Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

DPCK GRANAT Kota Jakarta Timur

Setelah Dikukuhkan, DPCK GRANAT Kota Jaktim Gelar Serangkaian Kegiatan ke Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

Presiden Jokowi saat pengambilan Sumpah

Bertempat di Gedung DPRRI Presiden Jokowi diambil Sumpah

Forum Wartawan Kebencanaan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Hj Ernawati bersama Rumah Sehat 786

SOSIALISASI PROGRAM PARTAI PDI PERJUANGAN PADA WARTA CIPINANG

RAPAT KERJA I DEWAN PENGURUS BAMUS BETAWI 2013-2018

Setelah dilakukannya islah (penyatuan) dua versi kepengurusan Bamus Betawi periode 2013-2018 pasca-Mubes VI, kini Bamus Betawi bersiap untuk melaksanakan berbagai program-program yang tertunda lebih dari setahun. Dalam kaitan tersebut, Bamus Betawi menggelar Rapat Kerja (Raker) pertamanya dari tgl 14 novemer sd 16 november di Hotel Grand Prioritas Cisarua, Jawa Barat, pada

Dalam Raker ini diikuti oleh seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) yang bernaung di bawah Bamus Betawi. Berdasarkan data hasil verifikasi terakhir, ormas kebetawian itu kini berjumlah 98. Dari setiap ormas, akan mengikutsertakan seorang pengurusnya yang akan menjadi peserta raker.

Menurut Bendahara Bamus Betawi H.Azis Ambadar, Raker kali ini bertujuan untuk mengevaluasi program-program yang tertunda selama lebih-kurang 1,5 tahun akibat dualisme kepemimpinan di Bamus Betawi. Selain itu, Raker juga akan membahas rencana program ke depannya pasca islah dua kepengurusan yang sekarang sudah bersatu dan solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum H Djan Faridz yang akrab di sapa (DF) dengan Wakil Ketua Umum H Zainuddin yang akrab di sapa Bang Haji Oding,dan Wakil Ketua Umum H Abraham Lunggana yang akrab di sapa HL,

"Pada raker nanti, seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan pengurus ormas yang bernaung di bawah Bamus Betawi akan membahas program-program yang tujuan akhirnya adalah untuk memajukan Seni Budaya dan mengangkat derajat kaum Betawi," Ujar Haji Azis Ambadar.

"Sebagai Bendahara Bamus Betawi, saya sangat berharap para peserta Raker memunculkan ide-ide dan gagasan-gagasan cerdas untuk bisa diaplikasikan menjadi program Bamus yang bermanfaat bagi kaum Betawi. Baik ide tentang pengembangan seni, pengembangan budaya, maupun pemberdayaan dan Peningkatan ekonomi masyarakat Betawi," ujar Haji Azis Ambadar .

Selain evaluasi program 2014 dan penyusunan rencana program 2015, pada Raker yang bertema 'Dengan Raker Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bamus Betawi untuk Kemajuan Masyarakat Betawi dan Bangsa Indonesia', Panitia juga menggelar diskusi yang di Hadiri sejumlah Tokah dan narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing seperti Dr H Edy M Nalapraya, H Effendi Yusuf SH, Dr Bahrul Akbar (Anggota BPk RI),H.Saifullah (sekda Dki),Prastyo Edi Marsudi (Ketua DPRD Dki)Dr Azis Khafia (DPD RI),Prof Firdaus Dailami (DPD RI),Kapolda Metro Jaya,Pangdam Jaya.

Ahok Sah Sebagai Gubernur DKI Jakarta

Setelah melewati perdebatan panjang di DPRD, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta. Acara pelantikan oleh Presiden Jokowi belangsung di Istana Negara.

"Saya berjanji memenuhi kewajiban saya sebagai Gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, dan memegang teguh UUD NKRI 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturan dengan sebaik-baiknya dan selurus-lurusnya," kata Ahok mengucapkan sumpah jabatannya dihadapan Presiden Jokowi hari Rabu (19/11).

Acara pelantikan di Istana Negara dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh-tokoh politik, antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang.

Usai pelantikan, Ahok menyebut peristiwa itu sebagai keajaiban dunia. "Ini keajaiban dunia, dua tahun kita dilantik bersama. Sekarang malah Bapak Jokowi yang lantik," kata Ahok.

