Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

DPCK GRANAT Kota Jakarta Timur

Setelah Dikukuhkan, DPCK GRANAT Kota Jaktim Gelar Serangkaian Kegiatan ke Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

Menkokesra Agung Laksono meninjau kesiapan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BNPB

Bertempat di Lapangan Udara Pondok Cabe Tangsel, Menkokesra menyaksikan langsung kesiapan Tim Reaksi Cepat Penanggungan Bencana BNPB dan berkesempatan mencoba Perahu Ampibi

Forum Wartawan Kebencanaan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Hj Ernawati bersama Rumah Sehat 786

SOSIALISASI PROGRAM PARTAI PDI PERJUANGAN PADA WARTA CIPINANG

Pergelaran Seni Budaya Kecamatan Duren Sawit

Musik Gambus Modern serta alunan Dang dut di Kecamatan Duren Sawit mampu mengundang perhatian warga Duren Sawit untuk berduyun-duyun menyaksikan hiburan rakyat yang disuguhkan Kasie Kebudayaan Kecamatan Duren Sawit, karena menurut Sekcam Duren Sawit Mardyastuti (Ibu Tuti) bahwa Pergelaran Kesenian Nusantara kali ini digelar sengaja untuk menghibur warga Duren Sawit, dimana disamping mengadakan Halal Bihalal Pemerintah Kecamatan dengan tokoh masyarakat, juga dalam kegiatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Halal Bihalal kita undang Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, seluruh Ketua RT dan RW serta Pengurus PKK maupun LMK, untuk saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan, kita juga menyampaikan pesan Bapak Camat H Abubakar, agar seluruh masyarakat tetap menjaga lingkungan dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tawuran serta pencurian.

Disamping itu warga Kecamatan Duren Sawit juga dihimbau untuk menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan di areal Kanal Banjir Timur (BKT), agar warga menjaga BKT tetap bersih dan tidak ada yang membuat sampat di sungai, mari kita sama-sama mengendalikan lingkungan wilaagar warga menjaga BKT tetap bersih dan tidak ada yang membuat sampat di sungai, mari kita sama-sama mengendalikan lingkungan wilayah jangan sampai ada kasus konflik antar masyarakat, ungkap ibu Tuti.


Hal senada juga diungkapkan Kasie Kebudayaan Kecamatan Duren Sawit Yulianingsih,bahwa Pergelaran Kesenian Nusantara Kecamatan Duren Sawit kali ini sengaja menampilkan aneka kesenian tradisional dari Kesenian Betawi, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Musik Dangdut serta Musik Gambus Modern, karena hiburan yang ditampilkan juga diperuntukkan bagi warga Duren Sawit yang menyukai musik Dangdut, dimana warga juga bersama-sama berjoget ria, dan kita juga berikan doorprice pada warga yang tampil berjoget dengan baik, ungkapnya.

Kasie Sosial Nizar juga menambahkan, bahwa dalam kesempatan kali ini Dinas Sosial juga menyerahkan bantuan pada warga Duren Sawit yang membutuhkan Kursi Roda, dan kita sudah berikan kursi roda bagi penyandang cacat, semoga bantuan ini dapat membantu mereka, paparnya.

BNNK Jaktim Advokasi Kader Penyuluh Anti Narkoba Dilingkungan Pemkot Jakarta Timur

Penduduk Jakarta yang jumlahnya sekitar 9,8 juta jiwa,  7% nya terindikasi pernah menggunakan Narkoba, dan dari jumlah tersebut terbanyak berdomisili di Jakarta Timur, oleh sebab itu Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur terus berupaya meningkatkan peranserta masyarakat dan unsur\ Pemerintah sebagaimana amanat UU No.35 tahun 2009 tentang Narkoba, dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN),  hal tersebut diungkapkan Kepala BNNK Kota Jakarta Timur, Supardi, SH,MH dalam paparannya di Kegiatan Advokasi Kader Penyuluh Anti Narkoba dilingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. Kamis (25/9) di Aula Kantor Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.

Dimana dalam pasal 104 dan 105 ditegaskan, bahwa Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan  peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika serta Masyarakat mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, .oleh sebab itu peran serta Penyuluh Anti Narkoba sangat dibutuhkan, khususnya dalam penyelamatan para pemakai Narkoba untuk secepatnya di rehabilitasi serta dipulihkan kesehatannya, demi menyelematkan generasi bangsa.

