guru SMK Pariwisata dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat ini atas kerjasama Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dengan Dirjen Dikmenjur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam meningkatkan pengetahuan tentang Wisata Edukasi bagi Guru SMK, kegiatan Workshop kali ini digelar, juga dalam rangkaian HUT STP Trisakti yang ke 45 tahun, sebagai lembaga pendidikan dengan Program Studi Perhotelan dan Usaha Wisata, sebagai bentuk tanggung jawab STP Trisakti dalam pengabdian masyarakat.

Menurut Fetty Asmaniati, Workshop Wisata Edukasi ini juga upaya STP Trisakti ingin berbagi ilmu tentang Wisata Edukasi, bagaimana nantinya Guru yang akan bertugas membawa anak-anak berwisata. Dalam kegiatan Wisata Edukasi atau Wisata Karya, dengan membawa anak berwisata,maka harus betul-betul dikelola dengan baik dan benar sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mulai dari persiapan perjalanan, turut melakukan kontrol kendaraan yang akan digunakan, apakah benar-benar  layak dan aman untuk digunakan, bagaimana menyiapkan makanan di lokasi wisata tersebut, apakah sudah memenuhi syarat dan cukup bizi, obyek wisata karya yang akan dikunjungi juga harus dipelajari sampai sejauhmana azas manfaat bagi anak didik, materi yang akan dibahas dalam kegiatan tersebut apakah betul-betul bisa diaplikasikan di sekolah, menyiapkan bahan diskusi obyek, menyusun laporan kegiatan serta hal-hal lain yang harus disiapkan dengan baik, sehingga kegiatan Wisata Karya akan benar-benar bermanfaat bagi peserta maupun untuk kepentingan pembelajaran di Sekolah, pintanya.






Permainan Besar Siaga Kwaran Matraman, Meriahkan HUT Pramuka Ke 53 tahun

Apresiasi atas majunya kegiatan Kepramukaan di wilayah Kwartir Ranting Kecamatan Matraman, bukan saja dilontarkan oleh Ketua Kwarcab Jakarta Timur, Kak Ibnu Hadjar tetapi juga dilontarkan Ketua Majelis Pembimbing Ranting Kecamatan Matraman Kak Hari Nugroho. Dimana dalam membantu masyarakat dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur , jajaran Kwaran Matraman selalu tampil ditengah masyarakat, seperti saat banjir melanda ibukota Jakarta, jajaran Kwaran Matraman sigap menyiapkan bantuan berupa Makanan siap saji, serta bantuan Sembako pada warga korban banjir. Demikian juga dalam kegiatan Persami maupun Permainan Besar Siaga (PBS) bagi Pramuka Kwaran Matraman.

Dalam laporannya saat pembukaan PBS di halaman sekretariat Kwaran Matraman di jalan Slamet Riyadi Matraman Jakarta Timur, Ketua Panitia PBS Kak Karyono menjelaskan, bahwa Permainan Besar Siaga kali ini diikuti oleh perwakilan dari pangkalan Gugus Depan diseluruh Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Matraman, masing-masing pengirimkan satu Regu Putra dan Putri untuk mengikuti Lomba PBS, dengan kegiatan ini diharapkan para peserta juga menambah wawasan dan kreativitas dalam permainan di Kepramukaan, sehingga mereka akan semakin mencintai ekstrakurikuler Kepramukaan, ungkapnya.

Sementara disela acara tersebut Camat Matraman yang juga Kamabiran Kecamatan Matraman Ir Hari Nugroho MM disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan bangga dengan kepengurusan Kwartir Ranting Matraman yang aktif dalam membina Gugus Depan dan Kepramukaan, dengan banyaknya kegiatan yang sudah dilakukan, PBS ini diharapkan dapat juga digelar ditingkat Kelurahan, karena Permainan Besar Siaga disamping meningkatkan ilmu pengetahuan, juga membangun kekompakan dan sportivitas.

Melalui Kepramukaan Kak Hari Nugroho juga yakin, akan mampu membentuk generasi penerus bangsa yang berkarekter baik, berjiwa sosial dan ksatria, serta menyiapkan Penerus Bangsa menuju Pembangunan Bangsa kedepan, harapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan  Ketua Kwartir Ranting Matraman kak Budi Ichtiari  S.Pd disela acara tersebut menjelaskan, bahwa kegiatan Permainan Besar Siaga ini, merukan kegiatan Kepramukaan di Kwaran Matraman dalam mengisi Hari Jadi Pramuka¸ dan PBS digelar secara rutin tiap tahun untuk meningkatkan ketrampilan dan kekompakan Pramuka Siaga, melalui PBS ini juga diharapkan akan mampu meningkatkan ketrampilan para Pramuka serta meningkatkan persatuan dan kesatuan para Pramuka Siaga, tegasnya.