Ia selanjutnya mengatakan, tugas utamanya sebagai gubernur adalah menjaga pilar demokrasi.

Acara pelantikan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta juga dihadiri oleh istrinya Veronica Tan dan ibunda Budiarti Ningsih.

PATA Dan STP Trisakti Promosikan Pariwisata Pada Generasi Muda

Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter bersama Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jakarta menggelar PATA Indonesia Youth Forum di Pullman Central Park Hotel Jakarta, kegiatan tersebut didukung penuh oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, menurut CEO PATA Indonesia Purwo Siswoprasejo, kegiatan ini merupakan upaya untuk memberikan informasi kepada Generasi Muda khususnya para Pelajar SMA/K tentang peluang karir dan bisnis dalam industri Pariwisata nasional dan global.

PATA Indonesia sangat berterimakasih pada Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang telah lama membangun Sumber Daya Manusia dibidang Pariwisata, oleh sebab itu STP Trisakti juga harus membangun kerjasama dengan steak holders pariwisata termasuk Kementrian Pariwisata dan PATA Indonesia maupun PATA Internasional, sehingga upaya dalam melatih generasi muda menjadi tenaga professional dibidang turism maupun Kepariwisataan dapat maksimal, harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua STP Trisakti  Fetty Asmaniati, SE, MM, bahwa PATA Indonesia Youth Forum ini sebagai upaya memperkenalkan dunia parisata kepada Generasi Muda, dan kita sengaja mengundang siswa-siswi SMA/K dari Jakarta, Bogor, Depok, Tengerang dan Bekasi, sehingga diharapkan mereka semakin mengetahui dan mengenal tentang Turism dan Hospitality, dan kita juga menampilkan para pembicara yang selama ini menggeluti industry pariwisata, sehingga kedepan akan lebih banyak lagi siswa-siswi yang berminat menekuni ilmu pariwisata.

Diakuinya saat ini dalam pengelolaan kepariwisataan di beberapa daerah belum banyak yang ditangani oleh tenaga professional dibidang Turism dan Hospitality, padahal Indonesia kaya tentang pariwisatanya, oleh sebab itu STP Trisakti membuka kerjasama dengan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan SDM Turism dan Hospitality, uangkap Fetty Asmaniati.

Sementara  Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Kementrian Pariwisata, Prof. Dr. IG De Pitana, Msi dalam sambutanya didepan peserta PATA Indonesia Youth Forum menjelasakan, bahwa Pariwisata dalah masa depan bangsa, demikian juga tenaga Profesional Pariwisata, yang baru diwisuda tidak takut tidak bekerja, karena tenaga kerja Pariwisata sangat dibutuhkan, bahkan banyak yang belum selesai kuliah, tetapi sudah bekerja, dan banyak permintaan tenaga kerja dari Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten yang mempunyai kompetensi pendidikan pariwisata, sehingga peluang kedepan sagat besar, paparnya.

Director Of Marketing & Business Development PATA Indonesia Chapter, Agus H Canny juga menegaskan, bahwa Indonesia memiliki potensi pariwisata terbaik di dunia, oleh sebab itu Indonesia kedepan juga butuh tenaga professional dibidang pariwisata, diakuinya saat ini pemasaran pariwisata memang sangat lemah, oleh sebab itu dengan kemajuan teknologi informatika melalui internet yang telah dikuasai para mahasiswa Program Studi Pariwisata di Universitas maupun Sekolah Tinggi Pariwisata, kedepan dirinya yakin melelui promisi dengan IT akan mampu meningkatkan kunjungan pariwisata di tanah air, ungkapnya tegas.

1000 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa Bazis dan Sosialisasi P4GN

Keberadaan siswa-siswi dan Mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi, namun tidak memiliki biaya pendidikan, telah menjadi agenda rutin Badan Amal Zakat, Infaq dan Shadaqah (BAZIS) Kota Administrasi Jakarta Timur untuk membantunya agar mereka dapat meneruskan pendidikan dengan baik, dan bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Jaktim, Bazis Jakarta Timur kembali menyalurkan bantuan beasiswa pada Pelajar SMA dan Mahasiswa dengan jumlah 1000 anak, penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh  Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, didampingi Askesmas Ibnu Hadjar, Kepala Bazis Jakarta Timur, Dwi Busara dan Kepala BNNK Jakarta Timur, Supardi, SH,MH