Disamping itu BNN telah menunjuk institusi penerima wajib lapor, baik di BNN, BNNP, BNNK,, Kepolisian, Rumah Sakit Ketergantungan Obat juga beberapa Puskesmas di DKI Jakarta, dengan melakukan wajib lapor diri,, maka Pengguna Narkoba akan direhabilitasi dan tidak akan dipenjara,  hal tersebut juga sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman 7 Lembaga dan Kementrian bersama institusi terkait. Untuk menyelamatkan anak bangsa, tegas Supardi, SH,MH.

Hal yang sama juga diungkapkan Kasie Pencegahan BNNK Jaktim, Anton S Siahaan, SH, MH.bahwa kegiatan kali ini lebih dititikberatkan pada peningkatan kualitas Penyuluh Anti Narkoba, diantaranya dari unsur Kepolisian Resort Jakarta Timur, Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Badan Pertanahan Kota Jakarta Timur, Puskesmas se-Jakarta Timur, serta beberapa Sudin dilingkungan Pemerintah Kota Jakarta Timur. Karena pengguna Narkoba saat ini sudah merambah ke institusi pemerintahan, oleh sebab itu perlu upaya pencegahan agar yang tidak pernah menggunakan tidak coba-coba menggunakan Narkoba, karena dengan menggunakan narkoba dapat berdampak pada penurunan kirenja, menjadikan seseorang berlaku kriminal serta korupsi, hingga KKDRT, tegasnya.

Sekretaris DPCK GRANAT Kota Jakarta TImur, Drs H Masdi Supriatik disela acara tersebut pada wartawan juga menegaskan, bahwa saat ini masih ada 93% penduduk Ibukota Jakarta yang sama sekali belum pernah menggunakan Narkoba,dan harus dibentengi agar tidak coba-coba memakai Narkoba, oleh sebab itu pemberian wawasan akan bahaya Narkoba sangat dibutuhkan, sehingga para Penyuluh Anti Narkoba akan mampu berperanserta dalam penyelamatan generasi bangsa, khususnya Pemuda Indonesia, harapnya.

Pesta Seni Pelajar Tingkat Kota Jakarta Timur, Ajang Kreativitas Seni

Pesta Seni Pelajar Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur sebagai kegiatan berjenjang yang digelar Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Timur, merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dalam membina dan mengembangkan seni Budaya yang tumbuh dan berkembang di Jakarta Timur, khususnya melalui lembaga pendidikan di Sekolah mulai dari Taman-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan.

Menurut Wakil Walikota Jakarta Timur, Husein Murad, saat membuka Pesta Seni Pelajar Tingkat Kota Jakarta TImur di Gedong BKOW menegaskan, bahwa pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan Sudin Kebudayaan dalam Pesta Seni Pelajar ini, karena Jakarta Timur merupakan wilayah yang banyak memiliki Sanggar Seni, baik di Masyarakat maupun di Sekolah, sehingga kesenian tradisional akan tetap lestari dan berkembang di Jakarta Timur.

Hal senada juga diungkapkan Kasudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Timur, Husnison Nizar, bahwa Pesta Seni Pelajar ini merupakan kegiatan berjenjang yang digelar mulai dari tingkat Kecamatan dan saat ini tingkat Kota Jakarta Timur, dimana peserta kali ini adalah pemenang tingkat Kecamatan untuk memperebutkan juara tingkat Kota Jakarta Timur.

Kegiatan Pesta Seni Pelajar ini juga sebagai ajang kreativitas seni anak didik yang selama ini belajar kesenian, baik seni Tari maupun Seni Suara di sekolah, dimana selama ini mereka belajar melalui kegiatan Ekstrakurikuler, maka kita berikan ruang untuk berseni dan berkreasi, dan kegiatan ini  juga diharapkan kegiatan Ekstrakurikuler kesenian di sekolah dapat terus ditingkatkan, pintanya.

Sementara panitia kegiatan yang juga Kasie Pembinaan Sudin Kebudayaan Jaktim, Catur, juga menambahkan, bahwa dalam Pesta Seni Pelajar tingkat Kota Jakarta Timur ini melombakan 7 jenis lomba, diantaranya Lomba Menggambar tingkat TK, Lomba Tari Daerah Tingkat TK, Lomba Tari Daerah tingkat Sekolah Dasar, Lomba Paduan Suara SD, Lomba Paduan Suara SMP, Lomba Tari KReasi SMP dan Lomba Vokal Grub SMA.