BNN Gandeng Pramuka Kwarda DKI Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Pada 26 Januari 2014, Pemerintah bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mencanangkan Tahun Penyelamatan Bagi Pengguna Narkoba, dimana Pengguna Narkoba yang saat ini masih bersembunyi diharapkan dengan kesadarannya sendiri serta dengan dorongan keluarga dapat melaporkan diri pada lembaga Penerima Wajib Lapor (LPWL) yang sudah ditunjuk oleh BNN, sehingga pengguna Narkoba dapat segera memperoleh perawatan serta rehabilitasi guna menyongsong masa depan yang lebih baik dan tidak kambuh lagi, hal tersebut diungkapkan Kasubdit Masyarakat Deputi Pencegahan BNN, Hj Siti Alfiasih, dalam sambutannya mewakili Kepala Deputi Pencegahan BNN, dalam kegiatan Advokasi Kader Anti Narkoba bagi Pramuka Kwarda DKI Jakarta di Gedung Juang 45 Menteng Jakarta Pusat.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa peserta Pelatihan Kader Anti Narkoba tersebut merupakan anggota Keparamukaan yang mewakili Dewan Kerja Daerah, Kwarda DKI dan Dewan Kerja Cabang Kwarcab dari 6 Wilayah Kabupaten dan Kota se-Provinsi DKI Jakarta, mereka memperoleh bekal ilmu dan pelatihan tentang Pencegahan, Pengetahuan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, Perspektif Hukum, Terapi Pengguna Narkoba, Rahabilitasi Narkoba serta Motivasi untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan Narkotika dan zar adektif lainnya, sehingga setelah mereka memperoleh bekal ilmu tentang bahaya Narkoba, dapat mengaplikasikan sebagai Kader Anti Narkoba dan siap membantu upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Dewan Kerja Kepramukaan masing-masing, harapnya.

Dengan pelatihan Kader Anti Narkoba kali ini juga sebagai upaya BNN untuk lebih banyak lagi melibatkan masyarakat dalam penyelamatan pengguna narkoba agar mereka dapat disembuhkan dan tidak lagi mengkonsumsi narkoba, kita ingin meyakinkan pada mereka maupun keluarganya, agar melaporkan diri secara sukarela kepada institusi penerima wajib lapor, agar pengguna narkoba dapat segera di rehabilitasi dan tidak menggunakan Narkoba lagi.
Hj Siti Alfiasih yakin, dengan pelatihan Kader Anti Narkoba ini, akan dapat mensinergikan program BNN dengan seluruh komponen masyarakat, sehingga langkah tersebut lebih efektif dan tepat sasaran, dalam rangka menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa dari  bahaya penyalahgunaan narkoba. Dan terus menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, unggul, sehat dan beriman untuk memajukan bangsa, ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Andalan Kwarda DKI urusan Penegak, Kak Karyono SH, MH, dirinya berharap agar kerjasama antara BNN dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi DKI Jakarta ini dapat terus ditingkatkan, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba di DKI Jakarta, khususnya di kalangan pelajar. Seluruh  peserta Pelatihan Kader Anti Narkoba juga diharapkan agar ilmu pengetahuan dan ketrampilan dalam pelatihan penanganan bagi pengguna Narkoba, serta pencegahan bagi pengguna Narkoba dapat di ajarkan ke Kepramukaan. ilmu dan ketrampilan ini agar di transfer kepada Pramuka yang lain, sehingga jumlah pemakai narkoba dapat ditekan, dan generasi bangsa dapat terselamatkan dari ancaman bahaya penyalahgunaan Narkoba, pintanya.