Kepala Baziz Jakarta Timur Dwi Busara disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa penyerahan bantuan bea siswa tahap kedua kepada siswa SMA dan Mahasiswa S1 Jakarta Timur tahun 2014 ini, dimaksudkan dalam rangka efektifitas dan ketepatan sasaran bantuan hasil ZIS tahun 2013 yang didayagunakan tahun 2014, dan sebagai investasi di bidang pendidikan yang merupakan investasi jangka panjang sehingga para siswa dan mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan, karena prioritas penerima bantuan pendidikan, adalah mereka dari keluarga kurang mampu.

“Besarnya bantuan yang diserahkan sebesar Rp. 675.000.000,-  dengan sasaran penerima bantuan kepada 500 orang siswa SMA swasta yang masing masing menerima bantuan sebesar  Rp. 600.000 per triwulan, dan 500 orang Mahasiswa yang masing masingnya menerima Rp. 750.000 per triwulan. Pendistribusian bantuan bea siswa ini melalui sistem perbankan yaitu Bank DKI Syariah, dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing masing penerima bea siswa,” pemberian bea siswa juga diharapkan akan meningkatkan semangat belajar, untuk meraih cita-citanya, sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang lebih baik lagi dimasa depan, tegas Dwi Busara.

Hal yang sama juga diungkapkan Walikota Jakarta Timur, HR Krisdianto M.Si, bahwa penyerahan bantuan pendidikan pada Pelajar SMA dan Mahasiswa ini merupakan bantuan rutin dari Bazis dalam menyalurkan dana yang dihimpun dari masyarakat, dan dengan beasiswa ini akan mampu memotivasi mereka agar selalu giat belajar, dan ini sebagai pertanggungjawaban Bazis Jakarta Timur dalam menyalurkan beasiswa dengan tepat sasaran, dimana disamping bantuan pendidikan juga disalurkan pada kaum dhuafa, korban bencana banjir atau kebakaran serta tempat ibadah yang memang membutuhkan bantuan.

Dalam pesanya pada seluruh penerima beasiswa, HR Krisdianto juga meminta pada anak-anak untuk mengikuti penyuluhan bahaya Narkoba dari BNNK Jakarta Timur, karena apabila ditemukan penerima bantuan Bazis menggunakan Narkoba, maka akan langsung di coret, dan manfaatkan bantuan ini untuk keperluan pendidikan, pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNK Jakarta Timur, Dr Supardi, SH,MH mengajak pada seluruh pelajar dan mahasiswa untuk tidak mencoba-coba menggunakan Narkoba, karena sekali mencoba maka akan terjerat, dan berdampak serius dalam masa depan mereka, karena Narkoba akan merusak sendi-sendi kehidupan dan tubuh pemakai, bahkan dapat mengakibatkan kematian, oleh sebab itu teruslah berprestasi tanpa Narkoba, ajaknya.

Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa II Over Kapasitas

Penghuni Panti Sosial Bina Laras  Harapan Sentosa II (PSBL-HS2) dibilangan Cipayung Jakarta Timur terus bertambah, hal tersebut disebabkan razia penyandang masalah kerawanan sosial diwilayah DKI Jakarta oleh Satuan Polisi Pamong Praja yang juga terus ditingkatkan, bahkan penambahan warga binaan dari  penyandang masalah kerawanan sosial, khususnya penyandang masalah kejiwaan (Psikotik), juga mengalami peningkatan, hingga 30% pertahun, hal tersebut mendorong jajaran Panti Sosial Bina Laras  Harapan Sentosa II Cipayung bekerja keras memberikan pelayanan yang baik pada warga binaan, hal tersebut diungkapkan Kepala Panti PSBL HS II Cipayung Jakarta Timur, Andy Muchdar saat ditemui di kantornya bebarapa hari lalu.

Lebih jauh Andy Muchdar  menjelaskan, bahwa penghuni PSBL HS II Cipayung saat ini jumlahnya mencapai 691 warga binaan, padahal idealnya 350 orang sebagaimana kapasitas panti, oleh sebab itu upaya-upaya dilakukan seperti merubah ruang ketrampilan dijadikan barak tempat tidur.