Dengan aneka lomba seni yang menampilkan kesenian daerah, juga diharapkan anak-anak akan semakin mencintai kesenian tradisi dan para pelajar juga merasa bangga memiliki anak kesenian daerah yang beragam, ungkap Catur.

AKIJT Tingkatkan Daya Saing Industri

Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang mulai berlaku 2015, merupakan tantangan bagi dunia industri di Indonesia, disamping persaingan yang kuat, tetapi juga menjadi ajang pasar bebas Asean untuk dapat memasarkan produknya ke 10 Negara anggota Asia Tenggara, oleh sebab itu untuk membantu dunia usaha diwilayah Kota Administrasi Jakarta Timur, Sudin Perindustrian dan Energi Kota Jaktim menggelar Ajang Kreasi Industri Jakarta Timur (AKIJT).

Disela acara tersebut, Dra Tuty Kurniati M.Si Kasudin Perindustrian dan Energi Kota Administrasi Jakarta Timur pada wartawan menjelaskan, bahwa Ajang Kreasi Industri Jakarta Timur ini merupakan upaya peningkatan daya saing Industri melalui Kreatifitas Proses Bisnis, yang digelar di halaman Kantor Walikota Jakarta Timur, dengan diikuti oleh 30 peserta yang menampilkan produk unggulan industri kreatif masing-masing peserta.

Para peserta diantaranya menampilkan produk industry mebel, Handy Craft, Fashion, Kuliner hingga Batu aji, dan produk lain, dalam mendukung AKIJT tersebut juga diramaikan dengan pergelaran kesenian Budaya Betawi dari Sudin Kebudayaan Jaktim, Musikalisasi Puisi, Parade Taklshow, Lomba Body painting serta demo produk kreasi industri para peserta.

Tuty Kurniati juga menegaskan, bahwa dengan demo produk kreasi tersebut, maka masyarakat bisa memahami cara membuatnya. Selama ini orang membeli topeng 3 dimensi hanya membayar dan menggunakan namun tidak tau cara membuatnya, demikian juga minuman bir Pletok, Batu Aji serta produk lainnya, oleh sebab itu ajang ini masyarakat akan memahami proses pembuatannya. Papar Tuti Kurniati.

Sementara Walikota Jakarta Timur, HR Krisdianto seusai meninjau stan AKIJT juga berharap iven ini akan menjadi ajang rutin tahunan dengan jumlah peserta lebih banyak lagi, sehingga industri kreatif semakin dikenal masyarakan dan mampu meningkatkan nilai jual produk yang dibuatnya, serta berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurut Walikota pada kegiatan ini diundang para pengrajin industri kreatif yang ada di Jakarta Timur, mereka tidak hanya memamerkan hasil karyanya, namun juga mempertontonkan kepada masyarakat proses pembuatan produk karya mereka. “banyak barang-barang yang tidak terpakai namun diolah sedemikian rupa dapat menjadi suatu produk yang menarik dan sangat bermanfaat. Inilah yang namanya industri kreatif,” katanya.

Penjualan produk hasil industri kreatif juga tidak hanya lokal, namun juga sampai di ekspor ke luar negari. Tidak hanya berbentuk barang, hasil industri kratif juga berupa tarian, musik dan sebagainya. “Ekonomi kreatif itu, hasil ekonomi yang tidak mengambil dari sumber daya alam sehingga tidak habis-habis. Kratifitas itu tidak habis-habis dan inilah yang sedang digalakkan oleh pemerintah,” Dirinya berharap, bangsa Indonesia tidak ketinggalan dari luar negeri di bidang industri ekonomi kreatif. “Saya harapkan kegiatan ini dapat memacu para pelaku industri ekonomi kreatif di Jakarta Timur, sehingga usaha mereka dapat terus berkembang. Selain itu akan pula bermunculan pelaku-pelaku industri ekonomi yang baru lewat kegiatan seperti ini,” ujar HR Krisdianto.

Sudin Dikmen Jaktim Gelar Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Kota Jakarta Timur

Sebagaimana agenda rutin tahunan, Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Lomba Kompetensi Siswa tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dimana lomba tersebut merupakan kegiatan lomba berjenjang mulai dari tingkat Kota, Provinsi hingga tingkat Nasional, bahkan lomba Kompetensi tersebut juga digelar ditingkat ASEAN dan Internasional.