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Resmikan Gedung Fakultas Kedokteran Gigi

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sebagai Perguruan Tinggi Swasta di Ibukota Jakarta yang didirikan Tahun 1962, oleh  Prof. Dr. Moestopo bersama ibu R.A. Soepartin Moestopo melalui Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Yayasan UPDM) dengan akte Notaris R. Kadiman No. 62. Dibangun kampus pertama di Jalan Hang Lekir I No. 8, Jakarta.  sebagai suatu badan sosial bertujuan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada Pemerintah RI melalui pendidikan, kesehatan, agama, riset ilmiah, bimbingan dan penyuluhan mental. Dan saat ini memiliki 6 fakultas, dengan Program Sarjana (S1) maupun Pasca Sarjana (S2).  Untuk  mendukung kegiatan perkuliahan bagi para Mahasiswa, bertempat di Kampus B jalan Bintaro Permai 3 Jaksel, Yayasan UPDM serta Akademika Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali meresmikan Gedung Baru.

Menurut Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Sunarto, MSi bahwa Bangunan 6 Lantai ini merupakan Gedung baru Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), "Penambahan gedung perkuliahan ini, untuk memenuhi permintaan masyarakat atau calon mahasiswa yang cukup tinggi, ingin menempuh pendidikan kedokteran gigi di sini," paparnya.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa disamping Gedung FKG di jalan Bintaro Pemai ini, kini juga tengah diselesaikan Gedung baru di Ulujami, yang nantinya akan digunakan sebagai laboratorium terpadu, bagi Fakultas Ilmu Sosial & Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Program Pasca Sarjana. "Gedung terpadu tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas, yang disesuaikan dengan standar industri," ungkapnya tegas.

Penambahan dua gedung ini juga mempertahankan dan meningkatkan status unggul kampusnya, yang menempati urutan ke-10 di antara 324 perguruan tinggi di lingkungan Kopertis Wilayah III. Serta mendukung akreditasi program studi yang saat ini masih B, untuk meningkatkan akreditasi menjadi A, sebagaimana yang diharuskan untuk sebuah Universitas terbaik di Jakarta, tambah Prof. Sunarto.

Hal senada juga diungkapkan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, Dr. drg Paulus Januar S,MS, bahwa gedung KGF lama menjadi satu antara ruang perkuliahan dengan ruang praktik kedokteran gigi,  kini gedung lama full akan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Gigi dan Mulut Universitas Moestopo. Sedangkan kegiatan belajar - mengajar semuanya terkonsentrasi di gedung baru 6 lantai ini," tambahnya. (Pry)

FKUB dan Majelis Agama Keluarkan Sikap Tolak ISIS

Pemerintah Republik Indonesia telah menyatakan untuk melarang keberadaan gerakan Islamic State of Iraq and Syiria di Indonesia (ISIS) , penolakan juga dikeluarkan oleh Majelis-majelis Agama (MUI DKI, Keuskupan Agung, WALUBI DKI, MATAKIN, PHDI, PGI) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta, Pernyataan sikap yang ditandatangani pada Kamis, 14 Agustus 2014 tersebut juga disaksikan Kepala Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta. H Fatahillah.

Dalam surat “Pernyataan Sikap” tersebut menegaskan, bahwa ISIS merupakan ajaran yang mengatasnamakan agama dengan pendekatan pemaksaan kehendak, melakukan kekerasan hingga  pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak berdosa, serta penghancuran tempat-tempat Ibadah yang dianggap Suci bagi Umat Islam, serta ingin meruntuhkan Negara dan bangsa yang sudah diperjuangkan oleh umat beragama.

Disamping itu Gerakan ISIS juga akan memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa, serta merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila dan UUD 45, oleh sebab itu FKUB dan Majelis-majelis Agama di Indonesia menyerukan pada seluruh umat beragama di Indonesia untuk tidak terhasut oleh ajakan, serta profokasi ISIS karena bisa memecahbelah persatuan dan kesatuan NKRI khususnya yang ada di DKI Jakarta, serta menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya pencegahan akan keberadaan ISIS di DKI Jakarta dan diseluruh pelosok tanah air di Indonesia.