Kalau dari segi makanan tetap diberikan sesuai standar asupan, demikian juga pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Duren Sawit memberikan perawatan rutin 2 kali seminggu, namun apabila ada yang sakit maka akan dirujuk ke RS Duren Sawit, sehingga semua bisa terpenuhi, pengelola panti terus berupaya melakukan pelayanan yang baik.

Diakuinya penghuni panti yang terus bertambah, sudah dilakukan upaya pemulangan pada mereka yang sudah sembuh ke keluarga, hanya saja banyak keluarga yang tidak mau menerima kembali warga binaan yang pernah menderita Psikotik tersebut, bahkan penghuni panti ada yang sudah 4 tahun tinggal disini, dan kita tidak akan lepas meskipun mereka sembuh, karena kalau tidak memiliki tempat tinggal yang jelas, bisa menimbulkan masalah kerawanan sosial di Jakarta, ungkapnnya tegas.

Upaya lain yang dilakukan Panti Sosial Bina Laras  Harapan Sentosa II Cipayung ini adalah bekerjasama dengan dunia usaha untuk meningkatkan ketrampilan warga binaan untuk mandiri, dan ada juga pengusaha yang bekerjasama memberikan kesempatan pada warga binaan yang sudah baik, untuk bekerja berkebun di perkebunan mereka di Bogor, dan apabila sudah ada hasilnya maka hasilnya bisa dinikmati warga binaan, terobosan terus dilakukan agar warga binaan bisa kembali ke masyarakat dengan baik.

Saat disingguna akan kondisi panti, Andy Muchdar  mengaku perlunya ranovasi total bangunan panti, karena Panti Sosial Bina Laras  Harapan Sentosa II Cipayung ini dibangun tahun 80an, sehingga stuktur bangunan sudah tidak kuat lagi, demikian juga kapasitas seharusnya direnovasi dengan standar kelayakan, baik fasilitas tempat tidur, ruang kesehatan, ruang makan, dapur maupun ruang ketrampilan, sehingga upaya pemulihan penderita Psikotik dapat maksimal, harapnya.

Kakwarda DKI Kukuhkan Mabisaka dan Pimpinan Saka Kencana Keluarga Berancana

Setelah sekian lama Saka Kencana Keluarga Berencana Kak Deded Sukandar, Kwartir Daerah Provinsi DKI Jakarta kurang aktif, kini kepengurusan Saka Kencana Keluarga Berencana Kwarda DKI Jakarta Periode  2014 – 2019 telah kembali aktif dengan beberapa program kegiatan 4 Krida dalam Saka Kencana Keluarga Berencana, dan bertempat di Aula Kantor BPMPKB, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi DKI Jakarta, Prof. Dr Hj Sylviana Murni, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Majelis Pembimbing Saka Kencana Keluarga Berencana serta Pimpinan Saka Kencana Keluarga Berencana Provinsi DKI Jakarta.

Dalam pesannya Kakwarda Kak Prof Hj Sylviana Murni menegaskan, bahwa seluruh pengurus Mabisaka serta Pimpinan Saka Kencana Keluarga Berencana Provinsi DKI Jakarta harus bekerja sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pramuka Kwarda DKI Jakarta, yaitu Praja Muda Karana yang berkarakter Cinta Tanah Air, Inovatif, Berkepribadian Luhur serta mengabdikan diri pada Masyarakat.

Seluruh anggota Pramuka DKI Jakarta termasuk anggota dan pengurus Saka Kencana Keluarga Berencana dalam melaksanakan Gerakan Pramuka haruslah dilakukan dengan Profesional, Transparan, Konsisten serta Dicintai Masyarakat, jadi apa yang dilakukan harus bermanfaat bagi pendidikan serta bermanfaat bagi masyarakat, disamping itu dalam meningkatkan kualitas Saka haruslah ada sarana dan prasarana dan didukung SDM sesuai standar Pembina Pramuka atau Instuktur Saka, oleh sebab itu haruslah memiliki sertifikasi Pembina, Pamong Saka maupun Instuktur Saka, dengan mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) serta Kursus Mahir Lanjutan (KML) atau Kursus Mahir Saka, hal tersebut bisa dilakukan secara perseorangan atau swadaya dalam pembiayaan KMD atau KML, pintanya.
Disamping itu untuk melaksanakan program haruslah didukung dengan kerjasama dengan Dinas terkait, Pemerintah Kota/Kabupaten, Provinsi bahkan kerjasama antara regional maupun internasional, sehingga kalau sudah ada kemitraan maka akan mempermudah program kegiatan sebagaimana visi dan misi yang ada,  pinta Kak Sylvi.