Kasie SMK Sudin Dikmen Jaktim, Drs Wurdono MPd disela acara tersebut pada wartawan menjelasakan, bahwa Lomba Kompetensi Siswa SMK kali ini diikuti oleh 277 peserta yang akan mengikuti 18 mata lomba, diantaranya 3 lomba dalam kelompok Bisnis Manajemen, 4 kelompok Pariwisata, 4 mata lomba bidang IT, dan 7 mata lomba dibidang Teknologi Industri, peserta akan diambil juara 1,2, 3 dan Harapan 1,2, namun untuk yang mewakili Kota Jakarta Timur ke tingkat Provinsi adalah juara 1 dan 2.

Lomba digelar di beberapa tempat, dimana untuk lomba akomodasi Perhotelan digelar di Hotel Bumi Indah Depok, Teknik industri di Pusdiklatjur Pulogadung, untuk Otomotif di SMK PGRI 20, serta di tempat yang lain.

Diakui Wurdono, bahwa untuk dewan juri diambil dari professional, yaitu dari dunia industri, hal tersebut dilakukan agar Sudin Pendidikan Menengah Kota Jakarta Timur akan memperoleh masukan dari dunia industri, sehingga akan tau bagaimana program kompetensi yang harus dilakukan siswa ditingkat SMK, dan kita memperoleh masukan untuk pengembangan pendidikan SMK kedepan.

Disamping itu dengan kegiatan Lomba Kompetensi Siswa ini juga diharapkan akan terpilih siswa yang potensial untuk kemudian disiapkan menjadi duta tingkat Provinsi maupun Nasional, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya Jakarta Timur mampu memberikan kontribusi besar dalam iven tingkat nasional serta menyumbangkan juara tingkat Nasional dari Provinsi DKI Jakarta, oleh sebab itu para pemenang tingkat Kota akan kita berikan bekal khusus dengan pengawasan yang lebih ketat dalam persiapan mengikuti Lomba Kompetensi Siswa SMK tingkat Provinsi dan Nasional, tegas Wurdono MPd.

Kasudin Kesehatan Jaktim Kukuhkan Anggota Baru Saka Bhakti Husada Kota Jakarta Timur

Bencana Banjir dan Kebakaran di Ibukota Jakarta bukanlah hal baru, karena setiap hujan deras baik di Jakarta maupun Kota Bogor, maka warga yang tinggal di sepanjang Sungai Ciliwung seringkali kebanjiran, bahkan banjir yang terjadi tidak sedikit menenggelamkan kediaman warga Jakarta, oleh sebab itu untuk membantu masyarakat korban bencana baik Banjir maupun Kebakaran, Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur menggelar Lomba Saka dan Pelantikan Anggota baru dari Saka Bhakti Husada.

 Kegiatan rutin yang dikemas dalam Perkemahan Sabtu –Minggu tersebut, seluruh peserta akan memperoleh bekal ilmu dan ketrampilan dalam P3K serta kepalangmerahan, dimana dalam Persami Kemah Saka Bhakti Husada tersebut, Kasudin Kesehatan Kota Jakarta Timur Yudhita berkesempatan mengukuhkan 80 Penggalang dan Penegak dari perwakilan 10 Kwaran, sebagai anggota baru Saka Bhakti Husada tingkat Kota Jakarta Timur.


Disela acara tersebut Kasudin Kesehatan Jaktim Yudhita pada wartawan menjelaskan, bahwa Kemah Saka Bhakti Husada kali ini diikuti dari perwakilan 80 peserta didampingi Pamong Saka,  mereka akan memperoleh materi tentang ilmu kesehatan, setelah itu mereka akan mengikuti lomba Saka Bhakti Husada, sehingga mereka lebih trampil dalam ilmu kesehatan.

Diakuinya seluruh peserta yang saat ini dilantik juga akan menjadi kader pramuka kesakaan yang nantinya akan mentransfer ilmu kesehatan dilingkungan tempat tinggal maupun sekolah, ungkapnya,

BNN Bersama Kwarda DKI Gelar Advokasi Kader Anti Narkoba Bagi Pramuka Perguruan Tinggi

Setelah beberapa waktu lalu, Deputi Pencegahan BNN menggelar kegiatan Advokasi Kader Anti Narkoba bagi Pramuka khususnya Penggalang dan Penegak tingkat SMA/K , pada kegiatan kedua Deputi Pencegahan BNN kembali menggelar kegiatan Advokasi Kader Anti Narkoba, khusus buat Pramuka Perguruan Tinggi.