FKUB dan Majelis Agama di Indonesia mendukung langkah cepat, tepat dan tegas Pemerintah RI yang melarang keberadaan ISIS di Indonesia, serta mendukung upaya pemerintah dengan melakukan upaya penegakan hukum yang berlaku di Indonesia, serta dalam rangka menjaga keutuhan umat beragama di Indonesia, FKUB bersama Majelis Agama di DKI Jakarta agar Tokoh Agama serta Pimpinan Umat Beragama, untuk senantiasa mewujudkan keteladanan, kearifan dan sifat tasamuf atau toleransi dengan menyikapi permasalahan yang ada di masyarakat, serta tidak mengeluarkan pernyataan apapun yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketua FKUB DKI Jakarta, DR. KH. Ahmad Syafi’i Mufid disela acara tersebut pada wartawan juga menegaskan, bahwa pihaknya mendukung penuh sikap Pemerintah, sebagaimana yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Menkopolkam, Panglima TNI, Kapolri serta Menteri Agama yang dengan tegas menolak keberadaan ISIS di Indonesia, serta melakukan tindakan hukum pada mereka yang terlibat dalam gerakan ISIS, apalagi seluruh organisasi Islam di Indonesia juga telah menyatakan sepakat bahwa gerakan ISIS merupakan gerakan yang tidak sesuai dengan ajaran umat Islam, Organisasi-organisasi Islam menyerukan kewaspadaan keberadaan ISIS di Indonesia, oleh sebab itu FKUB DKI Jakarta juga menghimbau pada seluruh masyarakat untuk mewaspadai pengaruh ajaran ala ISIS,  karena Agama punya fungsi menjadi rahmat, serta karunia bagi seluruh umat di bumi ini, tegasnya.

Menanggapi kegiatan Halal Bihalal FKUB bersama Majelis-majelis Agama, DR. KH. Ahmad Syafi’i Mufid juga mengaku, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Buka Puasa bersama yang digelar ditempat sekretariat Majelis-majelis Agama Provinsi DKI Jakarta secara bergantian, dan hari ini kita berhalal Bihalal antar tokoh agama yang ada di DKI Jakarta, sehingga hubungan satu sama lainya terus terjalin, papar KH Syafi’i  Mufid.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, H Fatahillah, bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pembinaan seluruh umat beragama serta lembaga keagamaan, sehingga situasi dan kondisi di Ibukota Jakarta tetap aman dan nyaman.

Sebagaimana instuksi Gubernur yang menindaklanjuti Keputusan Menteri Dalam Negeri, Kesbangpol DKI Jakarta juga telah meneruskan pada seluruh Camat serta Lurah di DKI Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan ISIS, karena ajaran ISIS sudah tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 45.

Sekretaris Dewan Penasehat FKUB DKI ini juga menegaskan, bahwa Kesbangpol DKI juga mendukung adanya Pernyataan Sikap dari Tokoh-tokoh Agama dibawah koordinasi FKUB DKI, yang menolak keberadaan ISIS di Jakarta, semua komponen masyarakat terus mengantisipasi ajaran ISIS, melalui FKUB DKI dibawah pembinaan Kesbangpol juga akan terus memberikan informasi yang benar pada masyarakat dan umat beragama, agar kewaspadaan terus dijaga, disesuaikan dengan paham dan idiologi kita, pintanya.

H.R. Krisdianto Luncurkan Kupon Bulan Dana PMI

Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, meluncurkan Kupon Bulan Dana PMI Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2014-2015, di Ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (14/8).  Hadir dalam peluncuran ini, pengursu PMI Provinsi DKI Jakarta Drs. Joko Subagyo, MM, Ketua PMI Jakarta Timur Kusnoto, SE, Camat, Lurah dan pejabat terkait lainnya.

Ketua Umum Panitia Bulan Dana PMI Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur, Hj. Yenni Apsari Krisdianto mengatakan, kegiatan bulan dana PMI ini berlangsung selama 6 bulan, dari tanggal 17 Juli sampai 17 Januari 2015. Pelaksanaannya sendiri mengalami penambahan waktu 2 bulan, untuk meningkatkan hasil penggalangan dana agar lebih maksimal.

“Bulan dana PMI dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat yang dikoordinir oleh instansi-instansi pemerintah, badan usaha baik pemerintah maupun swasta, tempat-tempat rekreasi serta unit usaha lainnya yang ada di Jakarta Timur,” kata Yenni, dalam laporannya.

Kupon bulan dana PMI yang beredar di Jakarta Timur, menurut Yenni, berwarna hijau dan ditandatangani oleh Walikota Jakarta Timur. Adapun kupon yang beredar, masing-masing dengan nominal Rp 1.000 per lembar, Rp 2.000 per lembar, Rp 5.000 per lembar dan Rp 10.000 per lembar.