Ketua Majelis Pembimbing Saka Kencana Keluarga Berencana Kwarda DKI Jakarta,  Kak Deded Sukandar juga menambahkan, bahwa Kepengurusan Saka Kencana Keluarga Berencana 2014 -2019 ini merupakan upaya revitalisasi Saka Kencana Keluarga Berencana Provinsi DKI Jakarta, serta sebagai saraka berkumpulnya Pramuka Penegak dan Pandega untuk membekali diri dalam kegiatan Pendidikan Esktrakurikuler, serta meningkatkan moral, fisik, pengetahuan dan ketrampilan peserta didik, untuk menumbuhkan tunas-tunas bangsa yang lebih baik, serta mampu mengisi kemerdekaan Indonesia saat ini dan masa mendatang, tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan Pimpinan Saka Kencana Keluarga Berencana Kwarda DKI Jakarta, Kak Poltak Monte, bahwa BPMPKB DKI Jakarta, mendukung penuh pendidikan Kepramukaan melalui Saka Kencana Keluarga Berencana, untuk pembinaan diri sendiri maupun yang dibangun dalam kegiatan ekstrakurikuler, dimana melalui Satuan Karya Kencana Keluarga Berencana ini diharapkan akan membantu program BPMPKB, untuk bersama-sama menyebarluaskan informasi tentang Program Keluarga Berancana, Keluarga Sejahtera serta Pendewasaan Usia Perkawinan, seluruh anggota Saka Kencana Keluarga Berencana Gerakan Pramuka, haruslah memahami akan generasi berancana untuk menyiapkan diri maupun menyebarluaskan informasi perencanaan perkawinan, termasuk mengetahui resiko jika melakukan perkawinan di usia muda, karena angka kematian ibu saat melahirkan masih tinggi, oleh sebab itu perlu penyebarluasan perlunya perencanaan yang baik tentang usia perkawinan maupun jumlah kelahiran anak, seluruh anggota Saka Kencana Keluarga Berencana harus benar-benar paham akan kesehatan reproduksi, dan kita juga berharap anggota Saka Kencana Keluarga Berencana dapat bergabung dengan Pusat Informasi Kesehatan (PIK) yang sudah terbentuk di 300 tempat se-DKI Jakarta, ungkap Kak Poltak Monte.

FKMB Gelar Pra Kongres

Kongres Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi (FKMB) akan digelar 28 hingga 30 November, dan untuk menyiapkan acara tersebut, bertempat di Museum Thamrin jalan Kenari II Jakarta, seluruh pengurus FKMB menggelar Pra Kongres untuk melakukan evaluasi dan program kedepan, hadir juga dalam kegiatan tersebut, Asisten Deputi Kepemudaan Kementrian Pemuda dan Olahraga Abdul Muslim.

Ketua FKMB Nasrulloh disela acara tersebut menjelaskan, bahwa kepengurusan saat ini telah banyak berbuat bagi organisasi, seperti Pendidikan dalam meningkatkan komunitas FKMB yang kokoh, salahsatunya adalah perlunya pengkaderan dalam kepengurusan yang baru nanti, FKMB juga senantiasa mengajarkan politik yang santun, serta terus mengangkat Budaya Betawi, ungkapnya.

Sementara dalam pesannya Abdul Muslim meminta pada seluruh jajaran Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi agar dapat melakukan evaluasi guna menyusun program kedepan yang bermanfaat bagi organisasi serta Masyarakat khususnya Betawi, penguatan pengurus kedepan juga harus menjadi prioritas sehingga organisasi ini semakin berperan di masyarakat.

Indonesia yang akan menghadapi ASEAN Community Devolepment pada 2015, menjadi tantangan Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi agar mampu berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi bangsa, mari bersama-sama pemerintah untuk membangun system yang kokoh dan lebih baik, pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Mantan Ketua Umum FKMB, Bang Boim, dirinya berharap aka nada upaya membangun eksistensi sehingga organisasi ini tidak mati, yang kedua adalah perlunya organisasi ini membuat karya ilmiah tentang Budaya Betawi atau sejarah tentang kebetawian, kemudian mensinergikannya dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, harapnya.