Disela acara tersebut, Kasubdit Masyarakat Deputi Pencegahan BNN, Hj Siti Alfiasih pada wartawan menjelaskan, bahwa Pramuka Mahasiswa merupakan ujung tombak di Kampus dalam turutserta memerangi penyalahgunaan Narkoba, Dari hasil penelitian Pemakai Narkoba di kalangan Mahasiswa, dimulai saat dirinya duduk dibangku SMP maupun SLTA,  apalagi Mahasiswa sudah masuk pada kehidupan yang  lebih bebas, tidak seperti saat mereka duduk di bangku SMA/K, oleh sebab itu melalui kegiatan Advokasi kader Anti Naroba ini diharapkan akan mampu mengigatkan pada mereka tentang bahaya Narkoba.

Lebih jauh Hj Siti Alfiasih menegaskan, bahwa adanya otoritas kampus selama ini telah menghambat Pegutas dalam pemberantasan Narkoba, oleh sebab itu melalui Pramuka Kampus diharapkan akan bisa mendobrak itu semua, dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan Narkoba serta bisa memberdayakan dengan sosialisasi ke sesama mahasiswa, untuk tidak menggunakan Narkoba, pintanya.


Hal senada juga diungkapkan Andalan Kwarda DKI,Kak Karyono, bahwa peserta Advokasi Anti Narkoba ini diharapkan akan bisa menjadi Duta Anti Narkoba yang ada di Kampus masing-masing, apalagi Pramuka adalah Praja Muda Karana yang selalu siap berada didepan dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba.

Para Mahasiswa kali ini disamping calon guru juga dari kelompok Pecinta Alam, BEM serta aktifis kampus lainnya yang telah bergabung di Pramuka Mahasiswa, oleh sebab itu kita juga berharap mereka dapat tampil menginformasikan bahaya Narkoba pada generasi muda, Pramuka harus bisa menjadi contoh dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba, tegasnya. (Pry).


Mahasiswa Baru Pasca Sarjana Unindra Ikuti Kuliah Perdana

Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), dalam mengawali perkuliahan bagi mahasiswa baru program Pasca Sarjana (S2), dengan Kuliah Perdana yang diisi oleh Dosen Pasca Sarjana Unindra,  Prof.Dr Wisnijati dengan materi “Aplikai Statistika”, seluruh peserta berjumlah 880 Mahasiswa Baru Program Pasca Sarjana Magister Pendidikan (M.Pd), adalah dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Magister Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris.

Dalam sambutannya didepan Sidang Senat Terbuka Pengenalan Mahasiswa Baru Program Pasca Sarjana, Rektor Unindra Prof. H Sumaryoto menegaskan, bahwa sesuai dengan perkembangan kurikulum 2014, sebagaimana edaran Dirjen Dikti, Kemdikbud penataan kurikulum  program Pasca Sarjana, Unindra pada 2 tahun kedepan dituntut untuk segera menyesuaikan, dimana nantinya untuk Program Pasca Sarjana harus menyelesaikan 72 SKS, dengan komposisi perkuliahan 32 SKS dan 40 SKS untuk Penelitian sampai tesis, dan batas kuliah nantinya hingga 4 tahun, dan hal tersebut akan berlaku 2 tahun kedepan, oleh sebab itu dirinya mengajak seluruh mahasiswa baru Program Pasca Sarjana yang saat ini dikukuhkan, agar benar-benar mempersiapkan diri secara efektif mengikuti perkuliahan dengan bersungguh-sungguh, sehingga tidak tekena penerapan peraturan baru tersebut, pinyanya.


Sementara sebagaimana perkembangan kedepan, pada 2015 akan berlaku kawasan Masyarakat Ekonomi Asean, disini akan terjadi lalu lintas barang serta Manusia tanpa ada batas lagi, dan bisa jadi tenaga guru maupun dosen akan diisi oleh tenaga dari Negara-negara Asia Tenggara, untuk menghadapi hal tersebut seluruh Lembaga Pendidikan juga dituntut untuk dapat menyesuaikan guna mendukung Standar Pendidikan untuk memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi dalam menghadapi Kawasan Bebas Asean tersebut.