Dirinya mengharapkan, dana yang terhimpun dapat melebihi hasil bulan dana PMI tahun 2013-2014 lalu yang mencapai  Rp 5.136.471.000. Terlebih, indikator keberhasilan pelaksanaan bulan dana PMI salah satunya adalah peningkatan hasil perolehan dari tahun sebelumnya.

“Harapan kami, target tersebut dapat tercapai sepanjang seluruh unit instansi dan elemen yang ada di Jakarta Timur mendukung kebijakan Walikota Jakarta Timur,” ujar Yenni.

Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, menegaskan, bulan dana PMI merupakan penggalangan dana kemanusiaan yang dilaksanakan setiap tahun dan legalitasnya diatur oleh produk hukum yang jelas, resmi dan bukan pungutan liar (pungli). “Tidak ada alasan untuk menolak dan ragu dalam melaksanakan tugas amanat ini, karena Gubernur Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota turut memantau dan mengawasi kegiatan ini,” papar walikota dalam sambutannya.

Walikota menegaskan, dirinya sebagai Pelindung PMI Jakarat Timur mendukung penuh pelaksanaan Bulan Dana PMI ini.  “Secara moril sebagai pimpinan wilayah, saya harus memastikan bahwa warga masyarakat di bawah binaan saya memiliki kepekaan dan kepedulian yang tingi diwujudkan dengan kontribusinya dalam Bulan Dana PMI,” ujarnya.

Krisdianto berharap, kegiatan Bulan Dana PMI ini dapat dilaksanakan lebih serius dan hasil yang diperoleh lebih meningkat dibandingkan tahun lalu. Terlebih lagi, tahun ini kegiatannya dilaksanakan selama 6 bulan, lebih banyak 2 bulan dibandingkan tahun lalu.

“Saya berharap tidak ada lagi kupon bulan dana yang tersisa atau tidak terjual sama sekali, sehingga panitia tidak lagi terbeban untuk mengganti biaya cetak kupon  seperti yang selama ini dirasakan cukup tinggi,” pesannya

Siswa-siswi se Indonesia kirim SURAT TERBUKA Untuk Presiden

Beredar broadcast curhat atas nama siswa-siswi se Indonesia yang merasa keberatan dengan Kurikulum 2013 yang mulai diberlakukan secara nasional oleh Kemendiknas.

Kebijakan penambahan hari masuk sekolah bahkan dianggap tidak bijak karena akan dirasa angat memberatkan siswa. Dan libur atau istirahat 1 hari dianggap tidak akan memberi kesempatan anak untuk mengembalikan kebugaran otak maupun fisiknya.

Berikut petikannya Surat Terbuka yang diterima redaksi  :


SURAT TERBUKA UNTUK PAK SBY DARI KAMI SISWA SISWI SE-INDONESIA

Kpd Yth Bapak Presiden SBY yang kami cintai.

Bapak Presiden, Kami capek pak Dengan kurikulum 2013 yang memaksa kami untuk menguasai hampir 18 pelajaran. Kami butuh tidur, refreshing otak, kami bukan robot kami manusia pak, kami makan nasi bukan makan besi.

Tolong kami pak. Masuk jam 06.30. Kami harus bangun lebih pagi dari orang kantoran pak. Belum lagi macet yang mengelilingi kami.

Kenapa kita harus menguasai seluruh mata pelajaran yang bukan minat kita pak? Pembelajaran di negri ini sangat aneh, tidak mendidik apa yang anak bakati, malah di suruh mati-matian untuk menguasai materi yang kadang bikin kita bosen.

Pak, kami itu manusia pak, bukan tikus Percobaan. Kami itu ingin mengejar cita-cita dengan bakat kita pak, bukan mengejar nilai yang semua pelajaran nya harus di atas kkm.

Tolong katakan pada Menteri Pendidikan pak. Kami bukan robot !!

Udah UN 20 paket. Kurikulum 2013 kurang fasilitas. Masuk pukul 06.30 pulang pukul 15.30 . Exclude les dan ngerjain PR. Sekarang MAU SABTU juga MASUK SEKOLAH?

Pak.. Bu.. Kami PELAJAR hanyalah manusia!! Bukan ROBOT yg bisa berfungsi 24 jam nonstop!! Gak semua anak kapasitas belajarnya sama!! Gak semua anak kapasitas otaknya sama!! Lelah fisik? IYA!! Capek batin? IYA!!


Semoga Surat Terbuka tersebut direspon positif oleh para pemangku kepentingan demi kemajuan dunia pendidikan nasional.