Pekan Museum Thamrin Gelar Aneka Kesenian Betawi

Alunan Musik Gambang Kromong dengan lagu-lagu Bens Benyamin, di areal Museum Thamrin jalan Kenari II Jakarta Pusat, telah mengundang perhatian masyarakat yang tinggal disekitar museum, mereka beramai-ramai menyaksikan aneka kesenian tradisional Betawi serta pameran produk unggulan masyarakat dalam bazar yang digelar dalam iven “Pekan Museum Thamrin”, mulai 10 November hingga 15 Noverber 2014.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, DR Tinia Budiarti  mengaku mendukung penuh upaya Museum Juang 45 dan Museum Thamrin dalam meningkatkan kecintaan pada tokoh-tokoh Pahlawan, apalagi banyak kegiatan lomba dan diskusi MH Thamrin yang diikuti oleh siswa-siswi, hal tersebut sebagai upaya menanamkan nilai kepahlawanan pada generasi penerus bangsa, serta dengan aneka pergelaran kesenian, juga diharapkan akan memberi kesempatan pada para seniman Betawi untuk mengapresiasikan karya seninya, sehingga makin dicintai masyarakat tegas Wakadisparbud DKI ini. 

Sementara dalam laporannya, Kepala Museum Juang 45 yang juga Kepala Museum Thamrin, H Imron S.Pd, MM disela acara tersebut menjelaskan, bahwa kegiatan ini yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, digelar serangkaian Pekan Museum Thamrin dengan beberapa Lomba, seperti Lomba Pidato, Lomba Berbusana Kebaya, Lomba Baca Puisi Perjuangan, lomba Gangsing serta pergelaran aneka kesenian Betawi, seperti Palang Pintu, Gambang Kromong, Ondel-ondel, Lenong serta kesenian lain.

Kalau dalam memperingati Hari Pahlawan saat ini masyarakat lebih banyak merayakan dengan Upacara Bendera,  namun di Museum Thamrin kali ini, lebih menekankan pada Kreativitas,  menurutnya banyak pejuang yang bekerja tanpa pamrih dan tidak pernah menyebut dirinya sebagai pahlawan, oleh sebab itu pada para pelajar dan mahasiswa hendaknya mengisi kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pejuang ini, dengan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat banyak, kalau saat menjadi Gubernur DKI, Jokowi melakukan blusukan dan kebijakan merehabilitasi kawasan kumuh, hal tersebut dahulu sudah dilakukan MH Thamrin, dengan memperjuangkan kesejahteraan rakyat melalui penataan kawasan kumuh, membangun penyediaan air bersih serta karya-karya yang lain, tegas Imron S.Pd,MM

Peringati Hari Pahlawan, BNN Adakan Gerak Jalan Sehat

Dalam menyambut Hari Pahlawan yang jatuh pada hari Senin 10 November 2014, pada hari minggu pagi, jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) didukung seluruh Ormas dan LSM yang peduli terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, bertempat di Areal Parkir Utara Tugu Monas menggelar kegiatan Jalan sehat, hadir juga dalam kegiatan sosialisasi bahaya narkoba tersebut, Menteri Olahraga dan Pemuda, Imam Nahrawi.