Artinya Lembaga Pendidikan harus menyesuaikan diri dalam menghadapi masyarakat Ekonomi Asean tersebut, dimana akan terjadi persaingan tenaga kerja yang tidak ada kendala lagi, dimana 10 negara Asia Tenggara akan bersaing, oleh sebab Unindra juga terus berupaya meningkatkan kualitas akademik maupun kurikulum, termasuk menanamkan Budi Pekerti dan aturan sebagaimana ajaran agama yang kita anut.

Untuk meningkatkan proses pembelajaran, Unindra akan terus membangun sarana dan prasarana akademik, saat ini Unindra juga tengah membangun kampus yang cukup besar, serta guna memenuhi persyaratan akreditasi lembaga, jikalau masih ada kekurangan disana-sini agar bisa dimengerti, namun pihaknya akan terus membenahi serta menata kondisi proses akademik yang lebih baik, sebagaimana prinsip kemandirian yang dikelola dengan amanah.

Dalam program Studi Magister Pendidikan ini, Unindra akan terus menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran secara efektif untuk menghasilkan tenaga ahli dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang unggul dan berdaya saing, serta Menyelenggarakan penelitian dalam bidangnya, serta menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, ungkap Prof. Sumaryoto.

Sementara dalam paparannya, Prof Wisnijati menegaskan, bahwa dengan mata kuliah Aplikai Statistika, akan dapat mendukung penyusunan thesis, Statistika, yang nantinya  juga digunakan dalam berbagai ilmu, baik sosial, ekonomi, psikologi dan ekstrakta. Misalkan digunakan untuk menghitung jumlah penduduk, membuat grafik, juga untuk menunjukkan berbagai kebudayaan di Indonesia. (Pry)


Ahok akan Tindak Tegas PNS DKI yang Konsumsi Narkoba

Sebanyak 19 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta diketahui positif mengonsumsi ganja. Hal tersebut terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes terhadap 533 PNS. Sebagai sanksinya, mereka akan diberikan hukuman baik berupa penurunan pangkat hingga pemecatan untuk tenaga honorer.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, setelah BNN melakukan pemeriksaan ditemukan 19 PNS positif mengonsumsi narkoba jenis ganja. PNS yang positif tidak hanya satu, tetapi ada juga pejabat eselon IV setingkat kepala seksi.

"Ada 19 orang, positif ada ganja dan obat di Dinas PU. Itu dari 500 lebih yang dites," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (5/9).

Basuki menegaskan, sanksi yang diberikan kepada PNS yang positif mengonsumsi ganja adalah mulai dari penurunan pangkat hingga pemecatan. Dari 19 PNS, juga ada yang terindikasi meminum obat penenang. Namun, hal tersebut harus dibuktikan dengan resep dokter. Jika tidak ada resep dokter, maka bisa diindikasikan sebagai pemakai.

"Saya sudah disposisi ke Pak Made (Kepala Badan Kepegawaian Daerah). Yang duduk di eselon dicopot jadi staf. Ada honorer yang (memakai) ganja langsung pecat. Ada staf yang main ganja turun golongan. Itu kalau sekali lagi kita pecat. Tidak ada toleransi main narkoba di DKI," tegas Ahok, sapaan akrabnya.

Menurutnya, pemeriksaan serupa akan dilakukan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya. Pasalnya, Ahok mensinyalir, penggunaan narkoba tidak hanya ada di Dinas PU saja. Bahkan, Ahok kerap melihat anak buahnya yang mengonsumsi obat terlarang tersebut, sehingga ia meminta pihak BNN untuk mengeceknya. Terlebih, saat pemeriksaan dilakukan pada 1 September lalu, ada dua PNS yang enggan diperiksa. Ahok mensinyalir kedua PNS tersebut menggunakan obat terlarang pada saat hari libur yakni Sabtu dan Minggu. Kemudian pada Rabu, keduanya baru mau diperiksa oleh BNN.

"Dia pinter, pakainya Sabtu-Minggu. Senen periksa, dia kabur. Begitu dicek lagi hari Rabunya dia negatif," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan BNN DKI, Sapari Partodihardjo mengatakan, pemeriksaan terhadap PNS di Dinas PU atas permintaan Basuki langsung. Selain Dinas PU, ada tiga SKPD lainnya yang juga sudah diperiksa yakni Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pariwisata. Namun, hasilnya belum diketahui.

"Kita lakukan atas permintaan dari Pak Ahok dan sudah dilaporkan langsung. Rekomendasi sudah kita sampaikan, untuk sanksi kewenangan dari Pak Ahok," tandas Sapari.
Diberdayakan oleh Blogger.