Rangkaian HUT Pramuka Ke 53, Adyaksa Dault Tabur Bunga Ke TMP Kalibata

Dalam mengisi rangkaian hari jadi Gerakan Pramuka Indonesia yang ke 53 tahun, seluruh jajaran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak serta para Pembina Pramuka dari Kwartir Cabang Kota Jakarta Timur melakukan kegiatan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, pada Minggu (10/8). Acara Tabur Bunga tersebut dipimpin langsung oleh Kakwarnas Kak Adyaksa Dault.

Didepan para wartawan, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault menegaskan, bahwa kegiatan seperti ini merupakan kegiatan rutin dalam mengisi peringatan HUT Kepramukaan Indonesia, sebagai bentuk penghargaan pada para Pahlawan kusuma bangsa, serta menanamkan nilai-nilai kejuangan para Pramuka, karena para Pahlawan telah rela mengorbankan hidupnya demi menjaga dan mempertahankan Negara Indonesia.

Tanpa perjuangan para Pahlawan, maka kita tidak bisa menjadi bangsa dan Negara seperti saat ini, oleh sebab itu kita harus mengenang dan menghargai perjuangan serta pengorbanan para Palawan dan Pemimpin Bangsa yang menjadi simbul Negara Indonesia, tegas Kak Adyaksa.

Hal yang sama juga diungkapkan Sekjen Kwarnas, Kak Yudi Suyoto, bahwa Tabur bunga dan ziarah ke makam pahlawan Kalibata ini, sebagai bentuk penghormatan dan menghargai jasa-jasa mereka yang telah gugur mendahului kita, kegiatan ziarah ke Makam Pahlawan,  juga dilakukan oleh seluruh Kwartir Daerah serta Kwartir Cabang diseluruh Indonesia.

Menyinggung akan Kepramukaan telah ditetapkan sebagai eksrakurikuler wajib, Kak Yudi juga menegaskan, bahwa yang wajib bukan pramukanya, tetapi adalah kegiatan Kepramukaannya, dimana seluruh anak didik akan dibentuk karakter dan jati dirinya dalam menyongsong masa depan yang lebih baik di masa-masa yang akan datang, tegasnya.

DR Arie Budiman : Jokowi Adalah Budayawan, Pengembangan Pariwisata dan Budaya Akan Lebih Baik

Silaturahmi merupakan upaya kebersamaan dan ibadah yang sangat mulia, karena Silaturahmi dapat menyempurnakan rasa cinta dan interaksi sosial antar umat manusia, yang menandakan tingginya akhal seorang manusia, demikian juga Halal Bihalal di hari raya Idul Fitri ini sebagai bentuk saling menguatkan serta saling mengasihi, agar kita bisa saling mengasihi, saling tolong menolong, saling menguatkan dalam kebenaran maupun keimanan, dengan Silaturahmi diharapkan akan memberikan kemudahan dalam tugas yang akan kita lakukan,  oleh sebab itu melalui Halal Bihalal ini kita juga berharap etos kerja di jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta juga semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, hal tersebut merupakan pesan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, DR H Arie Budiman, dalam sambutannya pada kegiatan Halal Bihalal Disparbud di Gedung Nyai Ageng Serang, Kuningan Jakarta beberapa waktu lalu.

Saat disinggung para wartawan, akan pasca Keputusan KPU yang menetapkan Jokowi – JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2014 – 2019 yang berdampak pada peningkatan Kepariwisataan Indonesia, Dr Arie Budiman mengaku optimis, akan ada peningkatan kunjungan pariwisata ke Indonesia, oleh Turis Asing maupun wisatawan domestik, karena sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI yang selama ini mendampingi Gubernur Jokowi, melihat bahwa sosok Ir. H Joko Widodo juga adalah sosok Budayawan yang memiliki wawasan luas akan Budaya Indonesia,

Selama memimpin Ibukota Jakarta H Jokowi banyak memberikan prioritas terhadap pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan Ibukota, jadi apa yang beliau ungkapkan di Jakarta akan bisa direalisasikan secara nasional, sehingga nantinya berbagai Festival Seni Budaya pasti akan semakin marak dan bersifat nasional, sehingga dapat berdampak positif bagi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik, ke Indonesia khususnya ke Jakarta, papar Dr Arie Budiman
Diberdayakan oleh Blogger.