Disela acara tersebut, Menpora Imam Nahrawi meminta kepada semua lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak tergiur ajakan penyalahgunaan narkoba. Generasi muda, mempunyai masa depan yang cemerlang yang harus diraih agar menjadi manusia Indonesia berkualitas. " Saya meminta kepada generasi muda agar meraih prestasi dan hidup sehat tanpa narkoba," tegas Nahrawi.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar, disela acara tersebut juga menegaskan, bahwa melalui acara olahraga seperti ini, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan mengajak menanggulangi bersama-sama, sampai saat ini telah 4 juta jiwa manusia Indonesia yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Kondisi itu akan semakin parah, jika tidak ada tindakan nyata mengingatkan sesama masyarakat agar tidak terjerat narkoba. " Jadi bahaya narkoba harus terus dikampanyekan kepada masyarakat melalui berbagai cara, agar jumlah angka penggunanya tidak semakin meningkat," paparnya.
Sementara saat dimintai tanggapan akan kegiatan olahraga jalan sehat BNN, Ketua DPCK  Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), Hj Ernawati Ratma, SE,MM saat ditemui wartawan juga mengaku terus berupaya mendukung Program BNN dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk turutserta memerangi Narkotika dan zat adektif lainnya, beberapa kegiatan seperti Advokasi Kader Anti Narkoba serta kegiatan Focus Groub Discution (FGD) P4GN, di kalangan Pelajar, Pemuda dan masyarakat terus dilakukan, ini semua dilakukan agar masyarakat tidak acuh dengan adanya penyalahgunaan Narkoba, tetapi dapat aktif dalam pencegahan dan pemberantasan Narkoba, tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Brigjen Pol Drs Siswandi, Direktur Peran Serta Masyarakat BNN, bahwa Gerak Jalan Sehat Tanpa Narkoba ini  dimaksudkan dalam rangka menyambut peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada Senin (10/11). acara seperti ini, BNN ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan mengajak menanggulangi bersama-sama, juga dengan upaya penanganan terhadap pengguna dan pecandu narkoba, hendaknya masyarakat dapat aktif mengajak Lapor Diri bagi seseorang Pengguna Narkoba untuk segera dilakukan Rehabilitasi, karena Rehabilitasi adalah jalan terbaik bagi pengguna narkoba, upaya pemulihannya telah digariskan dalam UU dan disepakati pemerintah lintas sektor, tegas Siswandi.

Bimba AIUEO Cipinang Adakan Wisata Alam dan FGD P4GN

Pembelajaran di alam terbuka sangat dibutuhkan dalam mendukung pembelajaran di kelas, karena dengan terjun langsung mengamati dan bahkan turun langsung seperti menanam pohon, beternak ikan, membajak sawah serta kegiatan alam yang lain, diharapkan akan menanamkan semangat untuk melestarikan lingkungan dan menghargai produk hasil bumi, hal tersebut yang dilakukan pengelola lembaga pendidikan usia dini “Bimba AIUEO” Cipinang dalam pembelajaran anak.

Keceriaan terpancar pada anak-anak, meskipun harus naik turun di alam terbuka kawasan Wisata Alam Cibalung Bogor, mereka bersemangat mengikuti arahan instukture untuk menanam sayur mayur,  menangkap ikan di kolam serta membajak sawah dan melukis Caping, bahkan pihak pengelola wisata alam memberikan hasil alam seperti ikan dan ubi untuk dibawa anak-anak ke rumah, seakan mereka habis pulang kampung dengan oleh-oleh hasil bumi.

Disaat anak-anak mengikuti kegiatan di alam terbuka, pimpinan Bimba AIUEO Cipinang, yang juga Ketua DPCK GRANAT Kota Jakarta Timur, Hj Ernawati Ratma, SE, MM didukung Sekretaris Granat Jaktim Drs. H Masdi Supriatik juga memberikan bekal pada orang tua siswa, akan apa itu Narkoba dan upaya pencegahannya, diskusi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba tersebut juga diteruskan dengan pembentukan kader Granat anti Narkoba dikalangan masyarakat  Cipinang Kecamatan Pulogadung, Jaktim.

Hj Ernawati mengaku akan terus memberdayakan masyarakat dan Pemuda, untuk bersama-sama BNN dan Pemerintah dalam memerangi bahaya penyalahgunaan Narkoba, khususnya di Jakarta Timur, tegasnya.

KMP Melupakan Amanat Rakyat


Perseteruan Kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dengan Koalisi Indonesia Hebat makin memanas,  aklibat seluruh komponen DPRRI mulai dari Pimpinan Dewan hingga pimpinan Fraksi dikuasai oleh Koalisi Merah Putih telah membuat Koalisi Indonesia Hebat mengeluarkan Mosi Tidak Percaya pada Pimpinan Dewan, bahkan KIH membuat pimpinan dewan tandingan, hal tersebut telah membuat masyarakat prihatin, melilhat hal tersebut,  wartawan SKIH mencoba meminta komentar Tokoh Masyarakat, yang juga Ketua Dewan Pembina GM Sriwijaya yang juga Ketua Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK, berikut petikan wawancaranya.

SKIH : Apa Komentar Bung Sadek soal dualisme pimpinan DPRRI saat ini  ?

Sadek : saya mengamati dari awal sejak kepemimpinan Republik ini saat Pilpres, Sidang MK hingga Pelantikan Presiden Ir. H Joko Widodo (Jokowi) bersama Wapres H Moch Jusuf Kalla (JK), kelompok Koalisi Merah Putih sudah merencanakan sesuatu, yaitu ingin memonopoli dalam perlengkapan Dewan Perwakilan Rakyat, seperti pimpinan Komisi didalamnya, dan ternyata memang betul, setelah penyusunan perlengkapan dewan DPRRI, seluruhnya diisi oleh kelompok Koalisi Merah Putih, bahkan taksatupun anggota dewan dari kelompok Indonesia Hebat tidak disertakan untuk duduk di pimpinan fraksi, padahal jumlah Koalisi Merah Putih dari 5 Partai Politik peserta Pemilu yaitu Gerindra, Golkar, PKS, PAN dan Partai Demokat, demikian juga dari Koalisi Indonesia Hebat juga terdiri dari 5 partai Peserta Pemilu yaitu, PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Hanura, PKB dan PPP, namun dari Koalisi Merah Putih menyapu bersih pimpinan dewan,pimpinan Komisi serta kelangkapan dewan, ini sidah benar-benar keterlaluan, benar-benar tak tau diri dan melupakan azas – azas yang ada pada Pancasila, hal tersebut secara structural sudah tidak dibenarkan, karena Roh yang ada di DPRRI itu adalah Musyawarah Mufakat, dan secara kultural sudah tidak ada keadilan dan tidak ada sportivitas, Kelompok Koalisi Merah Putih sudah benar-benar lupa diri dan lupa segala-galanya, ini tidak dibenarkan dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.

SKIH :  Bagaimana sebaiknya menurut Bung Sadek masalah dualisme pimpinan DPRRI tersebut  ?   

Sadek :  sebaiknya dikembalikan pada rohnya, yaitu strukturalnya dengan cara Musyawarah, Mufakat, Keadilan dan Sportifitas, jadi dasarnya adalah 4, yaitu Rasional, Adil, Sportif dan Manusiawi, dan kelompok Indonesia Hebat itu juga sama derajatnya dengan kelompok Koalisi Merah Putih, dan dasar kulturalnya yaitu kita ini sama-sama bangsa Indonesia, sama-sama ingin memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia, jadi kita harus sama-sama membantu dan mendukung tugas Presiden Jokowi serta bapak Jusuf Kalla agar program-programnya yang pro rakyat bisa terwujud, sehingga tidak ada lagi hal-hal yang akan membuat perpecahan,  kalau Roh Rasional, Adil, Sportif dan Manusiawi dihilangkan, maka semuanya tidak akan selesai, oleh sebab itu satu-satunya jalan adalah kembali pada Roh nya, dan jangan lagi percaya dengan argumentasi-argumentasi yang mengacu pada tata tertib, maupun MD3, itu tidak perlu, karena yang perlu adalah bagaimana caranya mewujudkan keadilan dalam penyusunan pimpinan Komisi dan kelengkapannya di DPRRI, dengan menyertakan anggota 5 Partai atau Fraksi yang ada di Koalisi Indonesia Hebat,  sesuai azas-azas yang ada didalam negara kita.

SKIH : Bagaimana Kalau Koalisi Merah Putih tetap pada Pendiriannya seperti saat ini  ?

Sadek :  Kalau mereka tetap pada pendiriannya, ya… mudah saja, jadi nanti komponen Negara maupun masyarakat yang pro rakyat, apakah KPK, Polri, Kejaksaan serta PPATK  mulai mencari kasus-kasus mereka, dari oknum-oknum koalisi merah putih, harus mengangkat kembali kasus mereka, Bank Indonesia juga harus secepatnya melaporkan kredit-kredit macet milik Oknum KMP, demikian juga LSM, Ormas serta komponen rakyat yang pro Pemerintah yang sah, agar mencari penyakit mereka, supaya mereka juga Drow, kalau mereka tetap ngotot harus kita lawan, karena mereka telah berkhianat pada bangsa dan Negara ini, mereka tidak mau membantu pemerintah, sebagai pimpinan Dewan Pembina GM Sriwijaya dan selaku Ketua Umum Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK mulai saat ini akan bergerak.

Diberdayakan oleh Blogger.